<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curigai Varian Baru Covid-19, Dinkes DKI Masih Teliti Spesimen </title><description>Dinkes DKI Jakarta bersama Litbangkes Kemenkes RI dan Lab Swasta tengah meneliti spesimen yang 'dicurigai' varian baru Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/07/337/2575110/curigai-varian-baru-covid-19-dinkes-dki-masih-teliti-spesimen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/07/337/2575110/curigai-varian-baru-covid-19-dinkes-dki-masih-teliti-spesimen"/><item><title>Curigai Varian Baru Covid-19, Dinkes DKI Masih Teliti Spesimen </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/07/337/2575110/curigai-varian-baru-covid-19-dinkes-dki-masih-teliti-spesimen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/07/337/2575110/curigai-varian-baru-covid-19-dinkes-dki-masih-teliti-spesimen</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/337/2575110/curigai-varian-baru-covid-19-dinkes-dki-masih-teliti-spesimen-4pmqOwIwE5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/337/2575110/curigai-varian-baru-covid-19-dinkes-dki-masih-teliti-spesimen-4pmqOwIwE5.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta bersama Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Lab Swasta tengah meneliti spesimen yang 'dicurigai' varian baru Covid-19.

&quot;Kita prinsipnya tidak semua tapi ada beberapa spesimen atau sample yang kita 'curigai' dengan gejala tertentu itu kita telaah lebih lanjut kita kirim ke Litbangkes dan Lab swasta untuk mendeteksi apakah sudah ada varian baru atau tidak,&quot; kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/4/2022).

Widyastuti menekankan tidak ada perbedaan terkait tracing, testing, treatment atau 3T. Hanya saja Dinkes DKI menyesuaikan regulasi Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 terkait pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

BACA JUGA:Sebaran Kasus Covid-19 Hari Ini di 34 Provinsi, DKI Jakarta Paling Tinggi


BACA JUGA:Update Covid-19 pada 7 April 2022: 6.028.413 Positif, 5.794.602 Sembuh dan 155.509 Meninggal

&quot;Kami untuk yang tracingnya sih sama tetapi kita tentu mengikuti juga regulasi di tingkat pusat seperti halnya sudah dikeluarkan SE dari Satgas tanggal 5 April dimana untuk PPLN yang dilakukan entry test adalah apabila menunjukkan gejala. Apabila vaksinnya sudah lengkap itu tidak perlu karantina. Apabila suhunya diatas 37 derajat baru dilakukan entry test,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data Rabu (6/4) Dinkes DKI mencatat jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 217 kasus.
&quot;Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 5.455 (orang yang masih dirawat/isolasi),&quot; kata Dwi dalam keterangannya.

&quot;Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan Varian Omicron. Upaya 3T terus digalakan, selain vaksinasi COVID-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas,&quot; tambahnya.
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta bersama Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Lab Swasta tengah meneliti spesimen yang 'dicurigai' varian baru Covid-19.

&quot;Kita prinsipnya tidak semua tapi ada beberapa spesimen atau sample yang kita 'curigai' dengan gejala tertentu itu kita telaah lebih lanjut kita kirim ke Litbangkes dan Lab swasta untuk mendeteksi apakah sudah ada varian baru atau tidak,&quot; kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/4/2022).

Widyastuti menekankan tidak ada perbedaan terkait tracing, testing, treatment atau 3T. Hanya saja Dinkes DKI menyesuaikan regulasi Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 terkait pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

BACA JUGA:Sebaran Kasus Covid-19 Hari Ini di 34 Provinsi, DKI Jakarta Paling Tinggi


BACA JUGA:Update Covid-19 pada 7 April 2022: 6.028.413 Positif, 5.794.602 Sembuh dan 155.509 Meninggal

&quot;Kami untuk yang tracingnya sih sama tetapi kita tentu mengikuti juga regulasi di tingkat pusat seperti halnya sudah dikeluarkan SE dari Satgas tanggal 5 April dimana untuk PPLN yang dilakukan entry test adalah apabila menunjukkan gejala. Apabila vaksinnya sudah lengkap itu tidak perlu karantina. Apabila suhunya diatas 37 derajat baru dilakukan entry test,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data Rabu (6/4) Dinkes DKI mencatat jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 217 kasus.
&quot;Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 5.455 (orang yang masih dirawat/isolasi),&quot; kata Dwi dalam keterangannya.

&quot;Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan Varian Omicron. Upaya 3T terus digalakan, selain vaksinasi COVID-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas,&quot; tambahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
