<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilu Mak Jua: Sendiri di Hari Tua, Berkali-kali Hartanya Dicuri Manusia Bertopeng</title><description>Kerutan pada wajah lansia itu menggambarkan betapa keras hidupnya yang sebatang kara kendati telah memasuki usia senja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/26/337/2584977/pilu-mak-jua-sendiri-di-hari-tua-berkali-kali-hartanya-dicuri-manusia-bertopeng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/26/337/2584977/pilu-mak-jua-sendiri-di-hari-tua-berkali-kali-hartanya-dicuri-manusia-bertopeng"/><item><title>Pilu Mak Jua: Sendiri di Hari Tua, Berkali-kali Hartanya Dicuri Manusia Bertopeng</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/26/337/2584977/pilu-mak-jua-sendiri-di-hari-tua-berkali-kali-hartanya-dicuri-manusia-bertopeng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/26/337/2584977/pilu-mak-jua-sendiri-di-hari-tua-berkali-kali-hartanya-dicuri-manusia-bertopeng</guid><pubDate>Selasa 26 April 2022 05:57 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/25/337/2584977/pilu-mak-jua-sendiri-di-hari-tua-berkali-kali-hartanya-dicuri-manusia-bertopeng-IIQOfsjiTT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mak Jua dengan kesedihannya (Foto: MPI/Dharmawan Hadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/25/337/2584977/pilu-mak-jua-sendiri-di-hari-tua-berkali-kali-hartanya-dicuri-manusia-bertopeng-IIQOfsjiTT.jpg</image><title>Mak Jua dengan kesedihannya (Foto: MPI/Dharmawan Hadi)</title></images><description>SUKABUMI - Derai air mata menghiasi wajah Mak Jua saat bertemu relawan kemanusiaan di bawah lembaga SKP Indonesia di rumahnya yang hampir ambruk di Kampung Lebakmuncang, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Kerutan pada wajah lansia itu menggambarkan betapa keras hidupnya yang sebatang kara kendati telah memasuki usia senja. Betapa tidak, Mak Jua menceritakan kesedihannya lantaran rumahnya kerap disambangi oleh maling bertopeng.

Kata dia, seorang pencuri tega mengambil peralatan rumah tangga hingga uang yang selalu dikumpulkannya untuk memperbaiki rumah. Pencuri itu berkali-kali datang dan menggondol uang Mak Jua.

&quot;Mak Jua ini hidup sebatang kara di rumahnya, dan dia beberapa kali mengalami kehilangan perabotan rumah tangga, padi dan beras, juga uang untuk memperbaiki rumahnya yang sudah ditopang oleh kayu agar tidak ambruk,&quot; ujar relawan kemanusiaan SKP Indonesia Kristiawan kepada MNC Portal Indonesia, Senin (25/4/2022).

BACA JUGA:Wapres: 35 Kabupaten dengan Kemiskinan Ekstrem Ditandai Tak Punya Akses Air Layak


Kesedihan Mak Jua, lanjut Kristiawan, terlihat saat dirinya menanyakan jumlah uang yang diambil si manusia panjang tangan itu.

Sebanyak Rp610 ribu ditambah Rp250 ribu yang dikumpulkan Mak Jua berhasil digondolnya pada siang hari. Bahkan kejadian pencurian tersebut tak hanya sekali tapi berkali-kali sehingga Mak Jua tidak bisa memperbaiki tempat tinggalnya.


&quot;Kondisi rumah panggung Mak Jua sudah memprihatinkan, kebocoran dan  ancaman ambruk bisa terjadi kapan saja. Dinding dan atap yang terbuat  dari bilik bambu sudah rapuh dimakan usia, hal tersebut semaki parah  ketika hujan datang, air yang masuk ke dalam rumah mempercepat perapuhan  kayu dan bilik bambu yang ada di rumah Mak Jua,&quot; kata Kristiawan.

Saat ini Mak Jua tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Uang sudah hilang.  Nenek berjilbab biru itu hanya bisa pasrah dengan keadaan. Harapannya  untuk memperbaiki rumah sudah sirna, apalagi si pencuri juga mengambil  perabotan di dalam rumahnya.

Kristiawan hanya bisa mengentuk hati para dermawan untuk membantu Mak  Jua memperbaiki rumahnya agar bisa hidup layak dan Mak Jua tak dihantui  was-was rumahnya ambruk yang bisa mencelakainya.
</description><content:encoded>SUKABUMI - Derai air mata menghiasi wajah Mak Jua saat bertemu relawan kemanusiaan di bawah lembaga SKP Indonesia di rumahnya yang hampir ambruk di Kampung Lebakmuncang, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Kerutan pada wajah lansia itu menggambarkan betapa keras hidupnya yang sebatang kara kendati telah memasuki usia senja. Betapa tidak, Mak Jua menceritakan kesedihannya lantaran rumahnya kerap disambangi oleh maling bertopeng.

Kata dia, seorang pencuri tega mengambil peralatan rumah tangga hingga uang yang selalu dikumpulkannya untuk memperbaiki rumah. Pencuri itu berkali-kali datang dan menggondol uang Mak Jua.

&quot;Mak Jua ini hidup sebatang kara di rumahnya, dan dia beberapa kali mengalami kehilangan perabotan rumah tangga, padi dan beras, juga uang untuk memperbaiki rumahnya yang sudah ditopang oleh kayu agar tidak ambruk,&quot; ujar relawan kemanusiaan SKP Indonesia Kristiawan kepada MNC Portal Indonesia, Senin (25/4/2022).

BACA JUGA:Wapres: 35 Kabupaten dengan Kemiskinan Ekstrem Ditandai Tak Punya Akses Air Layak


Kesedihan Mak Jua, lanjut Kristiawan, terlihat saat dirinya menanyakan jumlah uang yang diambil si manusia panjang tangan itu.

Sebanyak Rp610 ribu ditambah Rp250 ribu yang dikumpulkan Mak Jua berhasil digondolnya pada siang hari. Bahkan kejadian pencurian tersebut tak hanya sekali tapi berkali-kali sehingga Mak Jua tidak bisa memperbaiki tempat tinggalnya.


&quot;Kondisi rumah panggung Mak Jua sudah memprihatinkan, kebocoran dan  ancaman ambruk bisa terjadi kapan saja. Dinding dan atap yang terbuat  dari bilik bambu sudah rapuh dimakan usia, hal tersebut semaki parah  ketika hujan datang, air yang masuk ke dalam rumah mempercepat perapuhan  kayu dan bilik bambu yang ada di rumah Mak Jua,&quot; kata Kristiawan.

Saat ini Mak Jua tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Uang sudah hilang.  Nenek berjilbab biru itu hanya bisa pasrah dengan keadaan. Harapannya  untuk memperbaiki rumah sudah sirna, apalagi si pencuri juga mengambil  perabotan di dalam rumahnya.

Kristiawan hanya bisa mengentuk hati para dermawan untuk membantu Mak  Jua memperbaiki rumahnya agar bisa hidup layak dan Mak Jua tak dihantui  was-was rumahnya ambruk yang bisa mencelakainya.
</content:encoded></item></channel></rss>
