<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pentagon: AS Akan Pindahkan 'Langit dan Bumi' untuk Ukraina, Sediakan Apapun yang Dibutuhkan Demi Lawan Rusia</title><description>Pertemuan yang diselenggarakan AS ini digelar di pangkalan udara Jerman Ramstein.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/27/18/2586204/pentagon-as-akan-pindahkan-langit-dan-bumi-untuk-ukraina-sediakan-apapun-yang-dibutuhkan-demi-lawan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/27/18/2586204/pentagon-as-akan-pindahkan-langit-dan-bumi-untuk-ukraina-sediakan-apapun-yang-dibutuhkan-demi-lawan-rusia"/><item><title>Pentagon: AS Akan Pindahkan 'Langit dan Bumi' untuk Ukraina, Sediakan Apapun yang Dibutuhkan Demi Lawan Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/27/18/2586204/pentagon-as-akan-pindahkan-langit-dan-bumi-untuk-ukraina-sediakan-apapun-yang-dibutuhkan-demi-lawan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/27/18/2586204/pentagon-as-akan-pindahkan-langit-dan-bumi-untuk-ukraina-sediakan-apapun-yang-dibutuhkan-demi-lawan-rusia</guid><pubDate>Rabu 27 April 2022 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/27/18/2586204/pentagon-as-akan-pindahkan-langit-dan-bumi-untuk-ukraina-sediakan-apapun-yang-dibutuhkan-demi-lawan-rusia-mV0I6qVjjh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhan AS Lloyd Austin (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/27/18/2586204/pentagon-as-akan-pindahkan-langit-dan-bumi-untuk-ukraina-sediakan-apapun-yang-dibutuhkan-demi-lawan-rusia-mV0I6qVjjh.jpg</image><title>Menhan AS Lloyd Austin (Foto: AFP)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan AS akan menggerakkan &quot;langit dan bumi&quot; untuk memasok Ukraina dengan apapun yang dibutuhkan untuk melawan Rusia.
Pengumuman itu muncul pada Selasa (26/4)&amp;nbsp; saat pertemuan 40 negara yang bertujuan untuk membuat sekutu Washington ikut dalam misi untuk menopang pertahanan Kiev.
Pertemuan yang diselenggarakan AS ini digelar di pangkalan udara Jerman Ramstein. Tujuan resmi pertemuan itu adalah untuk membantu Ukraina memenangkan perang melawan invasi tidak adil Rusia dan membangun pertahanan Ukraina untuk tantangan besok.
&amp;ldquo;Ukraina jelas percaya bahwa itu bisa menang dan begitu juga semua orang di sini,&amp;rdquo; lanjutnya, berbicara mewakili banyak negara sekutu AS yang hadir.
Baca juga:&amp;nbsp;Menhan AS Ingatkan Potensi Kebangkitan Al-Qaida dan ISIS di Afghanistan
Dia mengatakan Washington, sebagai penyumbang dolar terbesar ke Kiev, akan &amp;ldquo;terus menggerakkan langit dan bumi sehingga kita dapat memenuhi&amp;rdquo; kebutuhan pemerintah Ukraina. Dia mengharapkan negara-negara lain dapat ikut turut serta.
Baca juga:&amp;nbsp;Pertama Kalinya Jerman Pasok 50 Sistem Senjata Berat ke Ukraina, Tank Gepard dan Senjata Anti-pesawat
Menurut Menteri Pertahanan Christine Lamprecht, Jerman, yang sebelumnya mengaku kelangkaan, bersikeras tentaranya sendiri tidak memiliki cukup senjata untuk mengirim surplus ke Ukraina, akhirnya  berubah pikiran.
Jerman memutuskan akan mengirim tank anti-pesawat Gepard bekas dan membeli yang baru yakni peralatan dari produsen senjata Jerman untuk dikirim langsung ke militer Ukraina.&quot;Pesanan Ukraina dan Jerman membayar,&quot; janjinya.
Prancis akan menyediakan meriam Caesar, yang memiliki jangkauan hingga 40 km, sementara Inggris telah memasok rudal dan tank Starstreak. AS telah meningkatkan pengiriman senjata beratnya sendiri, menghujani Kiev dengan howitzer dan kendaraan lapis baja.
