<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rampak Bedug, Cara Unik Warga Merak Sukamulya Rayakan Malam Takbiran</title><description>Abah Ecan, salah seorang pimpinan dari kesenian itu menuturkan bahwa tradisi ini sudah rutin dilakukannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/02/338/2588321/rampak-bedug-cara-unik-warga-merak-sukamulya-rayakan-malam-takbiran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/02/338/2588321/rampak-bedug-cara-unik-warga-merak-sukamulya-rayakan-malam-takbiran"/><item><title>Rampak Bedug, Cara Unik Warga Merak Sukamulya Rayakan Malam Takbiran</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/02/338/2588321/rampak-bedug-cara-unik-warga-merak-sukamulya-rayakan-malam-takbiran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/02/338/2588321/rampak-bedug-cara-unik-warga-merak-sukamulya-rayakan-malam-takbiran</guid><pubDate>Senin 02 Mei 2022 06:34 WIB</pubDate><dc:creator>Nandha Aprilia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/02/338/2588321/rampak-bedug-cara-unik-warga-merak-sukamulya-rayakan-malam-takbiran-3x2hHpwANs.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Tradisi Rampak Bedug. (Foto: Nandha A)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/02/338/2588321/rampak-bedug-cara-unik-warga-merak-sukamulya-rayakan-malam-takbiran-3x2hHpwANs.JPG</image><title>Tradisi Rampak Bedug. (Foto: Nandha A)</title></images><description>TANGERANG - Tradisi unik rutin dilakukan oleh warga Kampung Merak, Desa Merak Sukamulya, Kabupaten Tangerang di malam takbiran. Malam takbiran dihiasi oleh penampilan kesenian Rampak Bedug menjelang perayaan Idul Fitri setiap tahunnya.&amp;nbsp;

Abah Ecan, salah seorang pimpinan dari kesenian itu menuturkan bahwa tradisi ini sudah rutin dilakukannya bersama dengan kelompok remaja yang turut membantu berjalannya acara tersebut.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ini sudah rutin dilakukan setiap tahun, sudah tradisi,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Senin (2/5/2022).&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Pantun Anies saat Malam Takbiran di JIS : Lebaran Kita Sambut Rame-Rame
Dijelaskan Abah Ecan, tradisi kesenian ini merupakan bentuk doa yang dipanjatkan sebagai simbolis memasuki hari raya umat Islam.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Jadi kita takbiran, di musala sekitar kampung kalau disetiap menjelang lebaran,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Terkait alat musiknya sendiri, Rampak Bedug juga membutuhkan sebuah bedug dan juga penyanyi yang disebut sebagai sinden.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Untuk pemain bedugnya ada 8 orang rata-rata remaja, tapi kita campur (usia) juga. Untuk penyanyi atau sinden kita sebutnya, itu biasanya paling banyak 3 orang, perempuan,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;nbsp;

Diakui Abah Ecan, mereka akan terus menabuh bedug sejak malam hingga fajar datang.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Biasanya sampai subuh aja, karena kan nanti dilanjuti untuk Sholat Idul Fitri,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;nbsp;Abah Ecan menuturkan bahwa dengan terus melakukan hal seperti ini sekaligus mempromosikan kesenian daerah.&amp;nbsp;

Sebagaimana diketahui, Rampak Bedug merupakan kesenian asal Pandeglang yang biasanya dilakukan dalam acara penyambutan atau acara islami.</description><content:encoded>TANGERANG - Tradisi unik rutin dilakukan oleh warga Kampung Merak, Desa Merak Sukamulya, Kabupaten Tangerang di malam takbiran. Malam takbiran dihiasi oleh penampilan kesenian Rampak Bedug menjelang perayaan Idul Fitri setiap tahunnya.&amp;nbsp;

Abah Ecan, salah seorang pimpinan dari kesenian itu menuturkan bahwa tradisi ini sudah rutin dilakukannya bersama dengan kelompok remaja yang turut membantu berjalannya acara tersebut.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ini sudah rutin dilakukan setiap tahun, sudah tradisi,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Senin (2/5/2022).&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Pantun Anies saat Malam Takbiran di JIS : Lebaran Kita Sambut Rame-Rame
Dijelaskan Abah Ecan, tradisi kesenian ini merupakan bentuk doa yang dipanjatkan sebagai simbolis memasuki hari raya umat Islam.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Jadi kita takbiran, di musala sekitar kampung kalau disetiap menjelang lebaran,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Terkait alat musiknya sendiri, Rampak Bedug juga membutuhkan sebuah bedug dan juga penyanyi yang disebut sebagai sinden.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Untuk pemain bedugnya ada 8 orang rata-rata remaja, tapi kita campur (usia) juga. Untuk penyanyi atau sinden kita sebutnya, itu biasanya paling banyak 3 orang, perempuan,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;nbsp;

Diakui Abah Ecan, mereka akan terus menabuh bedug sejak malam hingga fajar datang.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Biasanya sampai subuh aja, karena kan nanti dilanjuti untuk Sholat Idul Fitri,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;nbsp;Abah Ecan menuturkan bahwa dengan terus melakukan hal seperti ini sekaligus mempromosikan kesenian daerah.&amp;nbsp;

Sebagaimana diketahui, Rampak Bedug merupakan kesenian asal Pandeglang yang biasanya dilakukan dalam acara penyambutan atau acara islami.</content:encoded></item></channel></rss>
