<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Pemudik ke Pemalang Naik Gerobak Motor, Yang Penting Irit Meski Pegal-Pegal</title><description>Ratusan ribu pemudik telah meninggalkan Ibu Kota Jakarta menuju kampung halaman dengan berbagai macam moda transportasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/29/338/2587477/cerita-pemudik-ke-pemalang-naik-gerobak-motor-yang-penting-irit-meski-pegal-pegal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/29/338/2587477/cerita-pemudik-ke-pemalang-naik-gerobak-motor-yang-penting-irit-meski-pegal-pegal"/><item><title>Cerita Pemudik ke Pemalang Naik Gerobak Motor, Yang Penting Irit Meski Pegal-Pegal</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/29/338/2587477/cerita-pemudik-ke-pemalang-naik-gerobak-motor-yang-penting-irit-meski-pegal-pegal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/29/338/2587477/cerita-pemudik-ke-pemalang-naik-gerobak-motor-yang-penting-irit-meski-pegal-pegal</guid><pubDate>Jum'at 29 April 2022 22:36 WIB</pubDate><dc:creator>Yohannes Tobing</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/29/338/2587477/cerita-pemudik-ke-pemalang-naik-gerobak-motor-yang-penting-irit-meski-pegal-pegal-8NwRvgCE6o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Yohanes Tobing</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/29/338/2587477/cerita-pemudik-ke-pemalang-naik-gerobak-motor-yang-penting-irit-meski-pegal-pegal-8NwRvgCE6o.jpg</image><title>Foto: Yohanes Tobing</title></images><description>JAKARTA - Ratusan ribu pemudik telah meninggalkan Ibu Kota Jakarta menuju kampung halaman dengan berbagai macam moda transportasi.
Pemudik menggunakan transportasi umum seperti pesawat, kapal laut, kereta api, hingga kendaraan pribadi. Namun uniknya ada yang membawa kendaraan niaga seperti Bajaj dan Gerobak Motor (Germor).
Seperti yang dilakukan Nur Galih (49). Warga RW 04 Kampung Muka, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara ini pulang kampung bersama dengan keluarga menggunakan Germor miliknya.
&amp;nbsp;
Nur mengungkapkan, dirinya menggunakan Germor untuk pulang kampung ke Pemalang, Jawa Tengah. Germor dipilihnya karena lebih irit dibandingkan harga tiket bus yang saat ini cukup mahal.&amp;nbsp;
&quot;Satu biar biaya lebih irit. Kemudian, kalau kita naik kendaraan lainnya biayanya agak gede. Jadi naik Germor ini sangat menghemat biaya,&quot; kata Nur Saat ditemui di rumahnya di kawasan Ancol, Jumat (29/4/2022).&amp;nbsp;
Dengan memodifikasi Germor ditutupi terpal dan beralaskan tikar, pria yang berprofesi sebagai penarik bajaj ini pun mengajak kerabatnya untuk mudik bersama-sama.
&amp;ldquo;Kita senang sekali. Sebab sudah dua tahun ini enggak mudik karena pandemi, kita pengen banget bisa mudik lagi. Temen-temen juga pengen banget mudik lagi dan bisa menghemat bersama,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Cerita Unik Pemudik, Bawa Burung Dara dari Jakarta ke Tegal Pakai Motor
Dengan memakan waktu tempuh perjalanan selama 18 jam, Nur menuturkan bahwa dirinya bisa menghabiskan 15 liter bensin hingga sampai tujuan akhir di Pemalang.&amp;ldquo;Ke Pemalang perjalanan normal sekitar 18 jam, kalau jalanan macet lebih dari 20 jam. Bensin paling 15 liter, berangkat lima orang kan bisa patungan buat bensin,&amp;rdquo; tutupnya.
Salah satu penumpang Germor, Yuni (25) mengatakan dirinya bersama suami mudik menggunakan Germor dikarenakan lebih hemat sekaligus yang membawa atau mengendarai adalah keluarga.&amp;nbsp;
&quot;Lebih hemat juga, karena kita patungan tiap orang Rp200 ribu sampai kampung kalau naik bus Rp400 ribu. Pegel sih di perjalanan tapi cara ini yang paling irit,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;
Adapun keberangkatan rombongan pemudik yang merupakan sopir Bajay ini&amp;nbsp; dilepas langsung oleh Ketua RW 04, Kelurahan Ancol, Bahrun Sjah beserta&amp;nbsp; warga sekitar. (qlh)
</description><content:encoded>JAKARTA - Ratusan ribu pemudik telah meninggalkan Ibu Kota Jakarta menuju kampung halaman dengan berbagai macam moda transportasi.
Pemudik menggunakan transportasi umum seperti pesawat, kapal laut, kereta api, hingga kendaraan pribadi. Namun uniknya ada yang membawa kendaraan niaga seperti Bajaj dan Gerobak Motor (Germor).
Seperti yang dilakukan Nur Galih (49). Warga RW 04 Kampung Muka, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara ini pulang kampung bersama dengan keluarga menggunakan Germor miliknya.
&amp;nbsp;
Nur mengungkapkan, dirinya menggunakan Germor untuk pulang kampung ke Pemalang, Jawa Tengah. Germor dipilihnya karena lebih irit dibandingkan harga tiket bus yang saat ini cukup mahal.&amp;nbsp;
&quot;Satu biar biaya lebih irit. Kemudian, kalau kita naik kendaraan lainnya biayanya agak gede. Jadi naik Germor ini sangat menghemat biaya,&quot; kata Nur Saat ditemui di rumahnya di kawasan Ancol, Jumat (29/4/2022).&amp;nbsp;
Dengan memodifikasi Germor ditutupi terpal dan beralaskan tikar, pria yang berprofesi sebagai penarik bajaj ini pun mengajak kerabatnya untuk mudik bersama-sama.
&amp;ldquo;Kita senang sekali. Sebab sudah dua tahun ini enggak mudik karena pandemi, kita pengen banget bisa mudik lagi. Temen-temen juga pengen banget mudik lagi dan bisa menghemat bersama,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Cerita Unik Pemudik, Bawa Burung Dara dari Jakarta ke Tegal Pakai Motor
Dengan memakan waktu tempuh perjalanan selama 18 jam, Nur menuturkan bahwa dirinya bisa menghabiskan 15 liter bensin hingga sampai tujuan akhir di Pemalang.&amp;ldquo;Ke Pemalang perjalanan normal sekitar 18 jam, kalau jalanan macet lebih dari 20 jam. Bensin paling 15 liter, berangkat lima orang kan bisa patungan buat bensin,&amp;rdquo; tutupnya.
Salah satu penumpang Germor, Yuni (25) mengatakan dirinya bersama suami mudik menggunakan Germor dikarenakan lebih hemat sekaligus yang membawa atau mengendarai adalah keluarga.&amp;nbsp;
&quot;Lebih hemat juga, karena kita patungan tiap orang Rp200 ribu sampai kampung kalau naik bus Rp400 ribu. Pegel sih di perjalanan tapi cara ini yang paling irit,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;
Adapun keberangkatan rombongan pemudik yang merupakan sopir Bajay ini&amp;nbsp; dilepas langsung oleh Ketua RW 04, Kelurahan Ancol, Bahrun Sjah beserta&amp;nbsp; warga sekitar. (qlh)
</content:encoded></item></channel></rss>
