<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Harimau Berkeliaran, Pemilik Kebun Sawit di Riau Sewa Bodyguard</title><description>Walau harimau masih berkeliaran, namun sebagian warga desa Tasik Tebing Serai tetap harus mencari nafkah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/25/340/2584668/ada-harimau-berkeliaran-pemilik-kebun-sawit-di-riau-sewa-bodyguard</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/25/340/2584668/ada-harimau-berkeliaran-pemilik-kebun-sawit-di-riau-sewa-bodyguard"/><item><title>Ada Harimau Berkeliaran, Pemilik Kebun Sawit di Riau Sewa Bodyguard</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/25/340/2584668/ada-harimau-berkeliaran-pemilik-kebun-sawit-di-riau-sewa-bodyguard</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/25/340/2584668/ada-harimau-berkeliaran-pemilik-kebun-sawit-di-riau-sewa-bodyguard</guid><pubDate>Senin 25 April 2022 09:52 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/25/340/2584668/ada-harimau-berkeliaran-pemilik-kebun-sawit-di-riau-sewa-bodyguard-QKZm24YYjh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: WWF)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/25/340/2584668/ada-harimau-berkeliaran-pemilik-kebun-sawit-di-riau-sewa-bodyguard-QKZm24YYjh.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: WWF)</title></images><description>PEKANBARU - Walau harimau masih berkeliaran, namun sebagian warga desa Tasik Tebing Serai tetap harus mencari nafkah. Dimana sebagian warga hidup pata hasil pertanian dan kebun kelapa sawit.
Untuk kebun sawit, pemilik terpaksa harus menyewa bodyguard untuk memanen TBS (tandan buah sawit). Hal ini untuk mengantisipasi jika ada hal yang tidak diinginkan berjumpa Si Raja Hutan.
&quot;Iya warga yang punya sawit sekarang harus menyewa pengawal jika mau panen,&quot; kata Kepala Desa Tasik Tebing Serai, Junadi Senin (25/4/2022) kepada MPI .
Untuk menyewa bodyguard, pemilik kebun harus merogoh kocek. Dimana untuk satu orang pengawal dibayar Rp 150 ribu. Pengawalnya harus lebih dari satu orang.
BACA JUGA:Harimau Berkeliaran di Perkampungan, Sekolah Diliburkan
&quot;Rata rata harus menyewa tiga pengawal saat memanen. Satu pengawal Rp 150 ribu,&quot; ucapnya.
Dia menjelaskan, bahwa pengawal itu berasal dari warga desa yang kebetulan tidak memiliki pekerjaan atau memiliki waktu luang. Bodyguard ini bertugas terus mengawasi pekerja yang memanen buah sawit di perkebunan.&quot;Pengawalnya penduduk sini yang tidak punya kerja,&quot; tukasnya.
Sementara untuk petani seperti jagung, ubi dan lainnya tidak berani  ke ladang. &quot;Untuk petani mereka memilih tidak ke ladang,&quot; tukasnya.
Datuk-julukan harimau di Riau sudah berada di desa sejak 6 April  2022. Harimau menerkam warga bernama Indra. Belakangan Indra diketaui  berprofesi sebagai petani sekaligus pemburu. (kha)</description><content:encoded>PEKANBARU - Walau harimau masih berkeliaran, namun sebagian warga desa Tasik Tebing Serai tetap harus mencari nafkah. Dimana sebagian warga hidup pata hasil pertanian dan kebun kelapa sawit.
Untuk kebun sawit, pemilik terpaksa harus menyewa bodyguard untuk memanen TBS (tandan buah sawit). Hal ini untuk mengantisipasi jika ada hal yang tidak diinginkan berjumpa Si Raja Hutan.
&quot;Iya warga yang punya sawit sekarang harus menyewa pengawal jika mau panen,&quot; kata Kepala Desa Tasik Tebing Serai, Junadi Senin (25/4/2022) kepada MPI .
Untuk menyewa bodyguard, pemilik kebun harus merogoh kocek. Dimana untuk satu orang pengawal dibayar Rp 150 ribu. Pengawalnya harus lebih dari satu orang.
BACA JUGA:Harimau Berkeliaran di Perkampungan, Sekolah Diliburkan
&quot;Rata rata harus menyewa tiga pengawal saat memanen. Satu pengawal Rp 150 ribu,&quot; ucapnya.
Dia menjelaskan, bahwa pengawal itu berasal dari warga desa yang kebetulan tidak memiliki pekerjaan atau memiliki waktu luang. Bodyguard ini bertugas terus mengawasi pekerja yang memanen buah sawit di perkebunan.&quot;Pengawalnya penduduk sini yang tidak punya kerja,&quot; tukasnya.
Sementara untuk petani seperti jagung, ubi dan lainnya tidak berani  ke ladang. &quot;Untuk petani mereka memilih tidak ke ladang,&quot; tukasnya.
Datuk-julukan harimau di Riau sudah berada di desa sejak 6 April  2022. Harimau menerkam warga bernama Indra. Belakangan Indra diketaui  berprofesi sebagai petani sekaligus pemburu. (kha)</content:encoded></item></channel></rss>
