<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Ancam Serang Kembali Ibu Kota Ukraina, Ini Penyebabnya</title><description>Ancaman Rusia tersebut disampaikan pada Rabu 13 April 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/14/18/2578799/rusia-ancam-serang-kembali-ibu-kota-ukraina-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/14/18/2578799/rusia-ancam-serang-kembali-ibu-kota-ukraina-ini-penyebabnya"/><item><title>Rusia Ancam Serang Kembali Ibu Kota Ukraina, Ini Penyebabnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/14/18/2578799/rusia-ancam-serang-kembali-ibu-kota-ukraina-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/14/18/2578799/rusia-ancam-serang-kembali-ibu-kota-ukraina-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Kamis 14 April 2022 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/14/18/2578799/rusia-ancam-serang-kembali-ibu-kota-ukraina-ini-penyebabnya-mJY3CvViW8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/14/18/2578799/rusia-ancam-serang-kembali-ibu-kota-ukraina-ini-penyebabnya-mJY3CvViW8.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengancam kembali akan menyerang Kiev, Ibu Kota Ukraina setelah adanya dugaan upaya sabotase dan serangan oleh militer Ukraina di Rusia.
Ancaman Rusia tersebut disampaikan pada Rabu 13 April 2022.
&amp;ldquo;Kami telah melihat upaya sabotase dan serangan oleh militer Ukraina terhadap fasilitas di wilayah Rusia. Jika upaya seperti itu berlanjut, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia akan menyerang pusat pengambilan keputusan, termasuk Kiev sesuatu yang sejauh ini kami hindari,&amp;rdquo; kata Kemenhan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov dilansir dari Russia Today, Kamis (14/4/2022).
Sementara itu, Konashenkov tidak merinci serangan atau upaya sabotase yang disebutnya dilakukan militer Ukraina. Pemerintah Rusia hanya menyatakan peringatan terorisme yang meningkat di tiga wilayah yang berbatasan dengan Ukraina &amp;ndash; Bryansk, Kursk dan Belgorod &amp;ndash; dan beberapa kota perbatasan di wilayah Krasnodar, Voronezh dan Krimea.
Pertahanan udara di wilayah Belgorod sangat aktif selama seminggu terakhir, menurut media lokal. Kiev pertama kali mengklaim dan kemudian membantah serangan 1 April oleh dua helikopter terhadap depot bahan bakar di selatan kota Belgorod, yang tidak mengakibatkan cedera atau kematian tetapi menyebabkan kerusakan material yang luas.
Baca juga:&amp;nbsp;Kapal Perang Rusia Meledak Dahsyat Diduga Dirudal Ukraina
Pihak berwenang Rusia juga sedang menyelidiki serangan roket pada 29 Maret dengan sedikitnya tiga rudal Tochka-U yang ditembakkan dari Ukraina ke sebuah unit militer di dekat Belgorod.
Baca juga:&amp;nbsp;Rusia: 1.026 Marinir Ukraina Menyerah di MariupolSementara itu, Kepala Intelijen Militer Ukraina menunjuk pada peringatan terorisme yang meningkat sebagai bukti bahwa Rusia merencanakan serangan bendera palsu terhadap warganya sendiri untuk meningkatkan dukungan yang diduga lesu untuk operasi militer di Ukraina.
&amp;ldquo;Mereka merencanakan ledakan di rumah-rumah Rusia atau serangan roket, menyalahkan mereka pada [militer Ukraina] atau batalyon sukarelawan, untuk melukiskan gambaran emosional 'kekejaman nasionalis Ukraina,'&amp;rdquo; ujar Kepala Intelijen Direktorat Kementerian Pertahanan Ukraina Mayor Jenderal Kirill Budanov.
&amp;ldquo;Semuanya untuk memanipulasi Rusia secara emosional dan membuat mereka lebih melawan Ukraina,&amp;rdquo; imbuhnya.
Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Kiev untuk menerapkan ketentuan perjanjian Minsk dan mengakhiri konflik dengan wilayah Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri.
