<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Berfikir Keras Mengurai Singkatan Orang Madura, Apa Itu?</title><description>Suatu ketika Gus Dur sempat berpikir agak lama. Jarang lho, sekelas Gus Dur sampai harus berpikir keras.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/07/337/2574507/humor-gus-dur-berfikir-keras-mengurai-singkatan-orang-madura-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/07/337/2574507/humor-gus-dur-berfikir-keras-mengurai-singkatan-orang-madura-apa-itu"/><item><title>Humor Gus Dur: Berfikir Keras Mengurai Singkatan Orang Madura, Apa Itu?</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/07/337/2574507/humor-gus-dur-berfikir-keras-mengurai-singkatan-orang-madura-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/07/337/2574507/humor-gus-dur-berfikir-keras-mengurai-singkatan-orang-madura-apa-itu</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 03:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/06/337/2574507/humor-gus-dur-berfikir-keras-mengurai-singkatan-orang-madura-apa-itu-epd8OGo365.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/06/337/2574507/humor-gus-dur-berfikir-keras-mengurai-singkatan-orang-madura-apa-itu-epd8OGo365.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Okezone)</title></images><description>MANTAN Presiden, Abdurahman Wahid atau Gus Dur punya sederet cerita dan humor yang menggelitik namun bermakna dalam.

Suatu ketika Gus Dur sempat berpikir agak lama. Jarang lho, sekelas Gus Dur sampai harus berpikir keras.

Namun bukan Gus Dur namanya bila tidak mampu menebak teka-teki, termasuk singkatan yang dilontarkan orang Madura.

Kejadian terjadi saat putra KH A Wahid Hasyim ini berkunjung ke rumah salah seorang kiai kampung di Madura, seperti dikutip dari Nu Online.

BACA JUGA:Humor Gus Dur: Orang Bohong Malah Dikasih Uang Banyak, Kok Bisa?


Saat santai, tiba-tiba datang bertamu seorang tokoh masyarakat setempat.

Gus Dur: Siapa nama sampean?

Tamu: Saya Mad Rois, Gus.

Gus Dur: Yang bener itu Muhammad Rois.

Tamu: Ya, Gus.

Gus Dur: Siapa bapak sampean?

Tamu: Mad Ruslan, Gus.

Gus Dur: Yang bener Muhammad Ruslan.

Tamu: Betul, Gus.


Gus Dur: Rumah sampean di mana?

Tamu: Dekat sini, Gus. Ini ke selatan ada Muhammad Rasah, pas di sampingnya.

Jawaban tamu ini membuat Gus Dur terdiam sejenak sekaligus berpikir, apa maksudnya.

Lalu Gus Dur mengatakan: Maksud sampean madrasah?

Tamu: Ya, betul, Gus.

Semua yang ada di ruangan itu tertawa.

Kepada almaghfurlah Gus Dur, alfatihah.
</description><content:encoded>MANTAN Presiden, Abdurahman Wahid atau Gus Dur punya sederet cerita dan humor yang menggelitik namun bermakna dalam.

Suatu ketika Gus Dur sempat berpikir agak lama. Jarang lho, sekelas Gus Dur sampai harus berpikir keras.

Namun bukan Gus Dur namanya bila tidak mampu menebak teka-teki, termasuk singkatan yang dilontarkan orang Madura.

Kejadian terjadi saat putra KH A Wahid Hasyim ini berkunjung ke rumah salah seorang kiai kampung di Madura, seperti dikutip dari Nu Online.

BACA JUGA:Humor Gus Dur: Orang Bohong Malah Dikasih Uang Banyak, Kok Bisa?


Saat santai, tiba-tiba datang bertamu seorang tokoh masyarakat setempat.

Gus Dur: Siapa nama sampean?

Tamu: Saya Mad Rois, Gus.

Gus Dur: Yang bener itu Muhammad Rois.

Tamu: Ya, Gus.

Gus Dur: Siapa bapak sampean?

Tamu: Mad Ruslan, Gus.

Gus Dur: Yang bener Muhammad Ruslan.

Tamu: Betul, Gus.


Gus Dur: Rumah sampean di mana?

Tamu: Dekat sini, Gus. Ini ke selatan ada Muhammad Rasah, pas di sampingnya.

Jawaban tamu ini membuat Gus Dur terdiam sejenak sekaligus berpikir, apa maksudnya.

Lalu Gus Dur mengatakan: Maksud sampean madrasah?

Tamu: Ya, betul, Gus.

Semua yang ada di ruangan itu tertawa.

Kepada almaghfurlah Gus Dur, alfatihah.
</content:encoded></item></channel></rss>
