<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kegundahan RA Kartini Akan Makna Alquran Dijawab Kiai Soleh</title><description>Manakah boleh aku cinta akan agamaku kalau aku tiada kenal, tiada boleh aku mengenalnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/18/337/2580550/kegundahan-ra-kartini-akan-makna-alquran-dijawab-kiai-soleh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/18/337/2580550/kegundahan-ra-kartini-akan-makna-alquran-dijawab-kiai-soleh"/><item><title>Kegundahan RA Kartini Akan Makna Alquran Dijawab Kiai Soleh</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/18/337/2580550/kegundahan-ra-kartini-akan-makna-alquran-dijawab-kiai-soleh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/18/337/2580550/kegundahan-ra-kartini-akan-makna-alquran-dijawab-kiai-soleh</guid><pubDate>Senin 18 April 2022 03:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/18/337/2580550/kegundahan-ra-kartini-akan-makna-alquran-dijawab-kiai-soleh-DyfVj3YJnU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi RA Kartini (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/18/337/2580550/kegundahan-ra-kartini-akan-makna-alquran-dijawab-kiai-soleh-DyfVj3YJnU.jpg</image><title>Ilustrasi RA Kartini (Foto : Istimewa)</title></images><description>RADEN Adjeng (RA) Kartini, wanita kelahiran Jepara, 21 April 1879, sempat menyuarakan kerisauannya terhadap proses mengajinya yang tak dibarengi dengan belajar terjemahan Al-Quran. Ia pun berhasrat mengungkap arti ayat-ayat dalam kitab suci tersebut.

Hal tersebut dungkapkan Kartini pada sahabat penanya Stella Zeehandelaar pada 6 November 1899 sebagamana dikutip dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

&quot;Manakah boleh aku cinta akan agamaku kalau aku tiada kenal, tiada boleh aku mengenalnya,&quot; ujar Kartini

Ia mengatakan Al-Qur'an terlalu suci sehingga tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun saat itu. &quot;Di sini tiada orang yang tahu bahasa Arab. Orang diajar di sini membaca Qur'an tetapi yang dibacanya itu tiada ia mengerti,&quot; tutur Kartini.

BACA JUGA:Pesan Khusus Ramadan, Biden Kutip Ayat Al Quran Ingatkan Kebaikan Sekecil Apapun Akan Terlihat Hasilnya

Menurut Kartini ketika belajar Al-Qur'an maka harus dibarengi dengan belajar terjemahannya. Ia pun berusaha agar bisa membaca dan menghayati kita suci umat Islam tersebut.

&quot;Sama saja engkau mengajar aku membaca kitab bahasa Inggris, aku harus hafal semuanya. Sedangkan tiada sepatah kata jua pun yang kau terangkat artinya kepadaku,&quot; kata Kartini.Dalam surat berikutnya, Kartini mengungkapkan kecurigannya bahwa sang guru juga tak tahu terjemahan Al-Qur'an. Meski begitu kegelisahannya terjawab usai bertemu Kiai Sholeh Darat asal Semarang.

Dalam pertemuan itu RA Kartini menggugah hati sang Kiai agar menerjemahkan isi ayat-ayat dalam Al-Qur'an. Lalu pada akhirnya sang ulama tersebut menerjemahkan surat demi surat.</description><content:encoded>RADEN Adjeng (RA) Kartini, wanita kelahiran Jepara, 21 April 1879, sempat menyuarakan kerisauannya terhadap proses mengajinya yang tak dibarengi dengan belajar terjemahan Al-Quran. Ia pun berhasrat mengungkap arti ayat-ayat dalam kitab suci tersebut.

Hal tersebut dungkapkan Kartini pada sahabat penanya Stella Zeehandelaar pada 6 November 1899 sebagamana dikutip dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

&quot;Manakah boleh aku cinta akan agamaku kalau aku tiada kenal, tiada boleh aku mengenalnya,&quot; ujar Kartini

Ia mengatakan Al-Qur'an terlalu suci sehingga tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun saat itu. &quot;Di sini tiada orang yang tahu bahasa Arab. Orang diajar di sini membaca Qur'an tetapi yang dibacanya itu tiada ia mengerti,&quot; tutur Kartini.

BACA JUGA:Pesan Khusus Ramadan, Biden Kutip Ayat Al Quran Ingatkan Kebaikan Sekecil Apapun Akan Terlihat Hasilnya

Menurut Kartini ketika belajar Al-Qur'an maka harus dibarengi dengan belajar terjemahannya. Ia pun berusaha agar bisa membaca dan menghayati kita suci umat Islam tersebut.

&quot;Sama saja engkau mengajar aku membaca kitab bahasa Inggris, aku harus hafal semuanya. Sedangkan tiada sepatah kata jua pun yang kau terangkat artinya kepadaku,&quot; kata Kartini.Dalam surat berikutnya, Kartini mengungkapkan kecurigannya bahwa sang guru juga tak tahu terjemahan Al-Qur'an. Meski begitu kegelisahannya terjawab usai bertemu Kiai Sholeh Darat asal Semarang.

Dalam pertemuan itu RA Kartini menggugah hati sang Kiai agar menerjemahkan isi ayat-ayat dalam Al-Qur'an. Lalu pada akhirnya sang ulama tersebut menerjemahkan surat demi surat.</content:encoded></item></channel></rss>
