<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ketika Jari Kelingking Kejepit Pintu Mal dan Didesak ke Rumah Sakit   </title><description>Sementara itu, Taufik Kiemas dan Syaifullah Yusuf juga hadir memenuhi undangan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/09/337/2575524/humor-gus-dur-ketika-jari-kelingking-kejepit-pintu-mal-dan-didesak-ke-rumah-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/09/337/2575524/humor-gus-dur-ketika-jari-kelingking-kejepit-pintu-mal-dan-didesak-ke-rumah-sakit"/><item><title>Humor Gus Dur: Ketika Jari Kelingking Kejepit Pintu Mal dan Didesak ke Rumah Sakit   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/09/337/2575524/humor-gus-dur-ketika-jari-kelingking-kejepit-pintu-mal-dan-didesak-ke-rumah-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/09/337/2575524/humor-gus-dur-ketika-jari-kelingking-kejepit-pintu-mal-dan-didesak-ke-rumah-sakit</guid><pubDate>Sabtu 09 April 2022 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/08/337/2575524/humor-gus-dur-ketika-jari-kelingking-kejepit-pintu-mal-dan-didesak-ke-rumah-sakit-KGkXuMZ2rK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/08/337/2575524/humor-gus-dur-ketika-jari-kelingking-kejepit-pintu-mal-dan-didesak-ke-rumah-sakit-KGkXuMZ2rK.jpg</image><title>Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mendapat undangan dari Korea Selatan menjelang kejatuhan Presiden Soeharto pada 1997. Saat itu, Gus Dur merupakan Ketua Forum Demokrasi.
Selain Gus Dur, undangan seminar yang digagas komite demokrasi Korea itu juga disampaikan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Sementara itu, Taufik Kiemas dan Syaifullah Yusuf juga hadir memenuhi undangan tersebut.
Usai menghadiri pertemuan resmi dengan komite demokrasi, rombongan empat orang itu berniat jalan-jalan ke mal.
Gus Ipul -sapaan akrab Syafullah Yusuf- menceritakan, saat memasuki pintu mal, ada peristiwa kecelakaan yang menimpa Gus Dur. Saa itu, jari kelingking pamannya terjepit pintu.
Baca juga:&amp;nbsp;Gus Dur Ternyata Masih Keturunan Jaka Tingkir, Sultan Kerajaan Pajang yang Pertama
&quot;Tidak tahu ceritanya, tiba-tiba tangan Gus Dur kejepit di pintu mal terbesar di sana (Korea) itu. Pecah ini, jadi dua jari kelingkingnya,&quot; kata pria yang disapa Gus Ipul mengisahkan pengalamannya mendampingi Gus Dur, saat mengikuti haul ke-8 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta, dilansir dari NUOnline.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Gaji Presiden yang Diberikan kepada Menterinya, Kok Begitu?
Peristiwa yang menimpa Gus Dur langsung membuat panik lainnya. Mereka mencari apotik terdekat, dan akhirnya dapat. Kelingking Gus Dur yang pecah diperban, tetapi darah terus bercucuran. Diperban lagi, tetap menetes deras.Dalam kondisi sedemikian itu, Gus Dur tetap meminta Megawati dan suaminya untuk melanjutkan jalan-jalan. Sementara dirinya dan Gus Ipul kembali ke hotel dengan naik taksi.
Saat tiba di tempat penginapan, petugas hotel melarang Gus Dur masuk ke kamar.
&quot;Ini gawat. Harus dibawa ke rumah sakit,&quot; kata Gus Ipul menirukan omongan petugas hotel.
Namun, Gus Dur ngotot ingin tetap masuk kamar. &quot;10 menitan kami eyel-eyelan. Tetap hotel tidak mengizinkan&quot;
Mengetahui tamunya mengalami kecelakaan, pihak hotel langsung menyediakan ambulans untuk mengantarkan ke rumah sakit. Tetapi Gus Dur menolak dan malah memilih jalan kaki.
Gus Ipul dengan becanda mengatakan, kalau ini diterus-teruskan bukan Gus Dur yang pingsan, tetapi dirinya.
Setelah menempuh ratusan meter, paman dan keponakan itu akhirnya tiba di depan rumah sakit. Gus Dur tidak langsung masuk, tetapi dirinya malah bercanda dengan Gus Ipul.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Berfikir Keras Mengurai Singkatan Orang Madura, Apa Itu?
