<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fantastis! Kepala PPATK Sebut Temukan Transaksi Keuangan Capai Rp150 Triliun</title><description>Ia sempat berpikir transaksi narkotika yang nilainya paling besar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/15/337/2579768/fantastis-kepala-ppatk-sebut-temukan-transaksi-keuangan-capai-rp150-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/15/337/2579768/fantastis-kepala-ppatk-sebut-temukan-transaksi-keuangan-capai-rp150-triliun"/><item><title>Fantastis! Kepala PPATK Sebut Temukan Transaksi Keuangan Capai Rp150 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/15/337/2579768/fantastis-kepala-ppatk-sebut-temukan-transaksi-keuangan-capai-rp150-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/15/337/2579768/fantastis-kepala-ppatk-sebut-temukan-transaksi-keuangan-capai-rp150-triliun</guid><pubDate>Jum'at 15 April 2022 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/15/337/2579768/fantastis-kepala-ppatk-sebut-temukan-transaksi-keuangan-capai-rp150-triliun-4fcYubwPdl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (Foto: M Refi Sandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/15/337/2579768/fantastis-kepala-ppatk-sebut-temukan-transaksi-keuangan-capai-rp150-triliun-4fcYubwPdl.jpg</image><title>Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (Foto: M Refi Sandi)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengatakan, telah 17 tahun bekerja di lembaga pemeriksa transaksi keuangan tersebut. Ia sempat berpikir transaksi narkotika yang nilainya paling besar.

Namun, Ivan mengaku di PPATK dia menemukan transaksi senilai Rp150 triliun. Ia membeberkan laporan kejahatan transaksi keuangan bisa mencapai 45 ribu dalam satu jam.

&quot;Pencucian uang, saya 17 tahun di PPATK bagaimana PPATK bekerja PPATK salah satunya lembaga yang tidak terikat kerasnya perbankan. Nah, yang repotnya kejahatan itu berlindung dibalik kerasnya perbankan jadi PPATK satu jam menerima 45 ribu laporan per jam,&quot; kata Ivan saat memberikan sambutan di acara penganugerahan sabuk hitam dari Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) di Honbu Dojo Inkai, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/4/2022).
BACA JUGA:PPATK Ungkap Modus Pelaku Pencucian Uang, Sebut Polanya Monoton&amp;nbsp;
&quot;Dulu saya pikir transaksi 1-2 miliar di narkoba itu sudah besar. Tapi ternyata saya Rp1,5 triliun saya pikir sudah besar. Kita temukan terus Rp15 miliar, Rp28 miliar, Rp36 miliar, sekarang PPATK menemukan Rp150 triliun kita temukan,&quot; tambahnya.

Ivan juga memaparkan terkait temuan investasi ilegal yang merugikan ratusan ribu masyarakat. &quot;Akhirnya, kita temukan masalah investasi ilegal yang merugikan ratusan ribu orang kita dikejar kejar masyarakat, wartawan apa yang terjadi gitu. Nah pelaku pelaku itulah yang berlindung dibalik transaksi perbankan. Triliunan pak, belum lagi narkoba, belum lagi pendanaan terorisme,&quot; ucapnya.

Kemudian, Ivan mengingat masa saat dirinya menimba ilmu karate 30 tahun silam. Ia mengaku tak canggung saat menggunakan seragam karateka.
BACA JUGA:PPATK Cermati Arus Transaksi Jelang Pemilu 2024, Sejumlah Nama Masuk Radar&amp;nbsp;
Pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi Ivan disematkan sabuk langsung oleh pendiri INKAI. Selain itu, prosesi disaksikan para pengurus INKAI dan juga atlet Pelatnas Karate Indonesia.

