<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sunan Giri Penyebar Islam hingga Luar Jawa dengan Lagu dan Permainan Anak   </title><description>Sunan Giri menjadi salah satu tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/03/337/2587032/sunan-giri-penyebar-islam-hingga-luar-jawa-dengan-lagu-dan-permainan-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/03/337/2587032/sunan-giri-penyebar-islam-hingga-luar-jawa-dengan-lagu-dan-permainan-anak"/><item><title>Sunan Giri Penyebar Islam hingga Luar Jawa dengan Lagu dan Permainan Anak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/03/337/2587032/sunan-giri-penyebar-islam-hingga-luar-jawa-dengan-lagu-dan-permainan-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/03/337/2587032/sunan-giri-penyebar-islam-hingga-luar-jawa-dengan-lagu-dan-permainan-anak</guid><pubDate>Selasa 03 Mei 2022 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/29/337/2587032/sunan-giri-penyebar-islam-hingga-luar-jawa-dengan-lagu-dan-permainan-anak-4WRkLIezru.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sunan Giri (foto: wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/29/337/2587032/sunan-giri-penyebar-islam-hingga-luar-jawa-dengan-lagu-dan-permainan-anak-4WRkLIezru.jpg</image><title>Sunan Giri (foto: wikipedia)</title></images><description>
JAKARTA - Sunan Giri menjadi salah satu tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Bersama Wali Songo lainnya Sunan Giri menjadu penyebar agama Islam yang termahsyur. Konon pria bernama asli Raden Paku ini bahkan tak hanya menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa saja tetapi di luar pulau juga.

Beliau merupakan putra dari Maulana Ishak seorang yang berasal dari Blambangan, Banyuwangi. Dari sanalah Sunan Giri sebagaimana dikutip dari buku &quot;Sekitar Wali Sanga&quot; tulisan Solichin Salam, ditugaskan oleh Sunan Ampel untuk menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Konon saat itu pengaruh agama Hindu dan Buddha di wilayah Blambangan masih cukup kuat.
BACA JUGA:Kesaktian Sunan Giri, Kalam Munyeng Buat Prajurit Majapahit Lari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sunan Giri muda sempat berguru ke Sunan Ampel, bersama putra Sunan Ampel yang bernama Maulana Makhdum Ibrahim, keduanya menjadi satu perguruan dengan gemblengan Sunan Ampel langsung. Bahkan Sunan Giri pernah bersama-sama hendak berangkat haji dengan Maulana Makhdum Ibrahim sekaligus memperdalam ilmu agama.

Tetapi keduanya sempat singgah di Pasai, Aceh untuk menuntut ilmu di ulama-ulama di sana. Di Pasai inilah, Raden Paku atau Sunan Giri belajar ilmu agama dari sejumlah ulama hingga akhirnya gurunya di Pasai memberinya gelar &quot;Ainul Yaqin&quot;.
BACA JUGA:Kisah Sunan Giri: Pesantren Jadi Kerajaan

Setelah berguru ke wilayah Pasai, Aceh, Sunan Giri kembali ke Pulau Jawa. Ia kemudian mengadakan tempat berkumpul pondok pesantren di Giri. Dimana mayoritas murid-muridnya berasal dari orang-orang kecil dan golongan sudra jika di agama Hindu.


Selain menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, Raden Paku juga mencoba mengembangkan misi menyebarkan agama Islam di luar Pulau Jawa. Dia mengirimkan utusan keluar Jawa yang terdiri dari pelajar, saudagar, hingga nelayan. Beberapa pulau di sekitar Jawa seperti Pulau Bawean, Pulau Kangean, bahkan sampai Pulau Ternate dan Haruku di Kepulauan Maluku, jadi tujuan misi pengembangan ajaran Islam Sunan Giri.

Guna menarik simpati masyarakat untuk memeluk islam, Sunan Giri banyak menciptakan tembang atau lagu - lagu sebagai media dakwahnya. Gending Asmaradana dan Pucung menjadi dua di antara beberapa tembang yang diciptakannya.

Sosoknya yang terkenal sebagai pendidik ulung begitu disukai para anak-anak. Pasalnya Sunan Giri juga menciptakan beberapa permainan yang bernuansa agama Islam, seperti Jelungan, Jamuran, Gendi Gerit, hingga Cublak-cublek Suweng.

