<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Contohnya Bra, Isinya Lebih Penting daripada Bungkusnya!</title><description>Hingga saat ini humor itu pun selalu dikenang dan tak lekang oleh waktu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/05/337/2589595/humor-gus-dur-contohnya-bra-isinya-lebih-penting-daripada-bungkusnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/05/337/2589595/humor-gus-dur-contohnya-bra-isinya-lebih-penting-daripada-bungkusnya"/><item><title>Humor Gus Dur: Contohnya Bra, Isinya Lebih Penting daripada Bungkusnya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/05/337/2589595/humor-gus-dur-contohnya-bra-isinya-lebih-penting-daripada-bungkusnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/05/337/2589595/humor-gus-dur-contohnya-bra-isinya-lebih-penting-daripada-bungkusnya</guid><pubDate>Jum'at 06 Mei 2022 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/05/337/2589595/humor-gus-dur-contohnya-bra-isinya-lebih-penting-daripada-bungkusnya-5NwzfzINDd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: NU Online)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/05/337/2589595/humor-gus-dur-contohnya-bra-isinya-lebih-penting-daripada-bungkusnya-5NwzfzINDd.jpg</image><title>KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: NU Online)</title></images><description>BLITAR &amp;ndash; Presiden ke-4 RI, KH Abdurrrahman Wahid yang akrab dikenal dengan Gus Dur selalu memberikan celotehan atau humor yang sarat makna. Hingga saat ini humor itu pun selalu dikenang dan tak lekang oleh waktu.
Menurut buku &amp;lsquo;Menghidupkan Gus Dur, Catatan Kenangan Yahya Cholil Staquf&amp;rsquo;, bagi Gus Dur, lelucon berkhasiat menyehatkan pikiran. &amp;ldquo;Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat,&amp;rdquo; ungkap Gus Dur,

Salah satunya adalah kisah ketika Gus Dur bertemu dengan Raja Fahd,  Raja Saudi Arabia. Raja yang disebut sulit tertawa itu, seketika tergelak saat Gus Dur bercerita lucu tentang rambu lalu lintas mamnu ud dhukul atau dilarang dhukul (masuk). Rambu dilarang dhukul di Arab Saudi itu membingungkan jamaah haji asal Indonesia. Bunyi peringatan di jalan satu arah itu artinya dilarang masuk. Salah seorang jamaah haji asal Indonesia tidak tahu makna harfiah &amp;ldquo;dhukul&amp;rdquo; adalah masuk.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Saya Juga Tidak Pernah Serius Ucapkan 'Selamat'
Yang diketahui jamaah haji dari mendaras kitab-kitab kuning, makna dhukul artinya berhubungan badan.  Selain Raja Fahd, Gus Dur juga pernah membuat Raja Qatar tertawa tergelak dan tanpa sadar melemparkan selembar kertas di tangannya. Keduanya bertemu di  konferensi di Doha, Qatar.
Baca juga:&amp;nbsp;Sahabat Ceritakan saat Gus Dur Dapat Pesan dari Mbah Hasyim Akan Segera Jadi PresidenTerjadi perdebatan dua kepala negara terkait klausul. Apakah perlu dimasukkan ke dalam dekarasi atau cukup disepakati. Gus Dur angkat bicara. &amp;ldquo;Ini sebetulnya diskusi sepele, ini soal bungkus dan isi. Kesepakatan kita adalah isi, deklarasi itu bungkusnya, &amp;ldquo; terangnya.

&amp;ldquo;Sebetulnya dalam banyak hal isi lebih penting daripada bungkus. Contohnya, bra. Isinya lebih penting daripada bungkusnya,&amp;rdquo; lanjutnya. Semua orang seketika tertawa.

Raja Qatar yang semula mendengarkan sambil memainkan kertas, sontak tertawa ngakak dan reflek melemparkan kertas di tangannya. Raja Qatar itu kemudian berdiri, mendekati Gus Dur. &amp;ldquo;Maaf, Pak Presiden. Saya terbawa perasaan,&amp;rdquo; ujarnya.

</description><content:encoded>BLITAR &amp;ndash; Presiden ke-4 RI, KH Abdurrrahman Wahid yang akrab dikenal dengan Gus Dur selalu memberikan celotehan atau humor yang sarat makna. Hingga saat ini humor itu pun selalu dikenang dan tak lekang oleh waktu.
Menurut buku &amp;lsquo;Menghidupkan Gus Dur, Catatan Kenangan Yahya Cholil Staquf&amp;rsquo;, bagi Gus Dur, lelucon berkhasiat menyehatkan pikiran. &amp;ldquo;Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat,&amp;rdquo; ungkap Gus Dur,

Salah satunya adalah kisah ketika Gus Dur bertemu dengan Raja Fahd,  Raja Saudi Arabia. Raja yang disebut sulit tertawa itu, seketika tergelak saat Gus Dur bercerita lucu tentang rambu lalu lintas mamnu ud dhukul atau dilarang dhukul (masuk). Rambu dilarang dhukul di Arab Saudi itu membingungkan jamaah haji asal Indonesia. Bunyi peringatan di jalan satu arah itu artinya dilarang masuk. Salah seorang jamaah haji asal Indonesia tidak tahu makna harfiah &amp;ldquo;dhukul&amp;rdquo; adalah masuk.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Saya Juga Tidak Pernah Serius Ucapkan 'Selamat'
Yang diketahui jamaah haji dari mendaras kitab-kitab kuning, makna dhukul artinya berhubungan badan.  Selain Raja Fahd, Gus Dur juga pernah membuat Raja Qatar tertawa tergelak dan tanpa sadar melemparkan selembar kertas di tangannya. Keduanya bertemu di  konferensi di Doha, Qatar.
Baca juga:&amp;nbsp;Sahabat Ceritakan saat Gus Dur Dapat Pesan dari Mbah Hasyim Akan Segera Jadi PresidenTerjadi perdebatan dua kepala negara terkait klausul. Apakah perlu dimasukkan ke dalam dekarasi atau cukup disepakati. Gus Dur angkat bicara. &amp;ldquo;Ini sebetulnya diskusi sepele, ini soal bungkus dan isi. Kesepakatan kita adalah isi, deklarasi itu bungkusnya, &amp;ldquo; terangnya.

&amp;ldquo;Sebetulnya dalam banyak hal isi lebih penting daripada bungkus. Contohnya, bra. Isinya lebih penting daripada bungkusnya,&amp;rdquo; lanjutnya. Semua orang seketika tertawa.

Raja Qatar yang semula mendengarkan sambil memainkan kertas, sontak tertawa ngakak dan reflek melemparkan kertas di tangannya. Raja Qatar itu kemudian berdiri, mendekati Gus Dur. &amp;ldquo;Maaf, Pak Presiden. Saya terbawa perasaan,&amp;rdquo; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
