<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Paparkan Paham Inilah yang Melindungi Indonesia dari Komunis dan Radikalisme</title><description>Menko Polhukam Mahfud MD menyebut penerapan Islam Wasathiyah oleh umat muslim telah membuat terbentuknya kekuatan komunal di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/19/337/2581364/mahfud-md-paparkan-paham-inilah-yang-melindungi-indonesia-dari-komunis-dan-radikalisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/19/337/2581364/mahfud-md-paparkan-paham-inilah-yang-melindungi-indonesia-dari-komunis-dan-radikalisme"/><item><title>Mahfud MD Paparkan Paham Inilah yang Melindungi Indonesia dari Komunis dan Radikalisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/19/337/2581364/mahfud-md-paparkan-paham-inilah-yang-melindungi-indonesia-dari-komunis-dan-radikalisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/19/337/2581364/mahfud-md-paparkan-paham-inilah-yang-melindungi-indonesia-dari-komunis-dan-radikalisme</guid><pubDate>Selasa 19 April 2022 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/19/337/2581364/mahfud-md-paparkan-paham-inilah-yang-melindungi-indonesia-dari-komunis-dan-radikalisme-wAJoj25axl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/19/337/2581364/mahfud-md-paparkan-paham-inilah-yang-melindungi-indonesia-dari-komunis-dan-radikalisme-wAJoj25axl.jpg</image><title>Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut penerapan Islam Wasathiyah oleh umat muslim telah membuat terbentuknya kekuatan komunal di Indonesia. Dengan demikian, komunisme dan ajaran anti Tuhan tak dapat berkembang.

Dia mengatakan, walaupun sempat berkembang dan membentuk partai politik, namun hal itu tidak berhasil melakukan revolusi dan membentuk diktator ploretariat.

&quot;Demikian pula dengan radikalisme di negara kita tidak mudah berkembang adalah karena Islam yang diyakini oleh masyarakat Indonesia adalah Islam washatiyah,&amp;rdquo; ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Selasa (19/4/2022).

Dirinya mengungkapkan, saat ini masih terdapat pemikiran dan kelompok radikal di Tanah Air. Kendati demikian, perkembangannya masih dapat dikontrol walaupun kerap kali melakukan bentuk aksi teror yang mengorbankan manusia dan harmoni sosial.

BACA JUGA:Mahfud MD Minta Masyarakat Jaga Kehidupan Sosial dan Moral agar Komunis-Radikal Tak Bangkit 


&quot;Jika paham radikalisme ini tidak terkontrol dan menjadi keyakinan mayoritas umat Islam, tentu Indonesia akan dengan mudah menjadi seperti Syiria dan Afghanistan,&quot; ungkapnya.

Mahfud menuturkan,  untuk mencapai tujuan masyarakat tanpa kelas, komunisme berada di titik ekstrem dengan menghalalkan segala cara. Adapun salah satunya yakni kekuasaan negara harus direbut dengan jalan revolusi oleh kelompok proletar dan kekuasaan yang dimiliki negara proletariat tak boleh dibatasi.

&quot;Sehingga disebut diktator ploretariat yang dalam sejarah negara di dunia selalu melahirkan penderitaan dan akhirnya runtuh satu demi satu,&quot; ucapnya.

Dia menegaskan, radikalisme merupakan suatu yang bertentangan dengan  ajaran Islam, dari titik paling prinsipil hingga praktik yang dilakukan.  Menurut dia, ajaran Islam meletakkan kebenaran mutlak hanya milik Allah  SWT, sedangkan kebenaran manusia bersifat relatif.

&amp;ldquo;Oleh karena itu, setiap yang diyakini sebagai kebenaran oleh manusia  harus selalu menyisakan ruang untuk melihat dan berdialog dengan  kebenaran lain. Hal ini tak berlaku dalam pandangan radikalisme yang  berpangkal pada klaim kebenaran tunggal yang ada pada kelompok mereka  sendiri,&quot; jelasnya.

&quot;Kelompok lain pasti salah dan harus tunduk pada kebenaran yang  mereka yakini. Jika tidak tunduk, maka harus dibinasakan dengan  menghalalkan semua cara termasuk penyiksaan dan pembunuhan,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut penerapan Islam Wasathiyah oleh umat muslim telah membuat terbentuknya kekuatan komunal di Indonesia. Dengan demikian, komunisme dan ajaran anti Tuhan tak dapat berkembang.

Dia mengatakan, walaupun sempat berkembang dan membentuk partai politik, namun hal itu tidak berhasil melakukan revolusi dan membentuk diktator ploretariat.

&quot;Demikian pula dengan radikalisme di negara kita tidak mudah berkembang adalah karena Islam yang diyakini oleh masyarakat Indonesia adalah Islam washatiyah,&amp;rdquo; ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Selasa (19/4/2022).

Dirinya mengungkapkan, saat ini masih terdapat pemikiran dan kelompok radikal di Tanah Air. Kendati demikian, perkembangannya masih dapat dikontrol walaupun kerap kali melakukan bentuk aksi teror yang mengorbankan manusia dan harmoni sosial.

BACA JUGA:Mahfud MD Minta Masyarakat Jaga Kehidupan Sosial dan Moral agar Komunis-Radikal Tak Bangkit 


&quot;Jika paham radikalisme ini tidak terkontrol dan menjadi keyakinan mayoritas umat Islam, tentu Indonesia akan dengan mudah menjadi seperti Syiria dan Afghanistan,&quot; ungkapnya.

Mahfud menuturkan,  untuk mencapai tujuan masyarakat tanpa kelas, komunisme berada di titik ekstrem dengan menghalalkan segala cara. Adapun salah satunya yakni kekuasaan negara harus direbut dengan jalan revolusi oleh kelompok proletar dan kekuasaan yang dimiliki negara proletariat tak boleh dibatasi.

&quot;Sehingga disebut diktator ploretariat yang dalam sejarah negara di dunia selalu melahirkan penderitaan dan akhirnya runtuh satu demi satu,&quot; ucapnya.

Dia menegaskan, radikalisme merupakan suatu yang bertentangan dengan  ajaran Islam, dari titik paling prinsipil hingga praktik yang dilakukan.  Menurut dia, ajaran Islam meletakkan kebenaran mutlak hanya milik Allah  SWT, sedangkan kebenaran manusia bersifat relatif.

&amp;ldquo;Oleh karena itu, setiap yang diyakini sebagai kebenaran oleh manusia  harus selalu menyisakan ruang untuk melihat dan berdialog dengan  kebenaran lain. Hal ini tak berlaku dalam pandangan radikalisme yang  berpangkal pada klaim kebenaran tunggal yang ada pada kelompok mereka  sendiri,&quot; jelasnya.

&quot;Kelompok lain pasti salah dan harus tunduk pada kebenaran yang  mereka yakini. Jika tidak tunduk, maka harus dibinasakan dengan  menghalalkan semua cara termasuk penyiksaan dan pembunuhan,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
