<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kualitas Demokrasi dengan Analogi Kereta Api</title><description>Jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai mana?</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/10/337/2591166/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-dengan-analogi-kereta-api</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/10/337/2591166/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-dengan-analogi-kereta-api"/><item><title>Humor Gus Dur: Kualitas Demokrasi dengan Analogi Kereta Api</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/10/337/2591166/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-dengan-analogi-kereta-api</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/10/337/2591166/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-dengan-analogi-kereta-api</guid><pubDate>Selasa 10 Mei 2022 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/09/337/2591166/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-dengan-analogi-kereta-api-NboKymNokN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/09/337/2591166/humor-gus-dur-kualitas-demokrasi-dengan-analogi-kereta-api-NboKymNokN.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Reuters)</title></images><description>KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kerap bersuara dan menlancarkan kritik di era orde baru.

Salah satu momennya, dilansir dari nu.or.id, ketika dia diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta untuk membincang kualitas demokrasi di era Orde Baru, setahun sebelum reformasi 1998.

&amp;ldquo;Gus, jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai di mana sekarang?&amp;rdquo; tanya sang reporter.

&amp;ldquo;Kita sampai di Bekasi gitulah,&amp;rdquo; kata Gus Dur enteng.

Jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi bayang-bayang penguasa akan marah lantaran pernyataan Gus Dur tersebut.

Karena kekhawatiran tersebut, sang reporter berpikir untuk memangkas bagian tersebut jika mau tayang.

BACA JUGA:Humor Gus Dur: Cara Presiden Atasi Lelah, Tidur Walau Lagi Sidang Kabinet!


&amp;ldquo;Itu artinya enggak jalan dong, Gus?&amp;rdquo; tanya reporter.

&amp;ldquo;Iya, situ sudah tahu gitu, kok masih nanya,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur disambut tawa sang reporter.</description><content:encoded>KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kerap bersuara dan menlancarkan kritik di era orde baru.

Salah satu momennya, dilansir dari nu.or.id, ketika dia diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta untuk membincang kualitas demokrasi di era Orde Baru, setahun sebelum reformasi 1998.

&amp;ldquo;Gus, jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai di mana sekarang?&amp;rdquo; tanya sang reporter.

&amp;ldquo;Kita sampai di Bekasi gitulah,&amp;rdquo; kata Gus Dur enteng.

Jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi bayang-bayang penguasa akan marah lantaran pernyataan Gus Dur tersebut.

Karena kekhawatiran tersebut, sang reporter berpikir untuk memangkas bagian tersebut jika mau tayang.

BACA JUGA:Humor Gus Dur: Cara Presiden Atasi Lelah, Tidur Walau Lagi Sidang Kabinet!


&amp;ldquo;Itu artinya enggak jalan dong, Gus?&amp;rdquo; tanya reporter.

&amp;ldquo;Iya, situ sudah tahu gitu, kok masih nanya,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur disambut tawa sang reporter.</content:encoded></item></channel></rss>
