<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Tukang Pecel Lele Sebar Uang Saat Mudik di Lamongan</title><description>Diketahui, tradisi sebar uang ini sudah dilakukan turun temurun ketika para perantau mudik ke kampung halamannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/10/519/2591638/kisah-tukang-pecel-lele-sebar-uang-saat-mudik-di-lamongan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/10/519/2591638/kisah-tukang-pecel-lele-sebar-uang-saat-mudik-di-lamongan"/><item><title>Kisah Tukang Pecel Lele Sebar Uang Saat Mudik di Lamongan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/10/519/2591638/kisah-tukang-pecel-lele-sebar-uang-saat-mudik-di-lamongan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/10/519/2591638/kisah-tukang-pecel-lele-sebar-uang-saat-mudik-di-lamongan</guid><pubDate>Selasa 10 Mei 2022 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>MNC Media</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/10/519/2591638/kisah-tukang-pecel-lele-sebar-uang-saat-mudik-di-lamongan-duP1DoENQW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perantau melakukan Tradisi Sebar Uang di Lamongan/MNC Media</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/10/519/2591638/kisah-tukang-pecel-lele-sebar-uang-saat-mudik-di-lamongan-duP1DoENQW.jpg</image><title>Perantau melakukan Tradisi Sebar Uang di Lamongan/MNC Media</title></images><description>LAMONGAN - Perantau asal Lamongan, Jawa Timur yang bekerja sebagai pedagang pecel lele melakukan tradisi sebar uang saat mudik Lebaran beberapa waktu yang lalu.
Diketahui, tradisi sebar uang ini sudah dilakukan turun temurun ketika para perantau mudik ke kampung halamannya.
Baca Juga: Puncak Arus Balik, 43 Ribu Orang Masuk Bali Lewat Gilimanuk
Para perantau yang mengadakan tradisi tebar uang tersebut menebar uang jutaan rupiah dari sebuah atap masjid di Desa Bugoharjo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Uang yang jatuh bertebaran tersebut diperebutkan warga desa mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Orang-orang yang menyebarkan uang dari atap masjid tersebut merupakan Persatuan Warga Perantau yang bekerja sebagai pedagang pecel lele maupun pedagang makanan laut.
Tradisi sebar uang ini adalah tradisi turun menurun dari nenek moyang mereka dan sebagai simbol perantau yang berbagi rezeki saat mudik ke kampung halamannya.Namun, tradisi ini sempat terhenti selama dua tahun karena adanya pandemi Covid-19 yang membuat perantau tidak ada yang mudik.
&quot;Ini semata-mata kita bersyukur, teman-teman kita di perantauan mendapatkan rezeki yang lebih sehingga kita bersatu, berkumpul, mengadakan acara ini, agar ada manfaat di kampung halaman kita,&quot; ungkap Ahmad Yusuf, panitia dari Tradisi Sebar Uang tersebut.</description><content:encoded>LAMONGAN - Perantau asal Lamongan, Jawa Timur yang bekerja sebagai pedagang pecel lele melakukan tradisi sebar uang saat mudik Lebaran beberapa waktu yang lalu.
Diketahui, tradisi sebar uang ini sudah dilakukan turun temurun ketika para perantau mudik ke kampung halamannya.
Baca Juga: Puncak Arus Balik, 43 Ribu Orang Masuk Bali Lewat Gilimanuk
Para perantau yang mengadakan tradisi tebar uang tersebut menebar uang jutaan rupiah dari sebuah atap masjid di Desa Bugoharjo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Uang yang jatuh bertebaran tersebut diperebutkan warga desa mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Orang-orang yang menyebarkan uang dari atap masjid tersebut merupakan Persatuan Warga Perantau yang bekerja sebagai pedagang pecel lele maupun pedagang makanan laut.
Tradisi sebar uang ini adalah tradisi turun menurun dari nenek moyang mereka dan sebagai simbol perantau yang berbagi rezeki saat mudik ke kampung halamannya.Namun, tradisi ini sempat terhenti selama dua tahun karena adanya pandemi Covid-19 yang membuat perantau tidak ada yang mudik.
&quot;Ini semata-mata kita bersyukur, teman-teman kita di perantauan mendapatkan rezeki yang lebih sehingga kita bersatu, berkumpul, mengadakan acara ini, agar ada manfaat di kampung halaman kita,&quot; ungkap Ahmad Yusuf, panitia dari Tradisi Sebar Uang tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
