<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Pahlawan Perempuan dari Jawa Tengah Selain RA Kartini, Siapa Saja?</title><description>Sosok pejuang dan pahlawan bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/21/337/2582243/3-pahlawan-perempuan-dari-jawa-tengah-selain-ra-kartini-siapa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/21/337/2582243/3-pahlawan-perempuan-dari-jawa-tengah-selain-ra-kartini-siapa-saja"/><item><title>3 Pahlawan Perempuan dari Jawa Tengah Selain RA Kartini, Siapa Saja?</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/21/337/2582243/3-pahlawan-perempuan-dari-jawa-tengah-selain-ra-kartini-siapa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/21/337/2582243/3-pahlawan-perempuan-dari-jawa-tengah-selain-ra-kartini-siapa-saja</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 05:07 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Alexandra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/20/337/2582243/3-pahlawan-perempuan-dari-jawa-tengah-selain-ra-kartini-siapa-saja-Mft7SXIBz5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raden Ajeng Kartini (Foto: Instagram @er_apprl)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/20/337/2582243/3-pahlawan-perempuan-dari-jawa-tengah-selain-ra-kartini-siapa-saja-Mft7SXIBz5.jpg</image><title>Raden Ajeng Kartini (Foto: Instagram @er_apprl)</title></images><description>JAKARTA - Dalam hal memperjuangkan kemerdekaan bangsa semua lapisan masyarakat saling bekerja sama melalui berbagai cara. Semua warga turut ambil bagian untuk kemerdekaan, tak mempedulikan status sosial, daerah asal hingga gender. Sosok pejuang dan pahlawan bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya, di Jawa Tengah (Jateng).

Di Jawa Tengah terdapat banyak pahlawan nasional, baik laki-laki maupun perempuan. Tokoh pahlawan perempuan yang terkenal dari Jawa Tengah adalah R.A Kartini. Selain itu, ada pula beberapa pahlawan wanita lain yang berasal dari Jawa Tengah. Berikut daftarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Sejarah Singkat Raden Ajeng Kartini, Pejuang Kesetaraan Hak Perempuan
1. Nyi Ageng Serang
Nyi Ageng Serang, atau yang memiliki nama kecil Raden Ajeng Retno Kursiah Edi, lahir di Serang pada tahun 1762. Ayahnya merupakan Pangeran Ronggo Seda Jajar yang dijuluki Panembahan Senopati Notoprojo. Diketahui, Pangeran Notoprojo menguasai wilayah terpencil Kerajaan Mataram, lokasinya di wilayah Serang, perbatasan Grobogan-Sragen. Ia juga merupakan keturunan Sunan Kalijaga.
Baca juga:&amp;nbsp;10 Tokoh Wanita Mendapat Gelar Pahlawan Nasional, RA Kartini hingga Tien Soeharto
Meskipun Nyi Ageng Serang seorang perempuan, ia kerap mengikuti pelatihan militer bersama para prajurit pria. Ia juga tak gentar untuk maju berperang melawan Belanda pada Perang Diponegoro tahun 1825 sampai 1830. Nyi Ageng pernah memimpin pasukan untuk melawan Belanda karena ayahnya sudah lanjut usia dan saudara laki-lakinya gugur. Saat berusia 73 tahun, ia diangkat oleh Pangeran Diponegoro menjadi seorang penasihat. Ia meninggal pada tahun 1828 karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk. Atas dasar jasa-jasanya itu, Nyi Ageng Serang diberikan gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah pada 13 Desember 1974.
2. Nyai Ahmad Dahlan

Nyai Ahmad Dahlan, yang bernama asli Siti Walidah, lahir di Yogyakarta pada tahun 1872. Ia sering mengobarkan semangat kepada generasi muda untuk berjuang di Tanah Air. Ia adalah istri KH Ahmad Dahlan, seorang ulama sekaligus pelopor kebangkitan umat Islam. Pasangan suami istri ini mendirikan organisasi Muhammadiyah. Nyai Ahmad Dahlan juga sering memberikan pengajaran kepada perempuan dengan menyelenggarakan sekolah-sekolah putri. Ia pernah ikut andil berdiskusi tentang perang bersama Jenderal Soedirman dan Presiden Soekarno. Atas jasa-jasanya, Nyai Ahmad Dahlan dianugerahi gelar Pahalwan Nasional oleh pemerintah pada 22 September 1971.