&quot;Ini Korea Selatan. Punya pengalaman perang yang luar biasa. Kalau sakit seperti ini kecil sekali. Ini urusan 5 menit selesai,&quot; kata Gus Dur.
&quot;Sakit ini tergantung pikiranmu. Kalau ini kamu anggap sakit, ya sakit. Tapi kalau ini kamu anggap nikmat ya nikmat. Saya memilih ini nikmat, bukan sakit. Akhirnya saya bisa bertahan,&quot; kata Gus Dur.
Baca juga:&amp;nbsp;KH Wahid Hasyim, Ayah Gus Dur yang Hobi Baca hingga Terpaksa Berkacamata di Usia 15 Tahun
</description><content:encoded>JAKARTA - KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mendapat undangan dari Korea Selatan menjelang kejatuhan Presiden Soeharto pada 1997. Saat itu, Gus Dur merupakan Ketua Forum Demokrasi.
Selain Gus Dur, undangan seminar yang digagas komite demokrasi Korea itu juga disampaikan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Sementara itu, Taufik Kiemas dan Syaifullah Yusuf juga hadir memenuhi undangan tersebut.
Usai menghadiri pertemuan resmi dengan komite demokrasi, rombongan empat orang itu berniat jalan-jalan ke mal.
Gus Ipul -sapaan akrab Syafullah Yusuf- menceritakan, saat memasuki pintu mal, ada peristiwa kecelakaan yang menimpa Gus Dur. Saa itu, jari kelingking pamannya terjepit pintu.
Baca juga:&amp;nbsp;Gus Dur Ternyata Masih Keturunan Jaka Tingkir, Sultan Kerajaan Pajang yang Pertama
&quot;Tidak tahu ceritanya, tiba-tiba tangan Gus Dur kejepit di pintu mal terbesar di sana (Korea) itu. Pecah ini, jadi dua jari kelingkingnya,&quot; kata pria yang disapa Gus Ipul mengisahkan pengalamannya mendampingi Gus Dur, saat mengikuti haul ke-8 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta, dilansir dari NUOnline.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Gaji Presiden yang Diberikan kepada Menterinya, Kok Begitu?
Peristiwa yang menimpa Gus Dur langsung membuat panik lainnya. Mereka mencari apotik terdekat, dan akhirnya dapat. Kelingking Gus Dur yang pecah diperban, tetapi darah terus bercucuran. Diperban lagi, tetap menetes deras.Dalam kondisi sedemikian itu, Gus Dur tetap meminta Megawati dan suaminya untuk melanjutkan jalan-jalan. Sementara dirinya dan Gus Ipul kembali ke hotel dengan naik taksi.
Saat tiba di tempat penginapan, petugas hotel melarang Gus Dur masuk ke kamar.
&quot;Ini gawat. Harus dibawa ke rumah sakit,&quot; kata Gus Ipul menirukan omongan petugas hotel.
Namun, Gus Dur ngotot ingin tetap masuk kamar. &quot;10 menitan kami eyel-eyelan. Tetap hotel tidak mengizinkan&quot;
Mengetahui tamunya mengalami kecelakaan, pihak hotel langsung menyediakan ambulans untuk mengantarkan ke rumah sakit. Tetapi Gus Dur menolak dan malah memilih jalan kaki.
Gus Ipul dengan becanda mengatakan, kalau ini diterus-teruskan bukan Gus Dur yang pingsan, tetapi dirinya.
Setelah menempuh ratusan meter, paman dan keponakan itu akhirnya tiba di depan rumah sakit. Gus Dur tidak langsung masuk, tetapi dirinya malah bercanda dengan Gus Ipul.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Berfikir Keras Mengurai Singkatan Orang Madura, Apa Itu?
&quot;Ini Korea Selatan. Punya pengalaman perang yang luar biasa. Kalau sakit seperti ini kecil sekali. Ini urusan 5 menit selesai,&quot; kata Gus Dur.
&quot;Sakit ini tergantung pikiranmu. Kalau ini kamu anggap sakit, ya sakit. Tapi kalau ini kamu anggap nikmat ya nikmat. Saya memilih ini nikmat, bukan sakit. Akhirnya saya bisa bertahan,&quot; kata Gus Dur.
Baca juga:&amp;nbsp;KH Wahid Hasyim, Ayah Gus Dur yang Hobi Baca hingga Terpaksa Berkacamata di Usia 15 Tahun
</content:encoded></item></channel></rss>
