<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>15 Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Semuanya Masih Dugaan</title><description>Menurutnya, dari 15 kasus yang dilaporkan tersebut, 11 kasus sudah diperiksa, dan hasilnya bukan hepatitis ABCD.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/11/337/2592445/15-kasus-hepatitis-akut-di-indonesia-semuanya-masih-dugaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/11/337/2592445/15-kasus-hepatitis-akut-di-indonesia-semuanya-masih-dugaan"/><item><title>15 Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Semuanya Masih Dugaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/11/337/2592445/15-kasus-hepatitis-akut-di-indonesia-semuanya-masih-dugaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/11/337/2592445/15-kasus-hepatitis-akut-di-indonesia-semuanya-masih-dugaan</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2022 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/337/2592445/15-kasus-hepatitis-akut-di-indonesia-semuanya-masih-dugaan-phWJlpkeTw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/337/2592445/15-kasus-hepatitis-akut-di-indonesia-semuanya-masih-dugaan-phWJlpkeTw.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Brian Sriprahastuti mengatakan, 15 kasus hepatitis akut di Indonesia, belum bisa dikategorikan sebagai hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya (acute hepatitis of unknown aetiolog).

&quot;Karena masih menunggu pemeriksaan, kemungkinan Hepatitis E dan adenovirus. Semua masih dugaan atau suspek,&quot; kata Brian dalam keterangannya, Rabu (11/5/2022).

Menurutnya, dari 15 kasus yang dilaporkan tersebut, 11 kasus sudah diperiksa, dan hasilnya bukan hepatitis ABCD.

&quot;Tapi belum diperiksa untuk hepatitis E dan adenovirusnya, karena menunggu reagen,&quot; kata Brian.

BACA JUGA:Diduga Hepatitis Misterius, 1 Bocah di Sumut Meninggal dan 1 Lagi Masih Dirawat di RS


Brian juga menegaskan, bertambahnya kasus dugaan hepatitis akut yang dilaporkan, membuktikan bahwa Sistem kewaspadaan Dini berfungsi, dan SE kemenkes direspon dengan baik oleh daerah.



&quot;Meski demikian masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan terutama untuk keluarga,&quot; hatap Brian.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin  mengumumkan, bahwa ada 15 kasus hepatitis akut di Indonesia pada Senin  (9/5). Ke-15 kasus tersebut, ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan  Sumatera Barat. Kenaikan angka ini, dihitung setelah Kemenkes  meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir.

Seperti diketahui, fenomena hepatitis akut yang tidak diketahui  penyebabnya, menjadi sorotan dunia setelah WHO menetapkannya sebagai  Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022. WHO menerima laporan 169  kasus di 12 negara.</description><content:encoded>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Brian Sriprahastuti mengatakan, 15 kasus hepatitis akut di Indonesia, belum bisa dikategorikan sebagai hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya (acute hepatitis of unknown aetiolog).

&quot;Karena masih menunggu pemeriksaan, kemungkinan Hepatitis E dan adenovirus. Semua masih dugaan atau suspek,&quot; kata Brian dalam keterangannya, Rabu (11/5/2022).

Menurutnya, dari 15 kasus yang dilaporkan tersebut, 11 kasus sudah diperiksa, dan hasilnya bukan hepatitis ABCD.

&quot;Tapi belum diperiksa untuk hepatitis E dan adenovirusnya, karena menunggu reagen,&quot; kata Brian.

BACA JUGA:Diduga Hepatitis Misterius, 1 Bocah di Sumut Meninggal dan 1 Lagi Masih Dirawat di RS


Brian juga menegaskan, bertambahnya kasus dugaan hepatitis akut yang dilaporkan, membuktikan bahwa Sistem kewaspadaan Dini berfungsi, dan SE kemenkes direspon dengan baik oleh daerah.



&quot;Meski demikian masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan terutama untuk keluarga,&quot; hatap Brian.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin  mengumumkan, bahwa ada 15 kasus hepatitis akut di Indonesia pada Senin  (9/5). Ke-15 kasus tersebut, ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan  Sumatera Barat. Kenaikan angka ini, dihitung setelah Kemenkes  meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir.

Seperti diketahui, fenomena hepatitis akut yang tidak diketahui  penyebabnya, menjadi sorotan dunia setelah WHO menetapkannya sebagai  Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022. WHO menerima laporan 169  kasus di 12 negara.</content:encoded></item></channel></rss>