Austin tetap bersikeras negara-negara yang hadir berbuat lebih banyak untuk membantu.
&quot;Ukraina membutuhkan bantuan kita untuk menang hari ini dan mereka masih membutuhkan bantuan kita ketika perang berakhir,&quot; katanya.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim negaranya membutuhkan USD7 miliar (Rp101 triliun) per bulan untuk mengkompensasi &quot;kerugian ekonomi&quot; yang diduga disebabkan oleh serangan Rusia.Dia juga telah meminta USD50 miliar (Rp721 triliun) dari negara-negara G7, dengan alasan meningkatnya tuntutan keuangan pada pemerintahannya. AS telah mengirimkan lebih dari USD3 miliar (Rp43 triliun) bantuan militer tahun ini saja.
Diketahui, Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari lalu, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk. Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan AS akan menggerakkan &quot;langit dan bumi&quot; untuk memasok Ukraina dengan apapun yang dibutuhkan untuk melawan Rusia.
Pengumuman itu muncul pada Selasa (26/4)&amp;nbsp; saat pertemuan 40 negara yang bertujuan untuk membuat sekutu Washington ikut dalam misi untuk menopang pertahanan Kiev.
Pertemuan yang diselenggarakan AS ini digelar di pangkalan udara Jerman Ramstein. Tujuan resmi pertemuan itu adalah untuk membantu Ukraina memenangkan perang melawan invasi tidak adil Rusia dan membangun pertahanan Ukraina untuk tantangan besok.
&amp;ldquo;Ukraina jelas percaya bahwa itu bisa menang dan begitu juga semua orang di sini,&amp;rdquo; lanjutnya, berbicara mewakili banyak negara sekutu AS yang hadir.
Baca juga:&amp;nbsp;Menhan AS Ingatkan Potensi Kebangkitan Al-Qaida dan ISIS di Afghanistan
Dia mengatakan Washington, sebagai penyumbang dolar terbesar ke Kiev, akan &amp;ldquo;terus menggerakkan langit dan bumi sehingga kita dapat memenuhi&amp;rdquo; kebutuhan pemerintah Ukraina. Dia mengharapkan negara-negara lain dapat ikut turut serta.
Baca juga:&amp;nbsp;Pertama Kalinya Jerman Pasok 50 Sistem Senjata Berat ke Ukraina, Tank Gepard dan Senjata Anti-pesawat
Menurut Menteri Pertahanan Christine Lamprecht, Jerman, yang sebelumnya mengaku kelangkaan, bersikeras tentaranya sendiri tidak memiliki cukup senjata untuk mengirim surplus ke Ukraina, akhirnya  berubah pikiran.
Jerman memutuskan akan mengirim tank anti-pesawat Gepard bekas dan membeli yang baru yakni peralatan dari produsen senjata Jerman untuk dikirim langsung ke militer Ukraina.&quot;Pesanan Ukraina dan Jerman membayar,&quot; janjinya.
Prancis akan menyediakan meriam Caesar, yang memiliki jangkauan hingga 40 km, sementara Inggris telah memasok rudal dan tank Starstreak. AS telah meningkatkan pengiriman senjata beratnya sendiri, menghujani Kiev dengan howitzer dan kendaraan lapis baja.
Austin tetap bersikeras negara-negara yang hadir berbuat lebih banyak untuk membantu.
&quot;Ukraina membutuhkan bantuan kita untuk menang hari ini dan mereka masih membutuhkan bantuan kita ketika perang berakhir,&quot; katanya.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim negaranya membutuhkan USD7 miliar (Rp101 triliun) per bulan untuk mengkompensasi &quot;kerugian ekonomi&quot; yang diduga disebabkan oleh serangan Rusia.Dia juga telah meminta USD50 miliar (Rp721 triliun) dari negara-negara G7, dengan alasan meningkatnya tuntutan keuangan pada pemerintahannya. AS telah mengirimkan lebih dari USD3 miliar (Rp43 triliun) bantuan militer tahun ini saja.
Diketahui, Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari lalu, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk. Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.</content:encoded></item></channel></rss>
