<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Benny Moerdani dan Soeharto Usai 1998, Saling Mengunjungi dengan Kursi Roda</title><description>Benny Moerdani, Jenderal Kopassus yang tidak pernah kalah dalam berperang terpaksa mengandalkan lonceng di hari tuanya</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575177/kisah-benny-moerdani-dan-soeharto-usai-1998-saling-mengunjungi-dengan-kursi-roda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575177/kisah-benny-moerdani-dan-soeharto-usai-1998-saling-mengunjungi-dengan-kursi-roda"/><item><title>Kisah Benny Moerdani dan Soeharto Usai 1998, Saling Mengunjungi dengan Kursi Roda</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575177/kisah-benny-moerdani-dan-soeharto-usai-1998-saling-mengunjungi-dengan-kursi-roda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575177/kisah-benny-moerdani-dan-soeharto-usai-1998-saling-mengunjungi-dengan-kursi-roda</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2022 03:31 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/337/2575177/kisah-benny-moerdani-dan-soeharto-usai-1998-saling-mengunjungi-dengan-kursi-roda-YYYd2sUccI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Benny Moerdani (Foto: Arsip Nasional)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/337/2575177/kisah-benny-moerdani-dan-soeharto-usai-1998-saling-mengunjungi-dengan-kursi-roda-YYYd2sUccI.jpg</image><title>Benny Moerdani (Foto: Arsip Nasional)</title></images><description>JAKARTA - Benny Moerdani, Jenderal Kopassus yang tidak pernah kalah dalam berperang terpaksa mengandalkan lonceng di hari tuanya, setiap ia ingin berkomunikasi dengan orang lain di rumahnya. Dikarenakan tubuh Benny yang kian hari semakin melemah, ia terpaksa harus menggunakan kursi roda.

Kian hari tubuh Benny kian lemah, sementara sejarah bergerak. Hingga akhirnya pada 1998, Presiden Soeharto pun lengser dari jabatannya sebagai presiden.

Soeharto akhirnya &quot;menyusul&quot; Benny yang lebih dulu menjauh dari kekuasaan. Setelah lengsernya Soeharto sebagai presiden, Benny dan Soeharto bertemu dan saling mengunjungi.

Sebelumnya hubungan Soeharto dan Benny memang sempat beku, dikarenakan konflik yang terjadi di antara keduanya. Namun pada akhirnya hubungan keduanya kembali mencair.


Bagaimanapun Benny dan Soeharto juga pernah dekat dengan satu sama lain. Benny juga pernah menjadi anak emas bagi Soeharto.

Benny dan Soeharto, dua pria yang sama-sama sudah kesulitan berbicara  itu saling mengunjungi. Dari atas kursi roda, keduanya kerap diam tanpa  kata. Hanya air mata yang menitik dari keduanya, seolah-olah saling  mengampuni masa lalu.

Hingga akhirnya pada Juli 2004, kondisi Benny merosot drastis. Benny  akhirnya menginap di kamar perawatan intensif Rumah Sakit Pusat Angkatan  Darat Gatot Soebroto.</description><content:encoded>JAKARTA - Benny Moerdani, Jenderal Kopassus yang tidak pernah kalah dalam berperang terpaksa mengandalkan lonceng di hari tuanya, setiap ia ingin berkomunikasi dengan orang lain di rumahnya. Dikarenakan tubuh Benny yang kian hari semakin melemah, ia terpaksa harus menggunakan kursi roda.

Kian hari tubuh Benny kian lemah, sementara sejarah bergerak. Hingga akhirnya pada 1998, Presiden Soeharto pun lengser dari jabatannya sebagai presiden.

Soeharto akhirnya &quot;menyusul&quot; Benny yang lebih dulu menjauh dari kekuasaan. Setelah lengsernya Soeharto sebagai presiden, Benny dan Soeharto bertemu dan saling mengunjungi.

Sebelumnya hubungan Soeharto dan Benny memang sempat beku, dikarenakan konflik yang terjadi di antara keduanya. Namun pada akhirnya hubungan keduanya kembali mencair.


Bagaimanapun Benny dan Soeharto juga pernah dekat dengan satu sama lain. Benny juga pernah menjadi anak emas bagi Soeharto.

Benny dan Soeharto, dua pria yang sama-sama sudah kesulitan berbicara  itu saling mengunjungi. Dari atas kursi roda, keduanya kerap diam tanpa  kata. Hanya air mata yang menitik dari keduanya, seolah-olah saling  mengampuni masa lalu.

Hingga akhirnya pada Juli 2004, kondisi Benny merosot drastis. Benny  akhirnya menginap di kamar perawatan intensif Rumah Sakit Pusat Angkatan  Darat Gatot Soebroto.</content:encoded></item></channel></rss>
