<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LaNyalla Nilai Wajar 6 Tuntutan Mahasiswa, Minta Polisi Tak Represif Aksi 11 April</title><description>Ketua DPD RI menilai wajar tuntutan 6 mahasiswa sehingga meminta polisi tidak represif terhadap aksi 11 April 2022.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575729/lanyalla-nilai-wajar-6-tuntutan-mahasiswa-minta-polisi-tak-represif-aksi-11-april</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575729/lanyalla-nilai-wajar-6-tuntutan-mahasiswa-minta-polisi-tak-represif-aksi-11-april"/><item><title>LaNyalla Nilai Wajar 6 Tuntutan Mahasiswa, Minta Polisi Tak Represif Aksi 11 April</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575729/lanyalla-nilai-wajar-6-tuntutan-mahasiswa-minta-polisi-tak-represif-aksi-11-april</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/08/337/2575729/lanyalla-nilai-wajar-6-tuntutan-mahasiswa-minta-polisi-tak-represif-aksi-11-april</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2022 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/08/337/2575729/lanyalla-nilai-wajar-6-tuntutan-mahasiswa-minta-polisi-tak-represif-aksi-11-april-BbY2Fom4W9.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti. (Dok DPD RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/08/337/2575729/lanyalla-nilai-wajar-6-tuntutan-mahasiswa-minta-polisi-tak-represif-aksi-11-april-BbY2Fom4W9.jfif</image><title>Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti. (Dok DPD RI)</title></images><description>JAKARTA - Enam tuntutan mahasiswa yang akan disampaikan dalam aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia pada 11 April mendatang dinilai wajar oleh Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Sebab, isi dari enam tuntutan tersebut adalah suara terpendam kebanyakan rakyat yang belum keluar secara masif. Jadi, mahasiswa menjadi saluran sekaligus penyambung lidah rakyat tersebut.

&amp;ldquo;Kalau kita baca isi enam tuntutan mereka, sangat wajar. Karena itu, saya ingatkan juga kepada aparat, khususnya kepolisian, jangan represif. Para mahasiswa itu adalah generasi bangsa, yang wajib memikirkan masa depan bangsanya. Mereka juga calon pemimpin masa depan,&amp;rdquo; kata LaNyalla, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/4/2022).

Ia menambahkan, tuntutan pertama mereka yang meminta sikap dan kalimat yang tegas dari Presiden Jokowi tentang penolakan penundaan pemilu dan 3 periode memang diperlukan. Agar elemen lain, termasuk partai politik (parpol) tidak terus menimbulkan kegaduhan publik soal itu.

Sementara tuntutan tentang penundaan dan kaji ulang UU Ibu Kota Negara juga tidak ada salahnya. &amp;ldquo;Karena memang UU tersebut kurang public meaningful participation dan sekarang sudah ada yang menguji di MK,&amp;rdquo; tutur LaNyalla.

BACA JUGA:Kepala Desa Bakal Deklarasi Jokowi Tiga Periode, LaNyalla Ingatkan Naskah Sumpah Jabatan

Sementara tuntutan ketiga, empat, dan lima, lanjut LaNyalla, mutlak adalah tuntutan mayoritas rakyat yang disuarakan mahasiswa. Mulai dari stabilisasi harga sembako, pengusutan mafia minya goreng, hingga penyelesaian konflik agraria yang hampir merata di semua wilayah.


&amp;ldquo;Tuntutan terakhir mahasiswa yang minta Pasangan Jokowi-Ma'ruf melaksanakan janji kampanye juga wajar. Karena harus jujur, ada janji-janji yang belum dipenuhi. Dan masih ada kesempatan waktu hingga 2024 untuk menuntaskan,&amp;rdquo; urai Senator asal Jawa Timur itu.

Sebagaimana diketahui, BEM SI bakal melakukan demonstrasi di sekitar Istana Negara, Jakarta, Senin 11 April 2022. Demonstrasi ini akan mengusung enam tuntutan dan merupakan aksi lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan pada 28 Maret 2022.
</description><content:encoded>JAKARTA - Enam tuntutan mahasiswa yang akan disampaikan dalam aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia pada 11 April mendatang dinilai wajar oleh Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Sebab, isi dari enam tuntutan tersebut adalah suara terpendam kebanyakan rakyat yang belum keluar secara masif. Jadi, mahasiswa menjadi saluran sekaligus penyambung lidah rakyat tersebut.

&amp;ldquo;Kalau kita baca isi enam tuntutan mereka, sangat wajar. Karena itu, saya ingatkan juga kepada aparat, khususnya kepolisian, jangan represif. Para mahasiswa itu adalah generasi bangsa, yang wajib memikirkan masa depan bangsanya. Mereka juga calon pemimpin masa depan,&amp;rdquo; kata LaNyalla, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/4/2022).

Ia menambahkan, tuntutan pertama mereka yang meminta sikap dan kalimat yang tegas dari Presiden Jokowi tentang penolakan penundaan pemilu dan 3 periode memang diperlukan. Agar elemen lain, termasuk partai politik (parpol) tidak terus menimbulkan kegaduhan publik soal itu.

Sementara tuntutan tentang penundaan dan kaji ulang UU Ibu Kota Negara juga tidak ada salahnya. &amp;ldquo;Karena memang UU tersebut kurang public meaningful participation dan sekarang sudah ada yang menguji di MK,&amp;rdquo; tutur LaNyalla.

BACA JUGA:Kepala Desa Bakal Deklarasi Jokowi Tiga Periode, LaNyalla Ingatkan Naskah Sumpah Jabatan

Sementara tuntutan ketiga, empat, dan lima, lanjut LaNyalla, mutlak adalah tuntutan mayoritas rakyat yang disuarakan mahasiswa. Mulai dari stabilisasi harga sembako, pengusutan mafia minya goreng, hingga penyelesaian konflik agraria yang hampir merata di semua wilayah.


&amp;ldquo;Tuntutan terakhir mahasiswa yang minta Pasangan Jokowi-Ma'ruf melaksanakan janji kampanye juga wajar. Karena harus jujur, ada janji-janji yang belum dipenuhi. Dan masih ada kesempatan waktu hingga 2024 untuk menuntaskan,&amp;rdquo; urai Senator asal Jawa Timur itu.

Sebagaimana diketahui, BEM SI bakal melakukan demonstrasi di sekitar Istana Negara, Jakarta, Senin 11 April 2022. Demonstrasi ini akan mengusung enam tuntutan dan merupakan aksi lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan pada 28 Maret 2022.
</content:encoded></item></channel></rss>
