<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Unik Pemudik, Bawa Burung Dara dari Jakarta ke Tegal Pakai Motor</title><description>Burung dara dimasukkan ke dalam kardus yang dilubangi agar bisa bernapas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/29/338/2587434/cerita-unik-pemudik-bawa-burung-dara-dari-jakarta-ke-tegal-pakai-motor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/29/338/2587434/cerita-unik-pemudik-bawa-burung-dara-dari-jakarta-ke-tegal-pakai-motor"/><item><title>Cerita Unik Pemudik, Bawa Burung Dara dari Jakarta ke Tegal Pakai Motor</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/29/338/2587434/cerita-unik-pemudik-bawa-burung-dara-dari-jakarta-ke-tegal-pakai-motor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/29/338/2587434/cerita-unik-pemudik-bawa-burung-dara-dari-jakarta-ke-tegal-pakai-motor</guid><pubDate>Jum'at 29 April 2022 21:34 WIB</pubDate><dc:creator>Adhita Dian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/29/338/2587434/cerita-unik-pemudik-bawa-burung-dara-dari-jakarta-ke-tegal-pakai-motor-v4pEUOVeX4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemudik bawa burung dara ke kampung halaman. (Foto: Adhita Dian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/29/338/2587434/cerita-unik-pemudik-bawa-burung-dara-dari-jakarta-ke-tegal-pakai-motor-v4pEUOVeX4.jpg</image><title>Pemudik bawa burung dara ke kampung halaman. (Foto: Adhita Dian)</title></images><description>BEKASI - Banyak buah tangan yang jadi bawaan pemudik ke kampung halaman. Slamet (40), pemudik dari Lubang Buaya membawa burung dara ke kampung halamannya di Tegal.

Burung dara dimasukkan ke dalam kardus yang dilubangi agar bisa bernapas. Di belakang dus bawaannya, ia juga menambahkan tulisan lucu dalam bahasa Jawa.

&quot;Kerja ora THR ora usah panik sing penting bisa balik otw ora lingak-linguk,&quot; isi tulisan di belakang motornya.

Selain burung dara ia membawa bekal untuk perjalanan mudiknya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;One Way di Tol Japek Akan Diperpanjang hingga Besok Pagi, Kapolri Ungkap Alasannya
Dari wawancara dengan MPI pukul 15.30 WIB, Slamet mengatakan memilih berangkat sore agar sampai tidak terlalu malam.

&quot;Ya, enaknya kalau jam segini jadi nanti enggak kemaleman lah, bisa sampai di Tegal sekitar jam 11 atau 12an,&quot; ujar Slamet kepada MPI di depan Pasar Pondok Gede, Bekasi.

Slamet bersama rekannya, Ikhsan, rencananya akan menuju kampung halaman dengan melintas di Jalur Pantura.

</description><content:encoded>BEKASI - Banyak buah tangan yang jadi bawaan pemudik ke kampung halaman. Slamet (40), pemudik dari Lubang Buaya membawa burung dara ke kampung halamannya di Tegal.

Burung dara dimasukkan ke dalam kardus yang dilubangi agar bisa bernapas. Di belakang dus bawaannya, ia juga menambahkan tulisan lucu dalam bahasa Jawa.

&quot;Kerja ora THR ora usah panik sing penting bisa balik otw ora lingak-linguk,&quot; isi tulisan di belakang motornya.

Selain burung dara ia membawa bekal untuk perjalanan mudiknya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;One Way di Tol Japek Akan Diperpanjang hingga Besok Pagi, Kapolri Ungkap Alasannya
Dari wawancara dengan MPI pukul 15.30 WIB, Slamet mengatakan memilih berangkat sore agar sampai tidak terlalu malam.

&quot;Ya, enaknya kalau jam segini jadi nanti enggak kemaleman lah, bisa sampai di Tegal sekitar jam 11 atau 12an,&quot; ujar Slamet kepada MPI di depan Pasar Pondok Gede, Bekasi.

Slamet bersama rekannya, Ikhsan, rencananya akan menuju kampung halaman dengan melintas di Jalur Pantura.

</content:encoded></item></channel></rss>
