<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TGB: Keberagaman di Indonesia Berkat Rahmat Allah dan Ikhtiar Pendahulu</title><description>Kondusivitas keberagaman yang terjadi di Indonesia, setidaknya disebabkan oleh dua pemicu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575638/tgb-keberagaman-di-indonesia-berkat-rahmat-allah-dan-ikhtiar-pendahulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575638/tgb-keberagaman-di-indonesia-berkat-rahmat-allah-dan-ikhtiar-pendahulu"/><item><title>TGB: Keberagaman di Indonesia Berkat Rahmat Allah dan Ikhtiar Pendahulu</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575638/tgb-keberagaman-di-indonesia-berkat-rahmat-allah-dan-ikhtiar-pendahulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575638/tgb-keberagaman-di-indonesia-berkat-rahmat-allah-dan-ikhtiar-pendahulu</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2022 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Inin Nastain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/08/337/2575638/tgb-keberagaman-di-indonesia-berkat-rahmat-allah-dan-ikhtiar-pendahulu-t07SHfURgw.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Perindo, Tuan Guru Bajang (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/08/337/2575638/tgb-keberagaman-di-indonesia-berkat-rahmat-allah-dan-ikhtiar-pendahulu-t07SHfURgw.JPG</image><title>Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Perindo, Tuan Guru Bajang (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kondusivitas keberagaman yang terjadi di Indonesia, setidaknya disebabkan oleh dua pemicu.

Hal itu seperti dipaparkan Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Perindo DR. TGB. Muhammad Zainul Majdi saat Webinar Mingguan Partai Perindo dengan tema &amp;lsquo;Ramadan; Momentum Menguatkan Solidaritas Beragama,&amp;rsquo; Jumat (8/4/2022).

TGB mencontohkan, kondusivitas itu tidak hanya dirasakan oleh salah satu golongan saja. Dia mencontohkan, saat bulan Ramadhan, umat Islam bisa dengan tenang melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya.

&amp;ldquo;Bersyuur suasana keberagamaan kita sangat kondusif. Sehingga umat muslim pada bulan suci ramadhan dan juga pada kesempatan-kesempatan yang lain, bisa melaksanakan tuntunan-tuntunan beragama dengan bebas.  Demikian juga non muslim,&amp;rdquo; kata TGB.

BACA JUGA:Melejit! Pendaftar Konvensi Rakyat Partai Perindo Tembus 800 Orang, TGB: Relawan Jokowi Ikut Daftar


Kondisi tersebut, jelas dia, bukan sesuatu tanpa sebab. Setidaknya ada dua hal, sehingga terciptanya kondusivitas di tengah keberagaman di Tanah Air itu.

&amp;ldquo;Yang kita rasakan hari ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba ada. Ini sesuatu yang merupakan, pertama tentu karunia dari Allah, dan juga merupakan buah dari kerja kolektif dari seluruh anak bangsa di masa sebelum kita. Semua berkontribusi berusaha membangun masyarakat yang harmonis.  Kita bersyukur indonesia sampai saat ini tetap utuh, tetap satu dan mudah-mudahan demikian seterusnya,&amp;rdquo; jelas dia.

&amp;ldquo;Ini bukan hadiah dari siapa-siapa, tapi ini adalah rahmat Allah dan  hasil dari ikhtiar untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara  yang majemuk. Dengan pluralitas yang sangat otentik. Jadi pluralitas  kita, keberagaman kita itu otentik, bukan buat-buat. Keberagaman otentik  adalah keberagaman yang lahir dari kesadaran,&amp;rdquo; lanjut dia.

Lebih jauh TGB menjelaskan, keberagaman tak ubahnya sebagai tulang  belakang bagi Indonesia.  Dia berharap tulang belakang itu akan terus  kuat, sehingga keberagaman yang terjadi di Indonesia tetap kondusif,  seperti halnya pluralis otentik.

&amp;ldquo;Indoneisa itu seperti manusia ya. Manusia itu kan punya panca  indera, maka yang menjadi backbone dari manusia yang namanya indonesia  itu adalah keberagaman kita. Jadi kesadaran kita untuk hidup bersama,  menghormati satu sama lain itu seperti tulang belakang ya. Kalau tulang  belakang ini tetap tegak, maka indonesia juga akan tetap tegak dan bisa  berjalan dan bahkan berlari cepat,&amp;rdquo; tegas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kondusivitas keberagaman yang terjadi di Indonesia, setidaknya disebabkan oleh dua pemicu.

Hal itu seperti dipaparkan Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Perindo DR. TGB. Muhammad Zainul Majdi saat Webinar Mingguan Partai Perindo dengan tema &amp;lsquo;Ramadan; Momentum Menguatkan Solidaritas Beragama,&amp;rsquo; Jumat (8/4/2022).

TGB mencontohkan, kondusivitas itu tidak hanya dirasakan oleh salah satu golongan saja. Dia mencontohkan, saat bulan Ramadhan, umat Islam bisa dengan tenang melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya.

&amp;ldquo;Bersyuur suasana keberagamaan kita sangat kondusif. Sehingga umat muslim pada bulan suci ramadhan dan juga pada kesempatan-kesempatan yang lain, bisa melaksanakan tuntunan-tuntunan beragama dengan bebas.  Demikian juga non muslim,&amp;rdquo; kata TGB.

BACA JUGA:Melejit! Pendaftar Konvensi Rakyat Partai Perindo Tembus 800 Orang, TGB: Relawan Jokowi Ikut Daftar


Kondisi tersebut, jelas dia, bukan sesuatu tanpa sebab. Setidaknya ada dua hal, sehingga terciptanya kondusivitas di tengah keberagaman di Tanah Air itu.

&amp;ldquo;Yang kita rasakan hari ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba ada. Ini sesuatu yang merupakan, pertama tentu karunia dari Allah, dan juga merupakan buah dari kerja kolektif dari seluruh anak bangsa di masa sebelum kita. Semua berkontribusi berusaha membangun masyarakat yang harmonis.  Kita bersyukur indonesia sampai saat ini tetap utuh, tetap satu dan mudah-mudahan demikian seterusnya,&amp;rdquo; jelas dia.

&amp;ldquo;Ini bukan hadiah dari siapa-siapa, tapi ini adalah rahmat Allah dan  hasil dari ikhtiar untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara  yang majemuk. Dengan pluralitas yang sangat otentik. Jadi pluralitas  kita, keberagaman kita itu otentik, bukan buat-buat. Keberagaman otentik  adalah keberagaman yang lahir dari kesadaran,&amp;rdquo; lanjut dia.

Lebih jauh TGB menjelaskan, keberagaman tak ubahnya sebagai tulang  belakang bagi Indonesia.  Dia berharap tulang belakang itu akan terus  kuat, sehingga keberagaman yang terjadi di Indonesia tetap kondusif,  seperti halnya pluralis otentik.

&amp;ldquo;Indoneisa itu seperti manusia ya. Manusia itu kan punya panca  indera, maka yang menjadi backbone dari manusia yang namanya indonesia  itu adalah keberagaman kita. Jadi kesadaran kita untuk hidup bersama,  menghormati satu sama lain itu seperti tulang belakang ya. Kalau tulang  belakang ini tetap tegak, maka indonesia juga akan tetap tegak dan bisa  berjalan dan bahkan berlari cepat,&amp;rdquo; tegas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
