<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KH Hasyim Asyari, Keturunan Kedelapan dari Jaka Tingkir</title><description>Mbah Hasyim (sapaannya) adalah keluarga kiai. Kakeknya, Kiai Utsman memimpin Pesantren Nggedang, sebelah utara Jombang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/15/337/2579237/kh-hasyim-asyari-keturunan-kedelapan-dari-jaka-tingkir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/15/337/2579237/kh-hasyim-asyari-keturunan-kedelapan-dari-jaka-tingkir"/><item><title>KH Hasyim Asyari, Keturunan Kedelapan dari Jaka Tingkir</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/15/337/2579237/kh-hasyim-asyari-keturunan-kedelapan-dari-jaka-tingkir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/15/337/2579237/kh-hasyim-asyari-keturunan-kedelapan-dari-jaka-tingkir</guid><pubDate>Jum'at 15 April 2022 03:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/14/337/2579237/kh-hasyim-asyari-keturunan-kedelapan-dari-jaka-tingkir-tfe3KoOIuV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Hasyim Asy'ari (Foto: NU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/14/337/2579237/kh-hasyim-asyari-keturunan-kedelapan-dari-jaka-tingkir-tfe3KoOIuV.jpg</image><title>KH Hasyim Asy'ari (Foto: NU)</title></images><description>WARGA Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin harus menyadari bahwa tanggal 14 Februari adalah waktu istimewa. Karena tepatnya di tahun 1871 telah lahir bayi yang memberikan warna baru bagi perjalanan bangsa Indonesia. Kala itu bertepatan dengan Selasa Kliwon, 24 Dzul Qa&amp;rsquo;dah 1287 H.

Bayi dimaksud adalah Hadratussyekh KH M Hasyim Asy&amp;rsquo;ari. Benar, putra ketiga dari 11 bersaudara pasangan Kiai Asyari dan Nyai Halimah tersebut dari garis ibu merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang).

Mbah Hasyim (sapaannya) adalah keluarga kiai. Kakeknya, Kiai Utsman memimpin Pesantren Nggedang, sebelah utara Jombang. Sedangkan ayahnya sendiri, Kiai Asy&amp;rsquo;ari, memimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Dua orang inilah yang menanamkan nilai dan dasar-dasar Islam secara kokoh kepadanya.

Dikutip dari Nu Online, Kakek Gus Dur tersebut wafat di daerah yang sama pada 21 Juli 1947 yang bertepatan dengan 3 Ramadhan 1366 H dalam usia 76 tahun. Sebagai pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, makam Mbah Hasyim yang berada di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, diziarahi ribuan orang tiap harinya.

BACA JUGA:KH Hasyim Asyari Ternyata Masih Keturunan Raja Brawijaya 


Tidak diragukan lagi, peran Mbah Hasyim penting sekali bagi perkembangan Islam di Nusantara. Ayahanda Menteri Agama fenomenal, KH A Wahid Hasyim, ini mendirikan Pesantren Tebuireng pada 1899 M. Hampir sebagian besar pesantren di Jawa dan Sumatera lahir dari rahim Pesantren Tebuireng.

Para kiainya juga pernah menjadi santri Mbah Hasyim. Selain itu, Hadratussyekh juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan mengajak santri berjuang melawan penjajah. Menurutnya, berjuang melawan perebut kedaulatan hukumnya fardlu &amp;lsquo;ain, wajib bagi setiap kaum muslimin Indonesia.

Selain itu, Hadratussyekh juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan mengajak para santri untuk berjuang melawan penjajah karena berjuang melawan mereka hukumnya fardlu ain, yakni wajib bagi setiap muslimin Indonesia.


Sebagaimana diriwayatkan dalam film nasional berjudul Sang Kiai, pada  22 Oktober 1945, Mbah Hasyim mengeluarkan fatwa jihad. Isinya, hukum  membela negara dan melawan penjajah adalah fardlu ain alias wajib bagi  setiap mukallaf (orang dewasa) yang berada dalam radius 88 kilometer.