Beberapa permainan yang diciptakannya memiliki filosofi dan makna yang dalam mendidik anak. Selain itu Sunan Giri mengajarkan bagaimana pentingnya berpegangan kepada agama yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa saja

Sosoknya juga menjadi hal penting saat Kerajaan Demak berkuasa. Pengaruh Sunan Giri begitu terasa di struktur pemerintahan Kerajaan Demak sehingga sesuatu persoalan yang penting senantiasa menantikan sikap dan keputusan yang diambil oleh Sunan Giri. Sosoknya menjadi begitu dihormati bahkan oleh sesama Wali Songo sendiri.</description><content:encoded>
JAKARTA - Sunan Giri menjadi salah satu tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Bersama Wali Songo lainnya Sunan Giri menjadu penyebar agama Islam yang termahsyur. Konon pria bernama asli Raden Paku ini bahkan tak hanya menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa saja tetapi di luar pulau juga.

Beliau merupakan putra dari Maulana Ishak seorang yang berasal dari Blambangan, Banyuwangi. Dari sanalah Sunan Giri sebagaimana dikutip dari buku &quot;Sekitar Wali Sanga&quot; tulisan Solichin Salam, ditugaskan oleh Sunan Ampel untuk menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Konon saat itu pengaruh agama Hindu dan Buddha di wilayah Blambangan masih cukup kuat.
BACA JUGA:Kesaktian Sunan Giri, Kalam Munyeng Buat Prajurit Majapahit Lari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sunan Giri muda sempat berguru ke Sunan Ampel, bersama putra Sunan Ampel yang bernama Maulana Makhdum Ibrahim, keduanya menjadi satu perguruan dengan gemblengan Sunan Ampel langsung. Bahkan Sunan Giri pernah bersama-sama hendak berangkat haji dengan Maulana Makhdum Ibrahim sekaligus memperdalam ilmu agama.

Tetapi keduanya sempat singgah di Pasai, Aceh untuk menuntut ilmu di ulama-ulama di sana. Di Pasai inilah, Raden Paku atau Sunan Giri belajar ilmu agama dari sejumlah ulama hingga akhirnya gurunya di Pasai memberinya gelar &quot;Ainul Yaqin&quot;.
BACA JUGA:Kisah Sunan Giri: Pesantren Jadi Kerajaan

Setelah berguru ke wilayah Pasai, Aceh, Sunan Giri kembali ke Pulau Jawa. Ia kemudian mengadakan tempat berkumpul pondok pesantren di Giri. Dimana mayoritas murid-muridnya berasal dari orang-orang kecil dan golongan sudra jika di agama Hindu.


Selain menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, Raden Paku juga mencoba mengembangkan misi menyebarkan agama Islam di luar Pulau Jawa. Dia mengirimkan utusan keluar Jawa yang terdiri dari pelajar, saudagar, hingga nelayan. Beberapa pulau di sekitar Jawa seperti Pulau Bawean, Pulau Kangean, bahkan sampai Pulau Ternate dan Haruku di Kepulauan Maluku, jadi tujuan misi pengembangan ajaran Islam Sunan Giri.

Guna menarik simpati masyarakat untuk memeluk islam, Sunan Giri banyak menciptakan tembang atau lagu - lagu sebagai media dakwahnya. Gending Asmaradana dan Pucung menjadi dua di antara beberapa tembang yang diciptakannya.

Sosoknya yang terkenal sebagai pendidik ulung begitu disukai para anak-anak. Pasalnya Sunan Giri juga menciptakan beberapa permainan yang bernuansa agama Islam, seperti Jelungan, Jamuran, Gendi Gerit, hingga Cublak-cublek Suweng.

Beberapa permainan yang diciptakannya memiliki filosofi dan makna yang dalam mendidik anak. Selain itu Sunan Giri mengajarkan bagaimana pentingnya berpegangan kepada agama yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa saja

Sosoknya juga menjadi hal penting saat Kerajaan Demak berkuasa. Pengaruh Sunan Giri begitu terasa di struktur pemerintahan Kerajaan Demak sehingga sesuatu persoalan yang penting senantiasa menantikan sikap dan keputusan yang diambil oleh Sunan Giri. Sosoknya menjadi begitu dihormati bahkan oleh sesama Wali Songo sendiri.</content:encoded></item></channel></rss>
