<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Status Gunung Anak Krakatau Naik Siaga 3</title><description>Dalam laporan itu, terlihat asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal tinggi sekitar 3.000 meter dari puncak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2584586/status-gunung-anak-krakatau-naik-siaga-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2584586/status-gunung-anak-krakatau-naik-siaga-3"/><item><title>Status Gunung Anak Krakatau Naik Siaga 3</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2584586/status-gunung-anak-krakatau-naik-siaga-3</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2584586/status-gunung-anak-krakatau-naik-siaga-3</guid><pubDate>Senin 25 April 2022 05:04 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/25/337/2584586/status-gunung-anak-krakatau-naik-siaga-3-Nlvu9TYgFv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Anak Krakatau Siaga 3 (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/25/337/2584586/status-gunung-anak-krakatau-naik-siaga-3-Nlvu9TYgFv.jpg</image><title>Gunung Anak Krakatau Siaga 3 (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Anak Krakatau kembali mengeluarkan erupsi pada Minggu (24/4/2022) sore. Status gunung yang terletak di perairan selat sunda itu kini menjadi waspada atau siaga III.
&quot;Tingkat aktivitas Gunungapi anak krakatau level siaga III (tiga),&quot; tulis keterangan Badan Geologi Kementerian ESDM yang dikutip melalui website resminya www.magma.esdm.go.id pada Senin (25/4/2022).
Dalam laporan itu, terlihat asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal tinggi sekitar 3.000 meter dari puncak.
Baca juga:&amp;nbsp;Berpotensi Alami Letusan, Status Gunung Ruang Dulut Dinaikkan Menjadi Waspada
Adapun keadaan cuaca di sana dilaporkan berawan dengan suhu udara sekitar 28-29&amp;deg;C dan tingkat kelembaban 40-76 persen.
&quot;Sesekali terdengar suara gemuruh letusan dari Gunung Anak Krakatau di Pos Pga Pasauran,&quot; lanjut laporan itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Gunung Semeru Muntahkan Asap Seperti Naga, Ini Penjelasan AhliBadan Geologi mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah.
&quot;Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif,&quot; tutup laporan itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Badan Geologi Minta Warga Pasaman Barat Waspadai Likuefaksi Usai Diguncang Gempa</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Anak Krakatau kembali mengeluarkan erupsi pada Minggu (24/4/2022) sore. Status gunung yang terletak di perairan selat sunda itu kini menjadi waspada atau siaga III.
&quot;Tingkat aktivitas Gunungapi anak krakatau level siaga III (tiga),&quot; tulis keterangan Badan Geologi Kementerian ESDM yang dikutip melalui website resminya www.magma.esdm.go.id pada Senin (25/4/2022).
Dalam laporan itu, terlihat asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal tinggi sekitar 3.000 meter dari puncak.
Baca juga:&amp;nbsp;Berpotensi Alami Letusan, Status Gunung Ruang Dulut Dinaikkan Menjadi Waspada
Adapun keadaan cuaca di sana dilaporkan berawan dengan suhu udara sekitar 28-29&amp;deg;C dan tingkat kelembaban 40-76 persen.
&quot;Sesekali terdengar suara gemuruh letusan dari Gunung Anak Krakatau di Pos Pga Pasauran,&quot; lanjut laporan itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Gunung Semeru Muntahkan Asap Seperti Naga, Ini Penjelasan AhliBadan Geologi mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah.
&quot;Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif,&quot; tutup laporan itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Badan Geologi Minta Warga Pasaman Barat Waspadai Likuefaksi Usai Diguncang Gempa</content:encoded></item></channel></rss>
