<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivitas Gunung Anak Krakatau Siaga III, BMKG Minta Pemda Cek Rencana Evakuasi</title><description>Kepala BMKG, Dwikorita meminta BPBD dan Pemerintah setempat menyiapkan dan mengecek rencana evakuasi&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2585160/aktivitas-gunung-anak-krakatau-siaga-iii-bmkg-minta-pemda-cek-rencana-evakuasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2585160/aktivitas-gunung-anak-krakatau-siaga-iii-bmkg-minta-pemda-cek-rencana-evakuasi"/><item><title>Aktivitas Gunung Anak Krakatau Siaga III, BMKG Minta Pemda Cek Rencana Evakuasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2585160/aktivitas-gunung-anak-krakatau-siaga-iii-bmkg-minta-pemda-cek-rencana-evakuasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/25/337/2585160/aktivitas-gunung-anak-krakatau-siaga-iii-bmkg-minta-pemda-cek-rencana-evakuasi</guid><pubDate>Senin 25 April 2022 23:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/25/337/2585160/aktivitas-gunung-anak-krakatau-siaga-iii-bmkg-minta-pemda-cek-rencana-evakuasi-6bXRKKKKIU.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG, Dwikorita (Foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/25/337/2585160/aktivitas-gunung-anak-krakatau-siaga-iii-bmkg-minta-pemda-cek-rencana-evakuasi-6bXRKKKKIU.jpeg</image><title>Kepala BMKG, Dwikorita (Foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Kepala BMKG, Dwikorita meminta BPBD dan Pemerintah setempat menyiapkan dan mengecek rencana evakuasi guna mengantisipasi potensi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

&quot;Ini kan masih di level kesiapsiagaan, masih potensi, jadi levelnya masih waspada. Namun juga, barang kali BPBD atau pemerintah daerah setempat seyogyanya sudah mulai menyiapkan kontingensi plan, kalau seandainya berkembang itu kemungkinan terburuk sepertinya juga perlu disiapkan,&quot; ujarnya melalui konfrensi persnya di akun Youtube resmi BMKG, Senin (25/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Ahli Tsunami: Harus Belajar dari Kejadian 2018
Menurutnya, saat ini aktivitas GAK masih berstatus siaga, meski belum memasuki fase status krisis dan diharapkan memang tak sampai memasuki fase status tersebut, tapi manakala terjadi perkembangan ke arah tersebut, BPBD dan Pemerintah daerah setempat perlu mengantisipasinya. Makanya, harus disiapkan rencana antisipasi tersebut, misalnya saja dari segi jalur-jalur evakuasi manakala terjadi perkembangan terburuk.

&quot;Perlu dicek juga apakah jalur evakuasi itu rambu-rambunya sudah cukup jelas, misal contoh sederhananya seperti itu,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ahli Tsunami Sebut Peningkatan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Wajib Diwaspadai
Dia menerangkan, shelter-shelter di wilayahnya juga harus harus dipastikan oleh BPBD dan Pemerintah setempat, apakah masih beroperasi ataukah tidak sehingga saat terjadi kemungkinan terburuk dari aktivitas GAK bisa digunakan dengan baik. Sama halnya dengan BMKG, yang kerap melakukan pengecekan shelter-shelter di sejumlah kawasan Indonesia guna memastikan shelter tersebut beroperasi dengan baik.

&quot;Demikian juga BMKG, kami juga memastikan semua perlatan berjalan dengan baik, performanya dengan maksimal. Artinya, belum sampai level krisis, tapi penyiapan-penyiapan kemungkinan terburuk sudah perlu kita cek meski masyarakat masih bisa beraktivitas disitu, bukan dievakuasi, ini hanya kesiapan saja,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kepala BMKG, Dwikorita meminta BPBD dan Pemerintah setempat menyiapkan dan mengecek rencana evakuasi guna mengantisipasi potensi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

&quot;Ini kan masih di level kesiapsiagaan, masih potensi, jadi levelnya masih waspada. Namun juga, barang kali BPBD atau pemerintah daerah setempat seyogyanya sudah mulai menyiapkan kontingensi plan, kalau seandainya berkembang itu kemungkinan terburuk sepertinya juga perlu disiapkan,&quot; ujarnya melalui konfrensi persnya di akun Youtube resmi BMKG, Senin (25/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Ahli Tsunami: Harus Belajar dari Kejadian 2018
Menurutnya, saat ini aktivitas GAK masih berstatus siaga, meski belum memasuki fase status krisis dan diharapkan memang tak sampai memasuki fase status tersebut, tapi manakala terjadi perkembangan ke arah tersebut, BPBD dan Pemerintah daerah setempat perlu mengantisipasinya. Makanya, harus disiapkan rencana antisipasi tersebut, misalnya saja dari segi jalur-jalur evakuasi manakala terjadi perkembangan terburuk.

&quot;Perlu dicek juga apakah jalur evakuasi itu rambu-rambunya sudah cukup jelas, misal contoh sederhananya seperti itu,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ahli Tsunami Sebut Peningkatan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Wajib Diwaspadai
Dia menerangkan, shelter-shelter di wilayahnya juga harus harus dipastikan oleh BPBD dan Pemerintah setempat, apakah masih beroperasi ataukah tidak sehingga saat terjadi kemungkinan terburuk dari aktivitas GAK bisa digunakan dengan baik. Sama halnya dengan BMKG, yang kerap melakukan pengecekan shelter-shelter di sejumlah kawasan Indonesia guna memastikan shelter tersebut beroperasi dengan baik.

&quot;Demikian juga BMKG, kami juga memastikan semua perlatan berjalan dengan baik, performanya dengan maksimal. Artinya, belum sampai level krisis, tapi penyiapan-penyiapan kemungkinan terburuk sudah perlu kita cek meski masyarakat masih bisa beraktivitas disitu, bukan dievakuasi, ini hanya kesiapan saja,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
