<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Cara Unik Gambarkan Konflik di Partainya, Pelesetan Bikin Orang Ngakak!</title><description>Kilas humor-humor Gus Dur tak lekang di makan zaman karena sarat konteks.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2584382/humor-gus-dur-cara-unik-gambarkan-konflik-di-partainya-pelesetan-bikin-orang-ngakak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2584382/humor-gus-dur-cara-unik-gambarkan-konflik-di-partainya-pelesetan-bikin-orang-ngakak"/><item><title>Humor Gus Dur: Cara Unik Gambarkan Konflik di Partainya, Pelesetan Bikin Orang Ngakak!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2584382/humor-gus-dur-cara-unik-gambarkan-konflik-di-partainya-pelesetan-bikin-orang-ngakak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2584382/humor-gus-dur-cara-unik-gambarkan-konflik-di-partainya-pelesetan-bikin-orang-ngakak</guid><pubDate>Senin 25 April 2022 03:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/24/337/2584382/humor-gus-dur-cara-unik-gambarkan-konflik-di-partainya-pelesetan-bikin-orang-ngakak-qZLUbgoiu3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/24/337/2584382/humor-gus-dur-cara-unik-gambarkan-konflik-di-partainya-pelesetan-bikin-orang-ngakak-qZLUbgoiu3.jpg</image><title>KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kilas humor-humor Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur tak lekang di makan zaman karena sarat konteks. Bahkan masyarakat bisa belajar banyak dari humor-humornya. Misal ketika di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terjadi konflik. Konflik ini seakan tak menemui titik ujung sehingga tidak sedikit menguras elemen-elemen yang ada di dalamnya.



Diceritakan oleh Maman Imanulhaq dalam bukunya Fatwa dan Canda Gus Dur (2010), cucu KH Hasyim Asy&amp;rsquo;ari tersebut tetap memperlihatkan optimisme tinggi kepada para kadernya. Mereka menyadari bahwa setiap konflik menyimpan banyak pendewasaan terhadap diri seseorang. Demikian dilansir dari NU Online.

Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Mahasiswa Disuruh Buat Soal dan Nilai Sendiri Ujiannya, Kok Bisa?

Gus Dur memandang seluruh masalah dengan optimisme. Menurutnya, masalah itu dibagi menjadi tiga; ada yang bisa diselesaikan dengan cepat, ada yang bisa diselesaikan tetapi lambat, dan ada yang tidak bisa diselesaikan. Sebab itu, serahkan semuanya kepada Allah, tawakaltu &amp;lsquo;alallah.

&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Penghuni Surga dan Neraka Mau Bikin Jembatan, Apa Terealisasi?
Gus Dur menegaskan bahwa yang benar ialah penyelesaian masalah bukan pemecahan masalah. Karena kalau pemecahan, maka satu masalah bisa &amp;lsquo;pecah&amp;rsquo; jadi beberapa masalah. Karenanya, kata Gus Dur, partai ini banyak dikatakan orang sebagai PKB, yaitu Partai Konflik Berkepanjangan.







Seketika, orang-orang di sekelilingnya tertawa mendengar plesetan kepanjangan tersebut. Mereka memang sedih mendengarnya, tetapi campur bahagia karena salah satu keistimewaan Gus Dur ialah mampu menertawakan kekurangannya sendiri, yaitu yang ada dalam partai yang didirikannya Sudahkah.</description><content:encoded>JAKARTA - Kilas humor-humor Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur tak lekang di makan zaman karena sarat konteks. Bahkan masyarakat bisa belajar banyak dari humor-humornya. Misal ketika di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terjadi konflik. Konflik ini seakan tak menemui titik ujung sehingga tidak sedikit menguras elemen-elemen yang ada di dalamnya.



Diceritakan oleh Maman Imanulhaq dalam bukunya Fatwa dan Canda Gus Dur (2010), cucu KH Hasyim Asy&amp;rsquo;ari tersebut tetap memperlihatkan optimisme tinggi kepada para kadernya. Mereka menyadari bahwa setiap konflik menyimpan banyak pendewasaan terhadap diri seseorang. Demikian dilansir dari NU Online.

Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Mahasiswa Disuruh Buat Soal dan Nilai Sendiri Ujiannya, Kok Bisa?

Gus Dur memandang seluruh masalah dengan optimisme. Menurutnya, masalah itu dibagi menjadi tiga; ada yang bisa diselesaikan dengan cepat, ada yang bisa diselesaikan tetapi lambat, dan ada yang tidak bisa diselesaikan. Sebab itu, serahkan semuanya kepada Allah, tawakaltu &amp;lsquo;alallah.

&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Penghuni Surga dan Neraka Mau Bikin Jembatan, Apa Terealisasi?
Gus Dur menegaskan bahwa yang benar ialah penyelesaian masalah bukan pemecahan masalah. Karena kalau pemecahan, maka satu masalah bisa &amp;lsquo;pecah&amp;rsquo; jadi beberapa masalah. Karenanya, kata Gus Dur, partai ini banyak dikatakan orang sebagai PKB, yaitu Partai Konflik Berkepanjangan.







Seketika, orang-orang di sekelilingnya tertawa mendengar plesetan kepanjangan tersebut. Mereka memang sedih mendengarnya, tetapi campur bahagia karena salah satu keistimewaan Gus Dur ialah mampu menertawakan kekurangannya sendiri, yaitu yang ada dalam partai yang didirikannya Sudahkah.</content:encoded></item></channel></rss>
