<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Minta Angka Prevalensi Stunting Turun Minimal 3% pada 2022</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin meminta agar angka prevalensi stunting turun minimal 3% pada tahun 2022 ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/11/337/2592627/wapres-minta-angka-prevalensi-stunting-turun-minimal-3-pada-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/11/337/2592627/wapres-minta-angka-prevalensi-stunting-turun-minimal-3-pada-2022"/><item><title>Wapres Minta Angka Prevalensi Stunting Turun Minimal 3% pada 2022</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/11/337/2592627/wapres-minta-angka-prevalensi-stunting-turun-minimal-3-pada-2022</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/11/337/2592627/wapres-minta-angka-prevalensi-stunting-turun-minimal-3-pada-2022</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2022 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/337/2592627/wapres-minta-angka-prevalensi-stunting-turun-minimal-3-pada-2022-W2I1ewQvQ8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden, Maruf Amin (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/337/2592627/wapres-minta-angka-prevalensi-stunting-turun-minimal-3-pada-2022-W2I1ewQvQ8.jpeg</image><title>Wakil Presiden, Maruf Amin (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin meminta agar angka prevalensi stunting turun minimal 3% pada tahun 2022 ini. Dengan begitu, target penurunan angka prevalensi stunting di Tanah Air hingga 14% pada 2024 dapat dicapai.

&amp;ldquo;Prevalensi stunting tahun 2022 harus turun setidaknya 3% melalui konvergensi (program) intervensi spesifik dan sensitif yang tepat sasaran, serta didukung data sasaran yang lebih baik dan terintegrasi, pembentukan TPPS dan (penguatan) tingkat implementasinya hingga di tingkat rumah tangga melalui Posyandu,&amp;rdquo; pinta Wapres saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat di Istana Wapres, Rabu (11/5/2022).

Hadir dalam rapat ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, serta berbagai pejabat terkait.

BACA JUGA:Wapres: Total Kerugian Negara Akibat Stunting Lebih Rp300 Triliun Tiap Tahun


Wapres memaparkan bahwa berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada 2018.


&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Pemerintah mempunyai target untuk menurunkan prevalensi hingga 14%  pada tahun 2024. Itu artinya, kita harus menurunkan prevalensi sebesar  10,4% dalam 2,5 tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan  bagi kita semua untuk mencapainya,&amp;rdquo; tuturnya.

Untuk itu, Wapres pun berharap setiap Kementerian/Lembaga (K/L) dapat  menyusun rencana pencapaian setiap target antara yang menjadi tanggung  jawabnya dan memastikan kecukupan dana, sarana, serta kapasitas  implementasinya.

&amp;ldquo;Pelaksanaan program harus dipantau, dievaluasi dan dilaporkan secara  terpadu dan berkala. Sehingga dapat diketahui perkembangan, capaian,  dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, yang kemudian kita bisa  mengambil langkah berikutnya untuk memastikan target prevalensi 14% pada  tahun 2024 bisa dicapai,&amp;rdquo; pinta Wapres.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin meminta agar angka prevalensi stunting turun minimal 3% pada tahun 2022 ini. Dengan begitu, target penurunan angka prevalensi stunting di Tanah Air hingga 14% pada 2024 dapat dicapai.

&amp;ldquo;Prevalensi stunting tahun 2022 harus turun setidaknya 3% melalui konvergensi (program) intervensi spesifik dan sensitif yang tepat sasaran, serta didukung data sasaran yang lebih baik dan terintegrasi, pembentukan TPPS dan (penguatan) tingkat implementasinya hingga di tingkat rumah tangga melalui Posyandu,&amp;rdquo; pinta Wapres saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat di Istana Wapres, Rabu (11/5/2022).

Hadir dalam rapat ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, serta berbagai pejabat terkait.

BACA JUGA:Wapres: Total Kerugian Negara Akibat Stunting Lebih Rp300 Triliun Tiap Tahun


Wapres memaparkan bahwa berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada 2018.


&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Pemerintah mempunyai target untuk menurunkan prevalensi hingga 14%  pada tahun 2024. Itu artinya, kita harus menurunkan prevalensi sebesar  10,4% dalam 2,5 tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan  bagi kita semua untuk mencapainya,&amp;rdquo; tuturnya.

Untuk itu, Wapres pun berharap setiap Kementerian/Lembaga (K/L) dapat  menyusun rencana pencapaian setiap target antara yang menjadi tanggung  jawabnya dan memastikan kecukupan dana, sarana, serta kapasitas  implementasinya.

&amp;ldquo;Pelaksanaan program harus dipantau, dievaluasi dan dilaporkan secara  terpadu dan berkala. Sehingga dapat diketahui perkembangan, capaian,  dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, yang kemudian kita bisa  mengambil langkah berikutnya untuk memastikan target prevalensi 14% pada  tahun 2024 bisa dicapai,&amp;rdquo; pinta Wapres.
</content:encoded></item></channel></rss>