3. Hj. Fatimah Siti Hartinah Suharto

Ia lahir pada 23 Agustus 1923 di Desa Jaten, Surakarta. Istri Presiden kedua Indonesia, Soeharto, ini lebih dikenal dengan nama Tien Soeharto. Selama menjadi ibu negara ia memiliki andil dalam membenahi Istana Negara dan Istana Merdeka di Jakarta dengan cara menambahkan unsur-unsur Nusantara. Tak hanya itu, lukisan karya pelukis asing yang terpampang di istana oun ia ganti dengan lukisan-lukisan karya pelukis Indonesia. Ibu Tien memang memiliki tujuan untuk menghidupkan budaya Nusantara. Hal itu ia wujudkan pula dengan membangun Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ibu Tien diberikan gelar Pahlawan Nasional pada 30 Juli 1996.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam hal memperjuangkan kemerdekaan bangsa semua lapisan masyarakat saling bekerja sama melalui berbagai cara. Semua warga turut ambil bagian untuk kemerdekaan, tak mempedulikan status sosial, daerah asal hingga gender. Sosok pejuang dan pahlawan bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya, di Jawa Tengah (Jateng).

Di Jawa Tengah terdapat banyak pahlawan nasional, baik laki-laki maupun perempuan. Tokoh pahlawan perempuan yang terkenal dari Jawa Tengah adalah R.A Kartini. Selain itu, ada pula beberapa pahlawan wanita lain yang berasal dari Jawa Tengah. Berikut daftarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Sejarah Singkat Raden Ajeng Kartini, Pejuang Kesetaraan Hak Perempuan
1. Nyi Ageng Serang
Nyi Ageng Serang, atau yang memiliki nama kecil Raden Ajeng Retno Kursiah Edi, lahir di Serang pada tahun 1762. Ayahnya merupakan Pangeran Ronggo Seda Jajar yang dijuluki Panembahan Senopati Notoprojo. Diketahui, Pangeran Notoprojo menguasai wilayah terpencil Kerajaan Mataram, lokasinya di wilayah Serang, perbatasan Grobogan-Sragen. Ia juga merupakan keturunan Sunan Kalijaga.
Baca juga:&amp;nbsp;10 Tokoh Wanita Mendapat Gelar Pahlawan Nasional, RA Kartini hingga Tien Soeharto
Meskipun Nyi Ageng Serang seorang perempuan, ia kerap mengikuti pelatihan militer bersama para prajurit pria. Ia juga tak gentar untuk maju berperang melawan Belanda pada Perang Diponegoro tahun 1825 sampai 1830. Nyi Ageng pernah memimpin pasukan untuk melawan Belanda karena ayahnya sudah lanjut usia dan saudara laki-lakinya gugur. Saat berusia 73 tahun, ia diangkat oleh Pangeran Diponegoro menjadi seorang penasihat. Ia meninggal pada tahun 1828 karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk. Atas dasar jasa-jasanya itu, Nyi Ageng Serang diberikan gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah pada 13 Desember 1974.
2. Nyai Ahmad Dahlan

Nyai Ahmad Dahlan, yang bernama asli Siti Walidah, lahir di Yogyakarta pada tahun 1872. Ia sering mengobarkan semangat kepada generasi muda untuk berjuang di Tanah Air. Ia adalah istri KH Ahmad Dahlan, seorang ulama sekaligus pelopor kebangkitan umat Islam. Pasangan suami istri ini mendirikan organisasi Muhammadiyah. Nyai Ahmad Dahlan juga sering memberikan pengajaran kepada perempuan dengan menyelenggarakan sekolah-sekolah putri. Ia pernah ikut andil berdiskusi tentang perang bersama Jenderal Soedirman dan Presiden Soekarno. Atas jasa-jasanya, Nyai Ahmad Dahlan dianugerahi gelar Pahalwan Nasional oleh pemerintah pada 22 September 1971.



3. Hj. Fatimah Siti Hartinah Suharto

Ia lahir pada 23 Agustus 1923 di Desa Jaten, Surakarta. Istri Presiden kedua Indonesia, Soeharto, ini lebih dikenal dengan nama Tien Soeharto. Selama menjadi ibu negara ia memiliki andil dalam membenahi Istana Negara dan Istana Merdeka di Jakarta dengan cara menambahkan unsur-unsur Nusantara. Tak hanya itu, lukisan karya pelukis asing yang terpampang di istana oun ia ganti dengan lukisan-lukisan karya pelukis Indonesia. Ibu Tien memang memiliki tujuan untuk menghidupkan budaya Nusantara. Hal itu ia wujudkan pula dengan membangun Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ibu Tien diberikan gelar Pahlawan Nasional pada 30 Juli 1996.</content:encoded></item></channel></rss>
