<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Cara Bujuk Kiai Berhenti Merokok di Dalam Mobil</title><description>Gus Dur selalu melontarkan canda yang mengocok perut, namun kadang ia juga melontarkan candaan yang serius.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/14/337/2578453/humor-gus-dur-cara-bujuk-kiai-berhenti-merokok-di-dalam-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/14/337/2578453/humor-gus-dur-cara-bujuk-kiai-berhenti-merokok-di-dalam-mobil"/><item><title>Humor Gus Dur: Cara Bujuk Kiai Berhenti Merokok di Dalam Mobil</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/14/337/2578453/humor-gus-dur-cara-bujuk-kiai-berhenti-merokok-di-dalam-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/14/337/2578453/humor-gus-dur-cara-bujuk-kiai-berhenti-merokok-di-dalam-mobil</guid><pubDate>Kamis 14 April 2022 03:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/13/337/2578453/humor-gus-dur-cara-bujuk-kiai-berhenti-merokok-di-dalam-mobil-zs3CHN7QQG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/13/337/2578453/humor-gus-dur-cara-bujuk-kiai-berhenti-merokok-di-dalam-mobil-zs3CHN7QQG.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Okezone)</title></images><description>MANTAN Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur selalu melontarkan canda yang mengocok perut, namun kadang ia juga melontarkan candaan yang serius.

Kali ini Gus Dur melontarkan humor untuk menjelaskan bagaimana kiai tidak main-main dengan satu prinsip syariat Islam: maslahah, tentang kebaikan umat banyak.

Suatu hari Gus Dur satu mobil dengan kiai-kiai. Ada 5-6 orang kiai. Mobil ber-AC. Tidak ada yang merokok, kecuali satu kiai. Kiai ini, sebut saja Kiai Ahmad. Dia akhirnya merokok.

Biar tidak mengganggu yang lain, Kiai Ahmad membuka jendel kaca. Di situlah tangan kiri Kiai Ahmad nyelonong keluar, megang rokok.

Tapi seorang kiai tetap keberatan Kiai Ahmad Merokok.

&amp;ldquo;Kiai, tahan dululah. Sejam lagi sampai kita. Di sana kita merokok.&amp;rdquo; jelas kiai itu seperti dikutip dari lama NU Online.

Kiai Ahmad yang ditegur diam saja.

&amp;ldquo;Kiai, mending matikan saja rokoknya. Dan tutup jendelanya. Bahaya  juga kalau ada tiang listrik, tangan Sampean patah nanti,&amp;rdquo; seorang kiai  yang keberatan menakut-nakuti Kiai Ahmad. Tapi Kiai Ahmad cuek.

Laporlah ke Gus Dur kiai yang keberatan itu. Lalu Gus Dur yang duduk  di depan bicara lirih, &amp;ldquo;Bilang ke Kiai Ahmad, tangan dia kalau nabrak  tiang listrik bisa roboh tiangnya. Kalau roboh, mati lampu 3 kecamatan.&amp;rdquo;

Lalu disampaikanlah pesan Gus Dur itu ke Kiai Ahmad, tanpa basa basi,  Kiai Ahmad mematikan rokok, memasukkan tangannya, dan menutup jendela.

Gus Dur menyampaikan pesan setelah bercerita, &amp;ldquo;Itulah kiai, tidak  terlalu memperhatikan keselamatan dirinya, tapi kalau kemaslahatan umat,  kiai tidak main-main. Kita harus pandai-pandai bicara dengan kiai.&amp;rdquo;</description><content:encoded>MANTAN Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur selalu melontarkan canda yang mengocok perut, namun kadang ia juga melontarkan candaan yang serius.

Kali ini Gus Dur melontarkan humor untuk menjelaskan bagaimana kiai tidak main-main dengan satu prinsip syariat Islam: maslahah, tentang kebaikan umat banyak.

Suatu hari Gus Dur satu mobil dengan kiai-kiai. Ada 5-6 orang kiai. Mobil ber-AC. Tidak ada yang merokok, kecuali satu kiai. Kiai ini, sebut saja Kiai Ahmad. Dia akhirnya merokok.

Biar tidak mengganggu yang lain, Kiai Ahmad membuka jendel kaca. Di situlah tangan kiri Kiai Ahmad nyelonong keluar, megang rokok.

Tapi seorang kiai tetap keberatan Kiai Ahmad Merokok.

&amp;ldquo;Kiai, tahan dululah. Sejam lagi sampai kita. Di sana kita merokok.&amp;rdquo; jelas kiai itu seperti dikutip dari lama NU Online.

Kiai Ahmad yang ditegur diam saja.

&amp;ldquo;Kiai, mending matikan saja rokoknya. Dan tutup jendelanya. Bahaya  juga kalau ada tiang listrik, tangan Sampean patah nanti,&amp;rdquo; seorang kiai  yang keberatan menakut-nakuti Kiai Ahmad. Tapi Kiai Ahmad cuek.

Laporlah ke Gus Dur kiai yang keberatan itu. Lalu Gus Dur yang duduk  di depan bicara lirih, &amp;ldquo;Bilang ke Kiai Ahmad, tangan dia kalau nabrak  tiang listrik bisa roboh tiangnya. Kalau roboh, mati lampu 3 kecamatan.&amp;rdquo;

Lalu disampaikanlah pesan Gus Dur itu ke Kiai Ahmad, tanpa basa basi,  Kiai Ahmad mematikan rokok, memasukkan tangannya, dan menutup jendela.

Gus Dur menyampaikan pesan setelah bercerita, &amp;ldquo;Itulah kiai, tidak  terlalu memperhatikan keselamatan dirinya, tapi kalau kemaslahatan umat,  kiai tidak main-main. Kita harus pandai-pandai bicara dengan kiai.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
