<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mudik Lebaran 2022 Diperbolehkan, Satgas Covid-19: Kita Jangan Jemawa, Risiko Penularan Masih Terjadi</title><description>Prokes ketat, kata dia penting dilakukan meskipun kasus Covid-19 saat ini jauh lebih terkendali, kendati pandemi masih ada dan WHO belum mencabutnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/22/337/2583656/mudik-lebaran-2022-diperbolehkan-satgas-covid-19-kita-jangan-jemawa-risiko-penularan-masih-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/22/337/2583656/mudik-lebaran-2022-diperbolehkan-satgas-covid-19-kita-jangan-jemawa-risiko-penularan-masih-terjadi"/><item><title>Mudik Lebaran 2022 Diperbolehkan, Satgas Covid-19: Kita Jangan Jemawa, Risiko Penularan Masih Terjadi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/22/337/2583656/mudik-lebaran-2022-diperbolehkan-satgas-covid-19-kita-jangan-jemawa-risiko-penularan-masih-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/22/337/2583656/mudik-lebaran-2022-diperbolehkan-satgas-covid-19-kita-jangan-jemawa-risiko-penularan-masih-terjadi</guid><pubDate>Jum'at 22 April 2022 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/22/337/2583656/mudik-lebaran-2022-diperbolehkan-satgas-covid-19-kita-jangan-jemawa-risiko-penularan-masih-terjadi-AaBICXoG3m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto:Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/22/337/2583656/mudik-lebaran-2022-diperbolehkan-satgas-covid-19-kita-jangan-jemawa-risiko-penularan-masih-terjadi-AaBICXoG3m.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto:Antara)</title></images><description>JAKARTA - Usai dikeluarkannya keputusan perihal libur cuti bersama dan masyarakat diperbolehkan untuk melakukan mudik lebaran, Satgas Covid-19 meminta pemudik untuk tidak kendur dan tetap menerapkan prokol kesehatan ketat saat mudik ke kampung halaman.
&quot;Ini yang menjadi perhatian jadi kita tidak sama sekali junawa, kendati lebih dari 60 persen populasi masyarakat sekarang sudah divaksin lengkap, tetapi risiko penularan masih terjadi,&quot; kata Ketua Bidang Komunikasi Satgas Covid-19 Hery Triyanto ketika didapuk sebagai pembicara dalam webinar Partai Perindo bertajuk &quot;Mudik Aman Menuju Endemik Covid-19&quot; pada Jumat (22/4/2022).
Menyandur dari pernyataan Presiden Joko Widodo terkait dengan mudik Lebaran 2022, Hery mengajak masyarakat yang ingin melakukan mudik untuk memenuhi syarat yang telah ditentukan pemerintah yakni sudah mendapatkan 2 kali vaksin dan 1 kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
&quot;Yang membuat kita kebal terhadap penularan atau hal yang bisa mencegah kita tertular adalah sebagaimana disebutkan Pak Jokowi menerapkan protokol kesehatan,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Jelang Mudik Lebaran, Truk Cs Dibatasi Masuk Tol dan Jalan Non-tol Mulai 28 April 2022! Berikut Lokasinya
Prokes ketat, kata dia penting dilakukan meskipun kasus Covid-19 saat ini jauh lebih terkendali, kendati pandemi masih ada dan WHO belum mencabutnya. Bahkan, secara keseluruhan dunia mampu mengendalikan penularan harian Covid-19 dengan baik dengan menekan level kematian ke tingkat rendah.
Baca juga:&amp;nbsp;Cegah Penularan Covid-19, Ini Tips Ajak Lansia di Kampung Halaman Patuh Prokes
Apalagi, menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia disebabkan dua hal. Pertama kepatuhan kepada disiplin protokol kesehatan dan kemudian yang kedua sebagian besar masyarakat di Indonesia sudah menjalani vaksinasi.Berita baiknya, Survei Serologi yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada akhir Maret 2022, menunjukkan bahwa 99,3 persen masyarakat Jawa-Bali sudah memiliki imunitas terhadap Covid-19.