Baca juga:&amp;nbsp;Pembunuhan Warga Sipil di Bucha: Kaki Diikat, Kepala Ditembak
Rusia akhirnya mengakui keduanya sebagai negara merdeka, di mana mereka meminta bantuan militer.
Rusia menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Baca juga:&amp;nbsp;Video Penduduk Severodonetsk Sembunyi di Ruang Bawah Tanah saat Dibombardir Rusia
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali dua republik Donbass dengan paksa.</description><content:encoded>MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengancam kembali akan menyerang Kiev, Ibu Kota Ukraina setelah adanya dugaan upaya sabotase dan serangan oleh militer Ukraina di Rusia.
Ancaman Rusia tersebut disampaikan pada Rabu 13 April 2022.
&amp;ldquo;Kami telah melihat upaya sabotase dan serangan oleh militer Ukraina terhadap fasilitas di wilayah Rusia. Jika upaya seperti itu berlanjut, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia akan menyerang pusat pengambilan keputusan, termasuk Kiev sesuatu yang sejauh ini kami hindari,&amp;rdquo; kata Kemenhan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov dilansir dari Russia Today, Kamis (14/4/2022).
Sementara itu, Konashenkov tidak merinci serangan atau upaya sabotase yang disebutnya dilakukan militer Ukraina. Pemerintah Rusia hanya menyatakan peringatan terorisme yang meningkat di tiga wilayah yang berbatasan dengan Ukraina &amp;ndash; Bryansk, Kursk dan Belgorod &amp;ndash; dan beberapa kota perbatasan di wilayah Krasnodar, Voronezh dan Krimea.
Pertahanan udara di wilayah Belgorod sangat aktif selama seminggu terakhir, menurut media lokal. Kiev pertama kali mengklaim dan kemudian membantah serangan 1 April oleh dua helikopter terhadap depot bahan bakar di selatan kota Belgorod, yang tidak mengakibatkan cedera atau kematian tetapi menyebabkan kerusakan material yang luas.
Baca juga:&amp;nbsp;Kapal Perang Rusia Meledak Dahsyat Diduga Dirudal Ukraina
Pihak berwenang Rusia juga sedang menyelidiki serangan roket pada 29 Maret dengan sedikitnya tiga rudal Tochka-U yang ditembakkan dari Ukraina ke sebuah unit militer di dekat Belgorod.
Baca juga:&amp;nbsp;Rusia: 1.026 Marinir Ukraina Menyerah di MariupolSementara itu, Kepala Intelijen Militer Ukraina menunjuk pada peringatan terorisme yang meningkat sebagai bukti bahwa Rusia merencanakan serangan bendera palsu terhadap warganya sendiri untuk meningkatkan dukungan yang diduga lesu untuk operasi militer di Ukraina.
&amp;ldquo;Mereka merencanakan ledakan di rumah-rumah Rusia atau serangan roket, menyalahkan mereka pada [militer Ukraina] atau batalyon sukarelawan, untuk melukiskan gambaran emosional 'kekejaman nasionalis Ukraina,'&amp;rdquo; ujar Kepala Intelijen Direktorat Kementerian Pertahanan Ukraina Mayor Jenderal Kirill Budanov.
&amp;ldquo;Semuanya untuk memanipulasi Rusia secara emosional dan membuat mereka lebih melawan Ukraina,&amp;rdquo; imbuhnya.
Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Kiev untuk menerapkan ketentuan perjanjian Minsk dan mengakhiri konflik dengan wilayah Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri.
Baca juga:&amp;nbsp;Pembunuhan Warga Sipil di Bucha: Kaki Diikat, Kepala Ditembak
Rusia akhirnya mengakui keduanya sebagai negara merdeka, di mana mereka meminta bantuan militer.
Rusia menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Baca juga:&amp;nbsp;Video Penduduk Severodonetsk Sembunyi di Ruang Bawah Tanah saat Dibombardir Rusia
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali dua republik Donbass dengan paksa.</content:encoded></item></channel></rss>
