<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benny Moerdani, Kondisi Merosot sejak Juli hingga Meninggal 29 Agustus 2004</title><description>Kondisi kesehatan Benny Moerdani merosot drastis pada Juli hingga meninggal 29 Agustus 2004.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/09/337/2575549/benny-moerdani-kondisi-merosot-sejak-juli-hingga-meninggal-29-agustus-2004</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/09/337/2575549/benny-moerdani-kondisi-merosot-sejak-juli-hingga-meninggal-29-agustus-2004"/><item><title>Benny Moerdani, Kondisi Merosot sejak Juli hingga Meninggal 29 Agustus 2004</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/09/337/2575549/benny-moerdani-kondisi-merosot-sejak-juli-hingga-meninggal-29-agustus-2004</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/09/337/2575549/benny-moerdani-kondisi-merosot-sejak-juli-hingga-meninggal-29-agustus-2004</guid><pubDate>Sabtu 09 April 2022 06:06 WIB</pubDate><dc:creator> Alyssa Nazira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/08/337/2575549/benny-moerdani-kondisi-merosot-sejak-juli-hingga-meninggal-29-agustus-2004-qMGITBrw3D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Benny Moerdani  </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/08/337/2575549/benny-moerdani-kondisi-merosot-sejak-juli-hingga-meninggal-29-agustus-2004-qMGITBrw3D.jpg</image><title>Benny Moerdani  </title></images><description>BENNY Moerdani mengalami komplikasi bronkitis dan stroke, yang membuat fisiknya kian hari semakin lemah. Menteri Pertahanan dan Keamanan pada Kabinet Pembangunan V di masa Presiden Soeharto itu terpaksa dibantu menggunakan lonceng jika ingin berkomunikasi dengan orang di rumahnya. Benny juga terpaksa memakai kursi roda karena kondisinya tersebut.

Hingga akhirnya pada Juli 2004, kondisi Jenderal Kopassus itu menurun secara drastis. Benny akhirnya menginap di kamar perawatan intensif Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.

Di sana, hari-harinya kian sunyi. Hanya kawan itu-itu saja yang menjenguknya. Di antara yang paling rajin datang adalah Robby.

Robby merupakan salah satu wartawan yang dekat dengan Benny.

Pada tahun itu juga, Benny wafat. Ia berpulang pada 29 Agustus 2004 dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Di kompleks makam Nasrani, makam Benny ada di urutan kelima. Sesuai dengan angka kegemarannya, lima, yang menyimbolkan Pancasila.

BACA JUGA:Kisah Benny Moerdani dan Soeharto Usai 1998, Saling Mengunjungi dengan Kursi Roda

Benny, kata Nono, memang nasionalis sejati. Bahkan, tiap bersumpah jabatan di depan pendeta, Benny tidak mau menegakkan dua jari, tapi lima. Sampai-sampai, menurut Nono, pernah ada yang menanyakan agama bosnya itu.</description><content:encoded>BENNY Moerdani mengalami komplikasi bronkitis dan stroke, yang membuat fisiknya kian hari semakin lemah. Menteri Pertahanan dan Keamanan pada Kabinet Pembangunan V di masa Presiden Soeharto itu terpaksa dibantu menggunakan lonceng jika ingin berkomunikasi dengan orang di rumahnya. Benny juga terpaksa memakai kursi roda karena kondisinya tersebut.

Hingga akhirnya pada Juli 2004, kondisi Jenderal Kopassus itu menurun secara drastis. Benny akhirnya menginap di kamar perawatan intensif Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.

Di sana, hari-harinya kian sunyi. Hanya kawan itu-itu saja yang menjenguknya. Di antara yang paling rajin datang adalah Robby.

Robby merupakan salah satu wartawan yang dekat dengan Benny.

Pada tahun itu juga, Benny wafat. Ia berpulang pada 29 Agustus 2004 dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Di kompleks makam Nasrani, makam Benny ada di urutan kelima. Sesuai dengan angka kegemarannya, lima, yang menyimbolkan Pancasila.

BACA JUGA:Kisah Benny Moerdani dan Soeharto Usai 1998, Saling Mengunjungi dengan Kursi Roda

Benny, kata Nono, memang nasionalis sejati. Bahkan, tiap bersumpah jabatan di depan pendeta, Benny tidak mau menegakkan dua jari, tapi lima. Sampai-sampai, menurut Nono, pernah ada yang menanyakan agama bosnya itu.</content:encoded></item></channel></rss>
