<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Penjual Koran Mencari Cuan di Tengah Kemacetan Merak</title><description>Kemacetan tersebut dimanfaatkan oleh penjual yang menawarkan makanan, minuman hingga koran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/02/337/2588157/kisah-penjual-koran-mencari-cuan-di-tengah-kemacetan-merak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/02/337/2588157/kisah-penjual-koran-mencari-cuan-di-tengah-kemacetan-merak"/><item><title>Kisah Penjual Koran Mencari Cuan di Tengah Kemacetan Merak</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/02/337/2588157/kisah-penjual-koran-mencari-cuan-di-tengah-kemacetan-merak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/02/337/2588157/kisah-penjual-koran-mencari-cuan-di-tengah-kemacetan-merak</guid><pubDate>Senin 02 Mei 2022 05:09 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/01/337/2588157/kisah-penjual-koran-mencari-cuan-di-tengah-kemacetan-merak-y8BenM8JbM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/01/337/2588157/kisah-penjual-koran-mencari-cuan-di-tengah-kemacetan-merak-y8BenM8JbM.jpg</image><title>Foto: MNC Portal</title></images><description>CILEGON - Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, beberapa hari belakangan mengalami kemacetan parah oleh pemudik yang ingin menyeberang ke Bakauheni. Namun kini, kemacetan terurai menyusul puncak arus mudik yang telah berakhir.
(Baca juga: Puncak Arus Mudik Selesai, Tol Jakarta-Cikampek Terpantau Sepi)
Kemacetan tersebut dimanfaatkan oleh penjual yang menawarkan makanan, minuman, perlengkapan gawai, hingga koran. Yang unik di Pelabuhan Merak, banyak penjual koran dadakan saat menjelang Idul Fitri. Koran dijual tidak untuk dibaca, karena merupakan edisi beberapa hari bahkan beberapa pekan yang lalu. Mayoritas dari penjual koran menawarkan dagangan mereka ke pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Berdasarkan pantauan tim MNC Portal Indonesia, mereka menawarkan harga koran tersebut dengan berbagai nominal. Setelah melakukan pengamatan, ada dari mereka yang menawarkan koran dengan harga Rp5 ribu. Mereka secara teratur menawarkan ke pengendara satu ke pengendara yang lainnya. &quot;Koran mas koran untuk persiapan,&quot; ujar mereka saat menawarkan dagangannya.
Usut punya usut, mereka menjual koran memang bukan untuk dibaca, melainkan akan dijadikan alas saat pemudik beristirahat di atas kapal. Saat di kapal, pemudik akan meninggalkan kendaraan di ruangan parkir yang tersedia di atas kapal dan mencari tempat untuk istirahat dengan alas koran.Omzet yang didapat dari pedagang koran itu pun bukan nominal yang kecil. Menurut salah seorang penjual koran yang enggan menyebutkan identitasnya. Pria itu meraup omzet hingga ratusan ribu dari menjual koran bekas dalam semalam. Ia mengaku, menjual dagangannya dengan harga Rp2 ribu. Menurutnya, omzet itu ia dapatkan ketika puncak arus mudik yang terjadi di Pelabuhan Merak pada Jumat (29/4/2022) malam. &quot;Paling kita mah dapat Rp300 ribu,&quot; katanya dengan berbisik-bisik.

Baca selengkapnya:&amp;nbsp; Tidak untuk Dibaca, Kertas Koran Laris Manis di Pelabuhan Merak</description><content:encoded>CILEGON - Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, beberapa hari belakangan mengalami kemacetan parah oleh pemudik yang ingin menyeberang ke Bakauheni. Namun kini, kemacetan terurai menyusul puncak arus mudik yang telah berakhir.
(Baca juga: Puncak Arus Mudik Selesai, Tol Jakarta-Cikampek Terpantau Sepi)
Kemacetan tersebut dimanfaatkan oleh penjual yang menawarkan makanan, minuman, perlengkapan gawai, hingga koran. Yang unik di Pelabuhan Merak, banyak penjual koran dadakan saat menjelang Idul Fitri. Koran dijual tidak untuk dibaca, karena merupakan edisi beberapa hari bahkan beberapa pekan yang lalu. Mayoritas dari penjual koran menawarkan dagangan mereka ke pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Berdasarkan pantauan tim MNC Portal Indonesia, mereka menawarkan harga koran tersebut dengan berbagai nominal. Setelah melakukan pengamatan, ada dari mereka yang menawarkan koran dengan harga Rp5 ribu. Mereka secara teratur menawarkan ke pengendara satu ke pengendara yang lainnya. &quot;Koran mas koran untuk persiapan,&quot; ujar mereka saat menawarkan dagangannya.
Usut punya usut, mereka menjual koran memang bukan untuk dibaca, melainkan akan dijadikan alas saat pemudik beristirahat di atas kapal. Saat di kapal, pemudik akan meninggalkan kendaraan di ruangan parkir yang tersedia di atas kapal dan mencari tempat untuk istirahat dengan alas koran.Omzet yang didapat dari pedagang koran itu pun bukan nominal yang kecil. Menurut salah seorang penjual koran yang enggan menyebutkan identitasnya. Pria itu meraup omzet hingga ratusan ribu dari menjual koran bekas dalam semalam. Ia mengaku, menjual dagangannya dengan harga Rp2 ribu. Menurutnya, omzet itu ia dapatkan ketika puncak arus mudik yang terjadi di Pelabuhan Merak pada Jumat (29/4/2022) malam. &quot;Paling kita mah dapat Rp300 ribu,&quot; katanya dengan berbisik-bisik.

Baca selengkapnya:&amp;nbsp; Tidak untuk Dibaca, Kertas Koran Laris Manis di Pelabuhan Merak</content:encoded></item></channel></rss>
