<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pentagon: AS Resmi Pindahkan 5 Helikopter hingga 15 Juta Butir Amunisi Bekas Perang Afghanistan ke Ukraina</title><description>Dephan AS memberi tahu Kongres tentang niatnya untuk mentransfer helikopter pada Januari 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/28/18/2586797/pentagon-as-resmi-pindahkan-5-helikopter-hingga-15-juta-butir-amunisi-bekas-perang-afghanistan-ke-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/28/18/2586797/pentagon-as-resmi-pindahkan-5-helikopter-hingga-15-juta-butir-amunisi-bekas-perang-afghanistan-ke-ukraina"/><item><title>Pentagon: AS Resmi Pindahkan 5 Helikopter hingga 15 Juta Butir Amunisi Bekas Perang Afghanistan ke Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/28/18/2586797/pentagon-as-resmi-pindahkan-5-helikopter-hingga-15-juta-butir-amunisi-bekas-perang-afghanistan-ke-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/28/18/2586797/pentagon-as-resmi-pindahkan-5-helikopter-hingga-15-juta-butir-amunisi-bekas-perang-afghanistan-ke-ukraina</guid><pubDate>Kamis 28 April 2022 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/28/18/2586797/pentagon-as-resmi-pindahkan-5-helikopter-hingga-15-juta-butir-amunisi-bekas-perang-afghanistan-ke-ukraina-gkhb25DCt1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS resmi kirim 5 helikopter ke Ukraina (Foto: Dephan AS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/28/18/2586797/pentagon-as-resmi-pindahkan-5-helikopter-hingga-15-juta-butir-amunisi-bekas-perang-afghanistan-ke-ukraina-gkhb25DCt1.jpg</image><title>AS resmi kirim 5 helikopter ke Ukraina (Foto: Dephan AS)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Menurut laporan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Dephan AS), lima helikopter Mi-17 yang telah berada di Afghanistan secara resmi dipindahkan ke Ukraina pada 2022, meskipun helikopter ini sudah berada di Ukraina untuk pemeliharaan sebelum AS meninggalkan Afghanistan.
Departemen Pertahanan memberi tahu Kongres tentang niatnya untuk mentransfer helikopter pada Januari 2022, sebelum invasi Rusia ke negara itu dimulai, dan Ukraina menandatangani surat penerimaan pada 11 Maret 2022.
&quot;Lima helikopter ini berada di Ukraina menjalani perawatan perbaikan ketika pemerintah Afghanistan runtuh, dan tetap di sana sejak itu,&quot; kata laporan itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Fantastis! AS Tinggalkan Peralatan Militer Senilai Rp103 Triliun di Afghanistan Usai Tarik Pasukan
Laporan juga menyebutkan AS telah memberikan beberapa &quot;munisi non-standar&quot; ke Ukraina, termasuk sekitar 37.000 peluru howitzer 122 mm. AS juga telah mentransfer lebih dari 15 juta butir amunisi senapan Ball, lebih dari 99.000 peluru granat ledakan/fragmentasi 40mm 40mm, dan sekitar 119.000 peluru mortir berdaya ledak tinggi 82mm ke Ukraina dari bahan yang sebelumnya dibeli untuk Afghanistan.
Baca juga:&amp;nbsp;Pentagon Intensifkan Evakuasi Keluarga Dephan AS dari Afghanistan
Amunisi ini telah dipindahkan ke Ukraina di bawah otoritas penarikan Presiden AS Joe Biden.
Sebelumnya, AS diketahui meninggalkan peralatan militer senilai USD7,12 miliar (USD103 triliun) yang dipasok AS ke pemerintah Afghanistan selama 16 tahun di Afghanistan setelah menyelesaikan penarikan pasukan dari negara itu pada Agustus tahun lalu.Peralatan ini sekarang berada di negara yang dikendalikan oleh musuh yang berusaha diusir AS selama dua dekade terakhir yakni Taliban.
