<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tokoh Penjajah Belanda dan Jepang yang Berjasa dalam Kemerdekaan Indonesia, Ada Laksamana Maeda!</title><description>Kemerdekaan yang diraih oleh Indonesia merupakan hasil jerih payah usai berhasil melepaskan diri penjajahan Belanda dan Jepang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/12/337/2577019/tokoh-penjajah-belanda-dan-jepang-yang-berjasa-dalam-kemerdekaan-indonesia-ada-laksamana-maeda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/12/337/2577019/tokoh-penjajah-belanda-dan-jepang-yang-berjasa-dalam-kemerdekaan-indonesia-ada-laksamana-maeda"/><item><title>Tokoh Penjajah Belanda dan Jepang yang Berjasa dalam Kemerdekaan Indonesia, Ada Laksamana Maeda!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/12/337/2577019/tokoh-penjajah-belanda-dan-jepang-yang-berjasa-dalam-kemerdekaan-indonesia-ada-laksamana-maeda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/12/337/2577019/tokoh-penjajah-belanda-dan-jepang-yang-berjasa-dalam-kemerdekaan-indonesia-ada-laksamana-maeda</guid><pubDate>Selasa 12 April 2022 05:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tika Vidya Utami</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/11/337/2577019/tokoh-penjajah-belanda-dan-jepang-yang-berjasa-dalam-kemerdekaan-indonesia-ada-laksamana-maeda-fglgPirCZ9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lasamana Maeda (Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/11/337/2577019/tokoh-penjajah-belanda-dan-jepang-yang-berjasa-dalam-kemerdekaan-indonesia-ada-laksamana-maeda-fglgPirCZ9.jpg</image><title>Lasamana Maeda (Wikipedia)</title></images><description>KEMERDEKAAN yang diraih oleh Indonesia merupakan hasil jerih payah usai berhasil melepaskan diri penjajahan Belanda dan Jepang. Berbagai tokoh terlibat dalam proses kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan Indonesia. Ternyata, ada beberapa tokoh penjajah Belanda dan Jepang yang membantu Indonesia. Berikut daftarnya.

Laksamana Tadashi Maeda
Berpangkat sebagai Laksamana. Tadashi Maeda adalah salah satu tokoh Jepang  yang membantu proses kemerdekaan Indonesia. Simpatinya terhadap Indonesia tumbuh ketika bertemu Achmad Soebardjo, Mohammad Hatta, serta Nazir Pamuntjak. Rumah Maeda dipilih sebagai tempat penyusunan teks Proklamasi jelang 17 Agustus 1945. Maeda juga memberikan jaminan keselamatan pada Bung Karno  dan tokoh-tokoh lainnya.

Baron van Hoevell
Ia dikenal sebagai seorang pendeta berkenegaraan Belanda. Pada 1880, ketika bertugas di Batavia, Baron van Hoevell kerap memprotes kebijakan pemerintah Belanda yang dianggap tidak pro-rakyat. Akibatnya, ia sempat diusir oleh pemerintah Belanda. Van Hoevell juga menolak sistem tanam paksa yang diterapkan Belanda kepada rakyat Indonesia. Selain itu, ia turut pula berjuang demi kesejahteraan rakyat pribumi.

BACA JUGA:5 Tokoh Pahlawan Nasional Ini Pernah Dipenjara saat Zaman Penjajahan Belanda

Johannes Cornelis Princen
Pria yang akrab dipanggil Poncke Princen ini merupakan serdadu asal Belanda. Ia ikut membela Indonesia pada 1948. Keberpihakan Princen kepada Indonesia ini berawal dari kebencian pemerintah Belanda yang menolak memberi kemerdekaan secara utuh untuk Indonesia. Princen pun bergabung dengan pejuang Indonesia. Ia mulai terlibat pada Serangan Umum 1 Maret 1949 dengan bergabung dengan Divisi Siliwangi.

Ichiki Tatsuo
Ichiki Tatsuo merupakan salah satu orang Jepang yang membantu Indonesia. Ichiki Tatsuo dikenal dengan nama Abdul Rachman. Nama Abdul Rachman tersebut diberikan oleh Haji Agus Salim ketika Tatsuo menjadi penasihat Divisi Pendidikan PETA. Ia pernah memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Semeru, Jawa Timur. Tatsuo gugur di desa Dampit dekat Malang, Jawa Timur pada 9 Januari 1949. Ia gugur usai menerobos peluru tentara Belanda guna mendorong pasukan Indonesia menyerang. (Diolah dari berbagai sumber/Tika Vidya Utami/Litbang MPI)

</description><content:encoded>KEMERDEKAAN yang diraih oleh Indonesia merupakan hasil jerih payah usai berhasil melepaskan diri penjajahan Belanda dan Jepang. Berbagai tokoh terlibat dalam proses kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan Indonesia. Ternyata, ada beberapa tokoh penjajah Belanda dan Jepang yang membantu Indonesia. Berikut daftarnya.

Laksamana Tadashi Maeda
Berpangkat sebagai Laksamana. Tadashi Maeda adalah salah satu tokoh Jepang  yang membantu proses kemerdekaan Indonesia. Simpatinya terhadap Indonesia tumbuh ketika bertemu Achmad Soebardjo, Mohammad Hatta, serta Nazir Pamuntjak. Rumah Maeda dipilih sebagai tempat penyusunan teks Proklamasi jelang 17 Agustus 1945. Maeda juga memberikan jaminan keselamatan pada Bung Karno  dan tokoh-tokoh lainnya.

Baron van Hoevell
Ia dikenal sebagai seorang pendeta berkenegaraan Belanda. Pada 1880, ketika bertugas di Batavia, Baron van Hoevell kerap memprotes kebijakan pemerintah Belanda yang dianggap tidak pro-rakyat. Akibatnya, ia sempat diusir oleh pemerintah Belanda. Van Hoevell juga menolak sistem tanam paksa yang diterapkan Belanda kepada rakyat Indonesia. Selain itu, ia turut pula berjuang demi kesejahteraan rakyat pribumi.

BACA JUGA:5 Tokoh Pahlawan Nasional Ini Pernah Dipenjara saat Zaman Penjajahan Belanda

Johannes Cornelis Princen
Pria yang akrab dipanggil Poncke Princen ini merupakan serdadu asal Belanda. Ia ikut membela Indonesia pada 1948. Keberpihakan Princen kepada Indonesia ini berawal dari kebencian pemerintah Belanda yang menolak memberi kemerdekaan secara utuh untuk Indonesia. Princen pun bergabung dengan pejuang Indonesia. Ia mulai terlibat pada Serangan Umum 1 Maret 1949 dengan bergabung dengan Divisi Siliwangi.

Ichiki Tatsuo
Ichiki Tatsuo merupakan salah satu orang Jepang yang membantu Indonesia. Ichiki Tatsuo dikenal dengan nama Abdul Rachman. Nama Abdul Rachman tersebut diberikan oleh Haji Agus Salim ketika Tatsuo menjadi penasihat Divisi Pendidikan PETA. Ia pernah memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Semeru, Jawa Timur. Tatsuo gugur di desa Dampit dekat Malang, Jawa Timur pada 9 Januari 1949. Ia gugur usai menerobos peluru tentara Belanda guna mendorong pasukan Indonesia menyerang. (Diolah dari berbagai sumber/Tika Vidya Utami/Litbang MPI)

</content:encoded></item></channel></rss>
