<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Modus Lempar Narkoba ke Perairan Indonesia Beberapa Kali Terjadi, tapi Jenis Kokain yang Pertama</title><description>Modus operandi lempar ke laut sudah beberapa kali dilakukan di perairan Indonesia. Tapi untuk kokain ini baru pertama kali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/09/337/2591312/modus-lempar-narkoba-ke-perairan-indonesia-beberapa-kali-terjadi-tapi-jenis-kokain-yang-pertama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/09/337/2591312/modus-lempar-narkoba-ke-perairan-indonesia-beberapa-kali-terjadi-tapi-jenis-kokain-yang-pertama"/><item><title>Modus Lempar Narkoba ke Perairan Indonesia Beberapa Kali Terjadi, tapi Jenis Kokain yang Pertama</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/09/337/2591312/modus-lempar-narkoba-ke-perairan-indonesia-beberapa-kali-terjadi-tapi-jenis-kokain-yang-pertama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/09/337/2591312/modus-lempar-narkoba-ke-perairan-indonesia-beberapa-kali-terjadi-tapi-jenis-kokain-yang-pertama</guid><pubDate>Senin 09 Mei 2022 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/09/337/2591312/modus-lempar-narkoba-ke-perairan-indonesia-beberapa-kali-terjadi-tapi-jenis-kokain-yang-pertama-oelWKoyvpE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Legacy Healing Center)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/09/337/2591312/modus-lempar-narkoba-ke-perairan-indonesia-beberapa-kali-terjadi-tapi-jenis-kokain-yang-pertama-oelWKoyvpE.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Legacy Healing Center)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Kepala Staff TNI Angkatan Laut, Laksda TNI Ahmad Heri Purwono mengungkapkan modus lempar narkotika di perairan Indonesia sudah beberapa kali terjadi, tapi untuk jenis kokain untuk pertama kalinya.

Yakni, terjadi pada Minggu 8 Mei 2022, dengan temuan 179 kilogram (kg) narkotika jenis kokain di perairan Selat Sunda.

&quot;Modus operandi lempar ke laut sudah beberapa kali dilakukan di perairan Indonesia. Tapi untuk kokain ini baru pertama kali. Karena kokain lebih mahal,&quot; ujar Ahmad Heri Purnomo, Senin (9/5/2022).

TNI AL kata Wakasal akan saling bertukar informasi, karena melihat luasnya wilayah perairan laut Indonesia butuh kerjasama dengan stakeholder lainnya.

&quot;Dengan ditemukannya barang ini, TNI AL akan berkoordinasi dengan aparat terkait, BNN, Polri, dan aparat intelijen. Sehingga harapan kita kedepan kalau masih banyak seperti ini akan bisa kita temukan bersama,&quot; kata Ahmad Heri.

BACA JUGA:Kronologi TNI AL Temukan Kokain 179 Kg Senilai Rp1, 2 Triliun di Selat Sunda


Wakasal menyebutkan sebagaimana diketahui bahwa efek dari narkotika jenis kokain amat berbahaya dampaknya untuk generasi muda Indonesia.

&quot;TNI AL akan selalu meningkatkan kewaspadaan kami dengan melakukan patroli secara rutin untuk menindak pelanggaran kedaulatan maupun pelanggaran hukum di laut sesuai dengan kewenangan TNI AL dan sesuai keputusan pemerintah atau bapak Presiden,&quot; pungkasnya.Sebagaimana diketahui, TNI AL dalam antisipasi keamanan saat Idul Fitri, TNI AL telah membentuk satuan tugas pengamanan laut dengan mengerahkan 40 KRI dan 5 ribu prajurit di seluruh wilayah Indonesia dan pelabuhan-pelabuhan.

Pada Minggu sekira pukul 12.30 WIB, tim satgas yang bertugas di perairan Selat Sunda sekitar pelabuhan Merak pada posisi koordinat 05 55 507 LS dan 205 59 172 BT telah menemukan empat buah benda bungkusan plastik hitam yang kita curigai bersama.

Selanjutnya barang tersebut dibawa ke Lanal Banten untuk pemeriksaan selanjutnya. Kemudian dengan koordinasi bersama BNN Banten, dugaan awal barang tersebut merupakan narkotika jenis kokain sebesar 179 kilogram dengan asumsi harga menurut BNN Rp 5-7 juta per gram maka nilai total perkiraan Rp1,25 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Kepala Staff TNI Angkatan Laut, Laksda TNI Ahmad Heri Purwono mengungkapkan modus lempar narkotika di perairan Indonesia sudah beberapa kali terjadi, tapi untuk jenis kokain untuk pertama kalinya.

Yakni, terjadi pada Minggu 8 Mei 2022, dengan temuan 179 kilogram (kg) narkotika jenis kokain di perairan Selat Sunda.

&quot;Modus operandi lempar ke laut sudah beberapa kali dilakukan di perairan Indonesia. Tapi untuk kokain ini baru pertama kali. Karena kokain lebih mahal,&quot; ujar Ahmad Heri Purnomo, Senin (9/5/2022).

TNI AL kata Wakasal akan saling bertukar informasi, karena melihat luasnya wilayah perairan laut Indonesia butuh kerjasama dengan stakeholder lainnya.

&quot;Dengan ditemukannya barang ini, TNI AL akan berkoordinasi dengan aparat terkait, BNN, Polri, dan aparat intelijen. Sehingga harapan kita kedepan kalau masih banyak seperti ini akan bisa kita temukan bersama,&quot; kata Ahmad Heri.

BACA JUGA:Kronologi TNI AL Temukan Kokain 179 Kg Senilai Rp1, 2 Triliun di Selat Sunda


Wakasal menyebutkan sebagaimana diketahui bahwa efek dari narkotika jenis kokain amat berbahaya dampaknya untuk generasi muda Indonesia.

&quot;TNI AL akan selalu meningkatkan kewaspadaan kami dengan melakukan patroli secara rutin untuk menindak pelanggaran kedaulatan maupun pelanggaran hukum di laut sesuai dengan kewenangan TNI AL dan sesuai keputusan pemerintah atau bapak Presiden,&quot; pungkasnya.Sebagaimana diketahui, TNI AL dalam antisipasi keamanan saat Idul Fitri, TNI AL telah membentuk satuan tugas pengamanan laut dengan mengerahkan 40 KRI dan 5 ribu prajurit di seluruh wilayah Indonesia dan pelabuhan-pelabuhan.

Pada Minggu sekira pukul 12.30 WIB, tim satgas yang bertugas di perairan Selat Sunda sekitar pelabuhan Merak pada posisi koordinat 05 55 507 LS dan 205 59 172 BT telah menemukan empat buah benda bungkusan plastik hitam yang kita curigai bersama.

Selanjutnya barang tersebut dibawa ke Lanal Banten untuk pemeriksaan selanjutnya. Kemudian dengan koordinasi bersama BNN Banten, dugaan awal barang tersebut merupakan narkotika jenis kokain sebesar 179 kilogram dengan asumsi harga menurut BNN Rp 5-7 juta per gram maka nilai total perkiraan Rp1,25 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