Menurut laporan itu, Departemen Pertahanan tidak memiliki rencana untuk kembali ke Afghanistan untuk mengambil atau menghancurkan peralatan militer tersebut.
AS diketahui memberikan peralatan militer total USD18,6 miliar (Rp269 triliun) kepada Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan (ANDSF) dari 2005 hingga Agustus 2021.
Dari total itu, peralatan senilai USD7,12 miliar (Rp103 triliun) etap berada di Afghanistan setelah penarikan AS selesai pada 30 Agustus 2021. Itu termasuk pesawat, amunisi udara-ke-darat, kendaraan militer, senjata, peralatan komunikasi, dan bahan lainnya.
Nilai besar dari perangkat keras yang tertinggal akan memfokuskan kembali perhatian pada penarikan Afghanistan yang kacau dan tergesa-gesa yang telah banyak dikritik oleh anggota parlemen dari kedua belah pihak.</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Menurut laporan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Dephan AS), lima helikopter Mi-17 yang telah berada di Afghanistan secara resmi dipindahkan ke Ukraina pada 2022, meskipun helikopter ini sudah berada di Ukraina untuk pemeliharaan sebelum AS meninggalkan Afghanistan.
Departemen Pertahanan memberi tahu Kongres tentang niatnya untuk mentransfer helikopter pada Januari 2022, sebelum invasi Rusia ke negara itu dimulai, dan Ukraina menandatangani surat penerimaan pada 11 Maret 2022.
&quot;Lima helikopter ini berada di Ukraina menjalani perawatan perbaikan ketika pemerintah Afghanistan runtuh, dan tetap di sana sejak itu,&quot; kata laporan itu.
Baca juga:&amp;nbsp;Fantastis! AS Tinggalkan Peralatan Militer Senilai Rp103 Triliun di Afghanistan Usai Tarik Pasukan
Laporan juga menyebutkan AS telah memberikan beberapa &quot;munisi non-standar&quot; ke Ukraina, termasuk sekitar 37.000 peluru howitzer 122 mm. AS juga telah mentransfer lebih dari 15 juta butir amunisi senapan Ball, lebih dari 99.000 peluru granat ledakan/fragmentasi 40mm 40mm, dan sekitar 119.000 peluru mortir berdaya ledak tinggi 82mm ke Ukraina dari bahan yang sebelumnya dibeli untuk Afghanistan.
Baca juga:&amp;nbsp;Pentagon Intensifkan Evakuasi Keluarga Dephan AS dari Afghanistan
Amunisi ini telah dipindahkan ke Ukraina di bawah otoritas penarikan Presiden AS Joe Biden.
Sebelumnya, AS diketahui meninggalkan peralatan militer senilai USD7,12 miliar (USD103 triliun) yang dipasok AS ke pemerintah Afghanistan selama 16 tahun di Afghanistan setelah menyelesaikan penarikan pasukan dari negara itu pada Agustus tahun lalu.Peralatan ini sekarang berada di negara yang dikendalikan oleh musuh yang berusaha diusir AS selama dua dekade terakhir yakni Taliban.
Menurut laporan itu, Departemen Pertahanan tidak memiliki rencana untuk kembali ke Afghanistan untuk mengambil atau menghancurkan peralatan militer tersebut.
AS diketahui memberikan peralatan militer total USD18,6 miliar (Rp269 triliun) kepada Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan (ANDSF) dari 2005 hingga Agustus 2021.
Dari total itu, peralatan senilai USD7,12 miliar (Rp103 triliun) etap berada di Afghanistan setelah penarikan AS selesai pada 30 Agustus 2021. Itu termasuk pesawat, amunisi udara-ke-darat, kendaraan militer, senjata, peralatan komunikasi, dan bahan lainnya.
Nilai besar dari perangkat keras yang tertinggal akan memfokuskan kembali perhatian pada penarikan Afghanistan yang kacau dan tergesa-gesa yang telah banyak dikritik oleh anggota parlemen dari kedua belah pihak.</content:encoded></item></channel></rss>