Jadi, pahala perang melawan penjajah setara jihad fi sabilillah. Oleh  karena itu, orang Islam yang gugur dalam peperangan itu dihukumi  syahid. Fatwa jihad ini kemudian dikenal dengan istilah Resolusi Jihad.  Perjuangan Hadratussyekh dalam membela Tanah Air menginspirasi lahirnya  film Sang Kiai, sebuah film perjuangan yang diproduksi Rapi Films pada  2013.

Tidak berlebihan kiranya jika pemerintah Indonesia menetapkan  Hadratussyekh sebagai salah satu pahlawan nasional. Walhasil, sebagai  kaum muslimin Indonesia khususnya Nahdliyin, hendaknya menjadikan 14  Februari untuk mengirimkan doa terbaik kepada almaghfurlah. Alfatihah.
</description><content:encoded>WARGA Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin harus menyadari bahwa tanggal 14 Februari adalah waktu istimewa. Karena tepatnya di tahun 1871 telah lahir bayi yang memberikan warna baru bagi perjalanan bangsa Indonesia. Kala itu bertepatan dengan Selasa Kliwon, 24 Dzul Qa&amp;rsquo;dah 1287 H.

Bayi dimaksud adalah Hadratussyekh KH M Hasyim Asy&amp;rsquo;ari. Benar, putra ketiga dari 11 bersaudara pasangan Kiai Asyari dan Nyai Halimah tersebut dari garis ibu merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang).

Mbah Hasyim (sapaannya) adalah keluarga kiai. Kakeknya, Kiai Utsman memimpin Pesantren Nggedang, sebelah utara Jombang. Sedangkan ayahnya sendiri, Kiai Asy&amp;rsquo;ari, memimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Dua orang inilah yang menanamkan nilai dan dasar-dasar Islam secara kokoh kepadanya.

Dikutip dari Nu Online, Kakek Gus Dur tersebut wafat di daerah yang sama pada 21 Juli 1947 yang bertepatan dengan 3 Ramadhan 1366 H dalam usia 76 tahun. Sebagai pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, makam Mbah Hasyim yang berada di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, diziarahi ribuan orang tiap harinya.

BACA JUGA:KH Hasyim Asyari Ternyata Masih Keturunan Raja Brawijaya 


Tidak diragukan lagi, peran Mbah Hasyim penting sekali bagi perkembangan Islam di Nusantara. Ayahanda Menteri Agama fenomenal, KH A Wahid Hasyim, ini mendirikan Pesantren Tebuireng pada 1899 M. Hampir sebagian besar pesantren di Jawa dan Sumatera lahir dari rahim Pesantren Tebuireng.

Para kiainya juga pernah menjadi santri Mbah Hasyim. Selain itu, Hadratussyekh juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan mengajak santri berjuang melawan penjajah. Menurutnya, berjuang melawan perebut kedaulatan hukumnya fardlu &amp;lsquo;ain, wajib bagi setiap kaum muslimin Indonesia.

Selain itu, Hadratussyekh juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan mengajak para santri untuk berjuang melawan penjajah karena berjuang melawan mereka hukumnya fardlu ain, yakni wajib bagi setiap muslimin Indonesia.


Sebagaimana diriwayatkan dalam film nasional berjudul Sang Kiai, pada  22 Oktober 1945, Mbah Hasyim mengeluarkan fatwa jihad. Isinya, hukum  membela negara dan melawan penjajah adalah fardlu ain alias wajib bagi  setiap mukallaf (orang dewasa) yang berada dalam radius 88 kilometer.

Jadi, pahala perang melawan penjajah setara jihad fi sabilillah. Oleh  karena itu, orang Islam yang gugur dalam peperangan itu dihukumi  syahid. Fatwa jihad ini kemudian dikenal dengan istilah Resolusi Jihad.  Perjuangan Hadratussyekh dalam membela Tanah Air menginspirasi lahirnya  film Sang Kiai, sebuah film perjuangan yang diproduksi Rapi Films pada  2013.

Tidak berlebihan kiranya jika pemerintah Indonesia menetapkan  Hadratussyekh sebagai salah satu pahlawan nasional. Walhasil, sebagai  kaum muslimin Indonesia khususnya Nahdliyin, hendaknya menjadikan 14  Februari untuk mengirimkan doa terbaik kepada almaghfurlah. Alfatihah.
</content:encoded></item></channel></rss>
