<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocah 10 Tahun di Tulungagung Meninggal Diduga karena Hepatitis Akut, Ini Penjelasan Dinkes</title><description>Dinkes Jatim masih menunggu data-data dari pemeriksaan laboratorium yang saat ini dikerjakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/09/519/2591280/bocah-10-tahun-di-tulungagung-meninggal-diduga-karena-hepatitis-akut-ini-penjelasan-dinkes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/09/519/2591280/bocah-10-tahun-di-tulungagung-meninggal-diduga-karena-hepatitis-akut-ini-penjelasan-dinkes"/><item><title>Bocah 10 Tahun di Tulungagung Meninggal Diduga karena Hepatitis Akut, Ini Penjelasan Dinkes</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/09/519/2591280/bocah-10-tahun-di-tulungagung-meninggal-diduga-karena-hepatitis-akut-ini-penjelasan-dinkes</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/09/519/2591280/bocah-10-tahun-di-tulungagung-meninggal-diduga-karena-hepatitis-akut-ini-penjelasan-dinkes</guid><pubDate>Senin 09 Mei 2022 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Yudha Prawira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/09/519/2591280/bocah-10-tahun-di-tulungagung-meninggal-diduga-karena-hepatitis-akut-ini-penjelasan-dinkes-otXl4RkYKa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/09/519/2591280/bocah-10-tahun-di-tulungagung-meninggal-diduga-karena-hepatitis-akut-ini-penjelasan-dinkes-otXl4RkYKa.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>SURABAYA - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, belum bisa memastikan kematian seorang bocah perempuan di Tulungagung, disebabkan karena hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

Dinkes Jatim masih menunggu data-data dari pemeriksaan laboratorium yang saat ini dikerjakan.

Untuk memastikan diagnosa dari penyakit yang diderita, serta penyebab kematiannya, Dinkes Jatim mengirimkan laporan pemeriksaan spesimen ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

&quot;Terkait kasus kematian bocah 7 tahun di Tulungagung tersebut, Dinkes Jatim telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, di mana untuk sementara ini mendiagnosis bocah tersebut mengidap sindrom jaundice, atau penyakit kuning akut,&quot; jelas Kadinkes Jatim, dr Erwin Astha Triyono.
Dengan adanya kematian bocah di Tulungagung tersebut, Dinkes Jatim mencatat, kasus penyakit kuning akut yang ditemukan di Jatim saat ini bertambah 1 kasus menjadi 115 kasus.

Sementara itu,  di Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya sendiri saat ini merawat 1 pasien sindrom jaundice atau penyakit kuning akut, berusia 10 bulan.

&quot;Kondisi pasien saat ini semakin membaik,&quot; jelas Dirut RSUD Dokter Soetomo, dr Joni Wahyuhadi.

</description><content:encoded>SURABAYA - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, belum bisa memastikan kematian seorang bocah perempuan di Tulungagung, disebabkan karena hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

Dinkes Jatim masih menunggu data-data dari pemeriksaan laboratorium yang saat ini dikerjakan.

Untuk memastikan diagnosa dari penyakit yang diderita, serta penyebab kematiannya, Dinkes Jatim mengirimkan laporan pemeriksaan spesimen ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

&quot;Terkait kasus kematian bocah 7 tahun di Tulungagung tersebut, Dinkes Jatim telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, di mana untuk sementara ini mendiagnosis bocah tersebut mengidap sindrom jaundice, atau penyakit kuning akut,&quot; jelas Kadinkes Jatim, dr Erwin Astha Triyono.
Dengan adanya kematian bocah di Tulungagung tersebut, Dinkes Jatim mencatat, kasus penyakit kuning akut yang ditemukan di Jatim saat ini bertambah 1 kasus menjadi 115 kasus.

Sementara itu,  di Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya sendiri saat ini merawat 1 pasien sindrom jaundice atau penyakit kuning akut, berusia 10 bulan.

&quot;Kondisi pasien saat ini semakin membaik,&quot; jelas Dirut RSUD Dokter Soetomo, dr Joni Wahyuhadi.

</content:encoded></item></channel></rss>
