<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pentagon: AS Akan Kirim Drone Tempur Khusus ke Ukraina, Bisa untuk Operasi Taktis hingga Serangan</title><description>Amerika Serikat (AS) akan mengirim drone tempur Phoenix Ghost terbarunya ke Ukraina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/22/18/2583727/pentagon-as-akan-kirim-drone-tempur-khusus-ke-ukraina-bisa-untuk-operasi-taktis-hingga-serangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/22/18/2583727/pentagon-as-akan-kirim-drone-tempur-khusus-ke-ukraina-bisa-untuk-operasi-taktis-hingga-serangan"/><item><title>Pentagon: AS Akan Kirim Drone Tempur Khusus ke Ukraina, Bisa untuk Operasi Taktis hingga Serangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/22/18/2583727/pentagon-as-akan-kirim-drone-tempur-khusus-ke-ukraina-bisa-untuk-operasi-taktis-hingga-serangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/22/18/2583727/pentagon-as-akan-kirim-drone-tempur-khusus-ke-ukraina-bisa-untuk-operasi-taktis-hingga-serangan</guid><pubDate>Jum'at 22 April 2022 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/22/18/2583727/pentagon-as-akan-kirim-drone-tempur-khusus-ke-ukraina-bisa-untuk-operasi-taktis-hingga-serangan-ayjdZ91jGL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS akan kirim drone tempur ke Ukraina (Foto: AeroVironment/Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/22/18/2583727/pentagon-as-akan-kirim-drone-tempur-khusus-ke-ukraina-bisa-untuk-operasi-taktis-hingga-serangan-ayjdZ91jGL.jpg</image><title>AS akan kirim drone tempur ke Ukraina (Foto: AeroVironment/Instagram)</title></images><description>UKRAINA &amp;ndash; Pentagon mengumumkan pada Kamis (21/4), Amerika Serikat (AS) akan mengirim drone tempur Phoenix Ghost terbarunya ke Ukraina. Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terus  mempersenjatai Kiev setelah Rusia melancarkan serangan militer terhadap negara itu pada akhir Februari lalu.
Juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby kepada wartawan pada konferensi pers regular mengatakan pesawat tak berawak itu dikembangkan dengan cepat oleh Angkatan Udara sebagai tanggapan khusus terhadap persyaratan Ukraina.
&amp;ldquo;Dalam diskusi dengan Ukraina tentang persyaratan mereka, kami percaya bahwa sistem khusus ini akan sangat sesuai dengan kebutuhan mereka, terutama di Ukraina timur,&amp;rdquo; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Barat Terus Pasok Senjata ke Ukraina, Rusia Peringatkan Konfrontasi Militer Langsung dengan AS
Kirby mengatakan Phoenix Ghost agak mirip dengan drone kamikaze Switchblade yang telah dijanjikan Washington ke Kiev. Dia menjelaskan drone itu dirancang untuk operasi taktis, dan dapat digunakan untuk pengawasan, tetapi fokus utamanya adalah serangan.
Baca juga:&amp;nbsp;AS, Inggris, Kanada Janji Pasok Lebih Banyak Senjata Artileri ke Ukraina
&amp;ldquo;Kami melihat manfaatnya sekarang - saat ini - bagi Ukraina untuk menggunakannya. Jadi kami akan menyediakan beberapa di antaranya,&amp;rdquo; terangnya.

AEVEX Aerospace, perusahaan yang berbasis di California di balik proyek tersebut, menolak mengomentari pernyataan Kirby kepada media.




AS dan sekutunya di bawah NATO telah memasok Ukraina dengan berbagai senjata, mulai dari sistem rudal anti-tank dan anti-pesawat hingga kendaraan lapis baja.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Smyhal melakukan perjalanan ke AS pada Kamis (21/4), dan bertemu dengan Menteri Pertahanan Lloyd Austin.



Austin mengulangi &amp;ldquo;tekad murni&amp;rdquo; Washington untuk membantu Kiev melawan serangan Rusia. Pernyataan itu muncul setelah AS mengumumkan tambahan dana bantuan militer sebesar USD800 juta (Rp11 triliun) ke Ukraina.



Diketahui, Rusia menyerang negara tetangga pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk. Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.



Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.

</description><content:encoded>UKRAINA &amp;ndash; Pentagon mengumumkan pada Kamis (21/4), Amerika Serikat (AS) akan mengirim drone tempur Phoenix Ghost terbarunya ke Ukraina. Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terus  mempersenjatai Kiev setelah Rusia melancarkan serangan militer terhadap negara itu pada akhir Februari lalu.
Juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby kepada wartawan pada konferensi pers regular mengatakan pesawat tak berawak itu dikembangkan dengan cepat oleh Angkatan Udara sebagai tanggapan khusus terhadap persyaratan Ukraina.
&amp;ldquo;Dalam diskusi dengan Ukraina tentang persyaratan mereka, kami percaya bahwa sistem khusus ini akan sangat sesuai dengan kebutuhan mereka, terutama di Ukraina timur,&amp;rdquo; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Barat Terus Pasok Senjata ke Ukraina, Rusia Peringatkan Konfrontasi Militer Langsung dengan AS
Kirby mengatakan Phoenix Ghost agak mirip dengan drone kamikaze Switchblade yang telah dijanjikan Washington ke Kiev. Dia menjelaskan drone itu dirancang untuk operasi taktis, dan dapat digunakan untuk pengawasan, tetapi fokus utamanya adalah serangan.
Baca juga:&amp;nbsp;AS, Inggris, Kanada Janji Pasok Lebih Banyak Senjata Artileri ke Ukraina
&amp;ldquo;Kami melihat manfaatnya sekarang - saat ini - bagi Ukraina untuk menggunakannya. Jadi kami akan menyediakan beberapa di antaranya,&amp;rdquo; terangnya.

AEVEX Aerospace, perusahaan yang berbasis di California di balik proyek tersebut, menolak mengomentari pernyataan Kirby kepada media.




AS dan sekutunya di bawah NATO telah memasok Ukraina dengan berbagai senjata, mulai dari sistem rudal anti-tank dan anti-pesawat hingga kendaraan lapis baja.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Smyhal melakukan perjalanan ke AS pada Kamis (21/4), dan bertemu dengan Menteri Pertahanan Lloyd Austin.



Austin mengulangi &amp;ldquo;tekad murni&amp;rdquo; Washington untuk membantu Kiev melawan serangan Rusia. Pernyataan itu muncul setelah AS mengumumkan tambahan dana bantuan militer sebesar USD800 juta (Rp11 triliun) ke Ukraina.



Diketahui, Rusia menyerang negara tetangga pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk. Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.



Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.

</content:encoded></item></channel></rss>