&quot;Kalau ini kita bisa jaga seperti ini, maka kemungkinan terjadinya penuluran itu bisa saja ditekan, tetapi imunitas itu tidak membuat kita kebal terhadap penularan,&quot; jelas Hery.
Hery kembali berharap tidak ada varian baru Covid-19 yang survive dalam beberapa pekan ke depan, sehingga situasi ini bisa dikendalikan sampai pasca-mudik Lebaran 2022. Pasalnya, berkaca 2 tahun ke belakang lonjakan kasus Covid-19 ini selalu terjadi setelah Lebaran baik di tahun 2020 dan 2021.
&quot;Kenaikan kasus Covid-19 selalu terjadi setelah Lebaran. Delta waktu itu sangat dominan,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Mudik 2022, IDI Sarankan Pemudik Kendaraan Pribadi Siapkan Urinoar Darurat</description><content:encoded>JAKARTA - Usai dikeluarkannya keputusan perihal libur cuti bersama dan masyarakat diperbolehkan untuk melakukan mudik lebaran, Satgas Covid-19 meminta pemudik untuk tidak kendur dan tetap menerapkan prokol kesehatan ketat saat mudik ke kampung halaman.
&quot;Ini yang menjadi perhatian jadi kita tidak sama sekali junawa, kendati lebih dari 60 persen populasi masyarakat sekarang sudah divaksin lengkap, tetapi risiko penularan masih terjadi,&quot; kata Ketua Bidang Komunikasi Satgas Covid-19 Hery Triyanto ketika didapuk sebagai pembicara dalam webinar Partai Perindo bertajuk &quot;Mudik Aman Menuju Endemik Covid-19&quot; pada Jumat (22/4/2022).
Menyandur dari pernyataan Presiden Joko Widodo terkait dengan mudik Lebaran 2022, Hery mengajak masyarakat yang ingin melakukan mudik untuk memenuhi syarat yang telah ditentukan pemerintah yakni sudah mendapatkan 2 kali vaksin dan 1 kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
&quot;Yang membuat kita kebal terhadap penularan atau hal yang bisa mencegah kita tertular adalah sebagaimana disebutkan Pak Jokowi menerapkan protokol kesehatan,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Jelang Mudik Lebaran, Truk Cs Dibatasi Masuk Tol dan Jalan Non-tol Mulai 28 April 2022! Berikut Lokasinya
Prokes ketat, kata dia penting dilakukan meskipun kasus Covid-19 saat ini jauh lebih terkendali, kendati pandemi masih ada dan WHO belum mencabutnya. Bahkan, secara keseluruhan dunia mampu mengendalikan penularan harian Covid-19 dengan baik dengan menekan level kematian ke tingkat rendah.
Baca juga:&amp;nbsp;Cegah Penularan Covid-19, Ini Tips Ajak Lansia di Kampung Halaman Patuh Prokes
Apalagi, menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia disebabkan dua hal. Pertama kepatuhan kepada disiplin protokol kesehatan dan kemudian yang kedua sebagian besar masyarakat di Indonesia sudah menjalani vaksinasi.Berita baiknya, Survei Serologi yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada akhir Maret 2022, menunjukkan bahwa 99,3 persen masyarakat Jawa-Bali sudah memiliki imunitas terhadap Covid-19.
&quot;Kalau ini kita bisa jaga seperti ini, maka kemungkinan terjadinya penuluran itu bisa saja ditekan, tetapi imunitas itu tidak membuat kita kebal terhadap penularan,&quot; jelas Hery.
Hery kembali berharap tidak ada varian baru Covid-19 yang survive dalam beberapa pekan ke depan, sehingga situasi ini bisa dikendalikan sampai pasca-mudik Lebaran 2022. Pasalnya, berkaca 2 tahun ke belakang lonjakan kasus Covid-19 ini selalu terjadi setelah Lebaran baik di tahun 2020 dan 2021.
&quot;Kenaikan kasus Covid-19 selalu terjadi setelah Lebaran. Delta waktu itu sangat dominan,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Mudik 2022, IDI Sarankan Pemudik Kendaraan Pribadi Siapkan Urinoar Darurat</content:encoded></item></channel></rss>
