<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambil Pegang Bendera Ukraina, Paus Kutuk Pembantaian Warga Sipil di Bucha</title><description>Paus membuka lipatan bendera itu mengangkatnya di depan beberapa ribu penonton.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/07/18/2574916/sambil-pegang-bendera-ukraina-paus-kutuk-pembantaian-warga-sipil-di-bucha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/07/18/2574916/sambil-pegang-bendera-ukraina-paus-kutuk-pembantaian-warga-sipil-di-bucha"/><item><title>Sambil Pegang Bendera Ukraina, Paus Kutuk Pembantaian Warga Sipil di Bucha</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/07/18/2574916/sambil-pegang-bendera-ukraina-paus-kutuk-pembantaian-warga-sipil-di-bucha</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/07/18/2574916/sambil-pegang-bendera-ukraina-paus-kutuk-pembantaian-warga-sipil-di-bucha</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/18/2574916/sambil-pegang-bendera-ukraina-paus-kutuk-pembantaian-warga-sipil-di-bucha-9NgFbbIA2f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus memegang bendera Ukraina (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/18/2574916/sambil-pegang-bendera-ukraina-paus-kutuk-pembantaian-warga-sipil-di-bucha-9NgFbbIA2f.jpg</image><title>Paus Fransiskus memegang bendera Ukraina (Foto: Reuters)</title></images><description>VATIKAN - Paus Fransiskus pada Rabu (6/4)  mengutuk &quot;pembantaian Bucha&quot; dan mengangkat bendera Ukraina yang dikirim kepadanya dari kota tempat mayat-mayat terikat ditembak dari jarak dekat, kuburan massal dan tanda-tanda eksekusi lainnya ditemukan.
&quot;Berita terbaru dari perang di Ukraina, bukannya membawa kelegaan dan harapan, malah membawa kekejaman baru, seperti pembantaian Bucha,&quot; katanya di akhir audiensi mingguannya di auditorium Vatikan.
&quot;Kekejaman yang semakin menghebohkan, bahkan terhadap warga sipil, perempuan dan anak-anak yang tak berdaya. Mereka adalah korban yang darah tak berdosanya berteriak ke langit dan memohon: 'Hentikan perang ini! Biarkan senjata diam! Berhenti menabur kematian dan kehancuran',&quot; lanjutnya.
&quot;Kemarin, tepatnya dari Bucha, mereka membawakan saya bendera ini,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Paus Kritik Pengeluaran Pertahanan Barat yang Terus Melonjak saat Perang Rusia-Ukraina, Sebut Kegilaan
Paus membuka lipatan bendera itu mengangkatnya di depan beberapa ribu penonton, yang disambut tepuk tangan. Bendera itu tampak gelap dan bernoda serta ada tulisan di atasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Paus Fransiskus Kunjungi Anak-Anak Korban Perang Rusia-Ukraina&quot;Bendera ini datang dari perang, tepatnya dari kota yang mati syahid, Bucha,&quot; lanjutnya. Paus juga telah meminta sekelompok anak-anak pengungsi perang dari Ukraina datang kepadanya. Mereka tiba pada Selasa (5/4).
&quot;Anak-anak ini harus melarikan diri untuk tiba di tanah yang aman. Ini adalah buah dari perang. Jangan lupakan mereka dan jangan lupakan rakyat Ukraina,&quot; tambahnya.
Paus pun memberikan anak-anak korban perang itu hadiah telur Paskah cokelat.
Sementara itu, Kremlin mengatakan pada Selasa (5/4) bahwa tuduhan Barat pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dengan mengeksekusi warga sipil di Bucha adalah &quot;pemalsuan mengerikan&quot; yang bertujuan untuk merendahkan tentara Rusia.</description><content:encoded>VATIKAN - Paus Fransiskus pada Rabu (6/4)  mengutuk &quot;pembantaian Bucha&quot; dan mengangkat bendera Ukraina yang dikirim kepadanya dari kota tempat mayat-mayat terikat ditembak dari jarak dekat, kuburan massal dan tanda-tanda eksekusi lainnya ditemukan.
&quot;Berita terbaru dari perang di Ukraina, bukannya membawa kelegaan dan harapan, malah membawa kekejaman baru, seperti pembantaian Bucha,&quot; katanya di akhir audiensi mingguannya di auditorium Vatikan.
&quot;Kekejaman yang semakin menghebohkan, bahkan terhadap warga sipil, perempuan dan anak-anak yang tak berdaya. Mereka adalah korban yang darah tak berdosanya berteriak ke langit dan memohon: 'Hentikan perang ini! Biarkan senjata diam! Berhenti menabur kematian dan kehancuran',&quot; lanjutnya.
&quot;Kemarin, tepatnya dari Bucha, mereka membawakan saya bendera ini,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Paus Kritik Pengeluaran Pertahanan Barat yang Terus Melonjak saat Perang Rusia-Ukraina, Sebut Kegilaan
Paus membuka lipatan bendera itu mengangkatnya di depan beberapa ribu penonton, yang disambut tepuk tangan. Bendera itu tampak gelap dan bernoda serta ada tulisan di atasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Paus Fransiskus Kunjungi Anak-Anak Korban Perang Rusia-Ukraina&quot;Bendera ini datang dari perang, tepatnya dari kota yang mati syahid, Bucha,&quot; lanjutnya. Paus juga telah meminta sekelompok anak-anak pengungsi perang dari Ukraina datang kepadanya. Mereka tiba pada Selasa (5/4).
&quot;Anak-anak ini harus melarikan diri untuk tiba di tanah yang aman. Ini adalah buah dari perang. Jangan lupakan mereka dan jangan lupakan rakyat Ukraina,&quot; tambahnya.
Paus pun memberikan anak-anak korban perang itu hadiah telur Paskah cokelat.
Sementara itu, Kremlin mengatakan pada Selasa (5/4) bahwa tuduhan Barat pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dengan mengeksekusi warga sipil di Bucha adalah &quot;pemalsuan mengerikan&quot; yang bertujuan untuk merendahkan tentara Rusia.</content:encoded></item></channel></rss>