&quot;Jadi saya ingat sekitar 30 tahun yang lalu saya di Barito itu terakhir kali saya menggunakan seragam ini. Jadi saya tidak canggung ya pakai seragam ini tidak canggung. Tapi lambang ini (lambang INKAI) dulu saya idam idamkan selalu melekat dengan kemampuan saya karate. Karena saya selalu kalau rebutan perempuan selalu kalah menarik di sekolah. Sehingga saya menggunakan lambang ini saya tempel menggunakan inbon di tas saya selalu begitu. Sekarang disematkan langsung oleh pendiri INKAI,&quot; ujarnya.

Lebih lanjut, Ivan akan membawa kehormatan yang diberikan INKAI dan menerapkannya di PPATK guna melindungi NKRI. &quot;Sekali lagi alhamdulillah hari ini saya dianugerahi kehormatan itu senantiasa akan kami pegang di PPATK modal kami bekerja untuk melindungi NKRI,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengatakan, telah 17 tahun bekerja di lembaga pemeriksa transaksi keuangan tersebut. Ia sempat berpikir transaksi narkotika yang nilainya paling besar.

Namun, Ivan mengaku di PPATK dia menemukan transaksi senilai Rp150 triliun. Ia membeberkan laporan kejahatan transaksi keuangan bisa mencapai 45 ribu dalam satu jam.

&quot;Pencucian uang, saya 17 tahun di PPATK bagaimana PPATK bekerja PPATK salah satunya lembaga yang tidak terikat kerasnya perbankan. Nah, yang repotnya kejahatan itu berlindung dibalik kerasnya perbankan jadi PPATK satu jam menerima 45 ribu laporan per jam,&quot; kata Ivan saat memberikan sambutan di acara penganugerahan sabuk hitam dari Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) di Honbu Dojo Inkai, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/4/2022).
BACA JUGA:PPATK Ungkap Modus Pelaku Pencucian Uang, Sebut Polanya Monoton&amp;nbsp;
&quot;Dulu saya pikir transaksi 1-2 miliar di narkoba itu sudah besar. Tapi ternyata saya Rp1,5 triliun saya pikir sudah besar. Kita temukan terus Rp15 miliar, Rp28 miliar, Rp36 miliar, sekarang PPATK menemukan Rp150 triliun kita temukan,&quot; tambahnya.

Ivan juga memaparkan terkait temuan investasi ilegal yang merugikan ratusan ribu masyarakat. &quot;Akhirnya, kita temukan masalah investasi ilegal yang merugikan ratusan ribu orang kita dikejar kejar masyarakat, wartawan apa yang terjadi gitu. Nah pelaku pelaku itulah yang berlindung dibalik transaksi perbankan. Triliunan pak, belum lagi narkoba, belum lagi pendanaan terorisme,&quot; ucapnya.

Kemudian, Ivan mengingat masa saat dirinya menimba ilmu karate 30 tahun silam. Ia mengaku tak canggung saat menggunakan seragam karateka.
BACA JUGA:PPATK Cermati Arus Transaksi Jelang Pemilu 2024, Sejumlah Nama Masuk Radar&amp;nbsp;
Pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi Ivan disematkan sabuk langsung oleh pendiri INKAI. Selain itu, prosesi disaksikan para pengurus INKAI dan juga atlet Pelatnas Karate Indonesia.

&quot;Jadi saya ingat sekitar 30 tahun yang lalu saya di Barito itu terakhir kali saya menggunakan seragam ini. Jadi saya tidak canggung ya pakai seragam ini tidak canggung. Tapi lambang ini (lambang INKAI) dulu saya idam idamkan selalu melekat dengan kemampuan saya karate. Karena saya selalu kalau rebutan perempuan selalu kalah menarik di sekolah. Sehingga saya menggunakan lambang ini saya tempel menggunakan inbon di tas saya selalu begitu. Sekarang disematkan langsung oleh pendiri INKAI,&quot; ujarnya.

Lebih lanjut, Ivan akan membawa kehormatan yang diberikan INKAI dan menerapkannya di PPATK guna melindungi NKRI. &quot;Sekali lagi alhamdulillah hari ini saya dianugerahi kehormatan itu senantiasa akan kami pegang di PPATK modal kami bekerja untuk melindungi NKRI,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
