<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Demam Berdarah Naik Hampir 2 Kali Lipat di Denpasar</title><description>Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Denpasar, Bali, meningkat hampir dua kali lipat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/07/244/2574581/kasus-demam-berdarah-naik-hampir-2-kali-lipat-di-denpasar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/07/244/2574581/kasus-demam-berdarah-naik-hampir-2-kali-lipat-di-denpasar"/><item><title>Kasus Demam Berdarah Naik Hampir 2 Kali Lipat di Denpasar</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/07/244/2574581/kasus-demam-berdarah-naik-hampir-2-kali-lipat-di-denpasar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/07/244/2574581/kasus-demam-berdarah-naik-hampir-2-kali-lipat-di-denpasar</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Mohamad Chusna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/244/2574581/kasus-demam-berdarah-naik-hampir-2-kali-lipat-di-denpasar-25YBJM2t7o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DBD (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/244/2574581/kasus-demam-berdarah-naik-hampir-2-kali-lipat-di-denpasar-25YBJM2t7o.jpg</image><title>DBD (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>DENPASAR - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Denpasar, Bali, meningkat hampir dua kali lipat. Periode Januari-Maret 2022, tercatat 318 kasus DBD yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

&quot;Periode yang sama tahun lalu, jumlahnya hanya sebanyak 183 kasus,&quot; kata Kepala Dinas Kesehatan Denpasar Luh Putu Sri Armini, Rabu (6/4/2022).
BACA JUGA:Waspada, Sejak Januari 2022 Kasus DBD di Bangka Selatan Lebih Tinggi dari Covid-19&amp;nbsp;
Peningkatan terlihat dari pada triwulan pertama 2021 dan 2022. Pada Januari 2022 ada 176 kasus, melonjak tajam dibanding Januari 2021 sebanyak 26 kasus.

Lalu, Februari 2022 terjadi 73 kasus, meningkat dibanding bulan yang sama tahun lalu sebanyak 56 kasus. Kemudian, Maret 2022 tercatat 108 kasus. Sedangkan bulan yang sama tahun lalu sebanyak 101 kasus.

Armini meminta masyarakat selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan  mengubur setiap tempat yang berpotensi menciptakan sarang jentik.
BACA JUGA:5 Negara dengan Kasus DBD Tertinggi, Dua Di Antaranya Tetangga Indonesia&amp;nbsp;
Dia mengingatkan fogging tidak efektif menghilangkan kasus DBD. &quot;Dia hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Jentik tetap hidup dan esoknya menjadi nyamuk,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>DENPASAR - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Denpasar, Bali, meningkat hampir dua kali lipat. Periode Januari-Maret 2022, tercatat 318 kasus DBD yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

&quot;Periode yang sama tahun lalu, jumlahnya hanya sebanyak 183 kasus,&quot; kata Kepala Dinas Kesehatan Denpasar Luh Putu Sri Armini, Rabu (6/4/2022).
BACA JUGA:Waspada, Sejak Januari 2022 Kasus DBD di Bangka Selatan Lebih Tinggi dari Covid-19&amp;nbsp;
Peningkatan terlihat dari pada triwulan pertama 2021 dan 2022. Pada Januari 2022 ada 176 kasus, melonjak tajam dibanding Januari 2021 sebanyak 26 kasus.

Lalu, Februari 2022 terjadi 73 kasus, meningkat dibanding bulan yang sama tahun lalu sebanyak 56 kasus. Kemudian, Maret 2022 tercatat 108 kasus. Sedangkan bulan yang sama tahun lalu sebanyak 101 kasus.

Armini meminta masyarakat selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan  mengubur setiap tempat yang berpotensi menciptakan sarang jentik.
BACA JUGA:5 Negara dengan Kasus DBD Tertinggi, Dua Di Antaranya Tetangga Indonesia&amp;nbsp;
Dia mengingatkan fogging tidak efektif menghilangkan kasus DBD. &quot;Dia hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Jentik tetap hidup dan esoknya menjadi nyamuk,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
