<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wagub DKI: Ada 21 Kasus Dugaan Hepatitis Misterius di Ibu Kota, 3 Meninggal Dunia</title><description>Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut kini ada 21 kasus diduga Hepatitis Misterius di Ibu Kota hingga Rabu</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/11/338/2592568/wagub-dki-ada-21-kasus-dugaan-hepatitis-misterius-di-ibu-kota-3-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/11/338/2592568/wagub-dki-ada-21-kasus-dugaan-hepatitis-misterius-di-ibu-kota-3-meninggal-dunia"/><item><title>Wagub DKI: Ada 21 Kasus Dugaan Hepatitis Misterius di Ibu Kota, 3 Meninggal Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/11/338/2592568/wagub-dki-ada-21-kasus-dugaan-hepatitis-misterius-di-ibu-kota-3-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/11/338/2592568/wagub-dki-ada-21-kasus-dugaan-hepatitis-misterius-di-ibu-kota-3-meninggal-dunia</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2022 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/338/2592568/wagub-dki-ada-21-kasus-dugaan-hepatitis-misterius-di-ibu-kota-3-meninggal-dunia-PIEgUXAZOp.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/338/2592568/wagub-dki-ada-21-kasus-dugaan-hepatitis-misterius-di-ibu-kota-3-meninggal-dunia-PIEgUXAZOp.JPG</image><title>Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut kini ada 21 kasus diduga Hepatitis Misterius di Ibu Kota hingga Rabu (11/5/2022). Adapun tiga diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
&quot;Data sementara ada 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut, meski demikian ini masih dalam proses penyelidikan epidemiolog,&quot; kata Riza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat.
&quot;Iya yang 21 itu di Jakarta tapi yang korban (meninggal) sudah 3. Kita berharap yang meninggal tidak bertambah lagi,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Hepatitis Misterius Intai Anak-Anak, Ini 6 Fakta yang Perlu Dicermati
Kendati demikian, Ariza tidak merinci data sebaran kasus tersebut. &quot;Nanti dicek datanya ke Dinkes,&quot; ucapnya.Politikus Gerindra itu menilai belum dibutuhkan pembentukan Satuan  Tugas (Satgas) guna menangani kasus Hepatitis Misterius. Ia menyebut  Dinkes DKI terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna  mengevaluasi.
&quot;Bentuknya belum sampai satgas. Nanti kan masalah ini kita akan  tunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat atau Kemenkes. Sekarang kami dari  Dinkes terus berkoordinasi rapat diskusi dialog terus monitoring  evaluasi bersama kementerian terkait yaitu Kemenkes,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut kini ada 21 kasus diduga Hepatitis Misterius di Ibu Kota hingga Rabu (11/5/2022). Adapun tiga diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
&quot;Data sementara ada 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut, meski demikian ini masih dalam proses penyelidikan epidemiolog,&quot; kata Riza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat.
&quot;Iya yang 21 itu di Jakarta tapi yang korban (meninggal) sudah 3. Kita berharap yang meninggal tidak bertambah lagi,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Hepatitis Misterius Intai Anak-Anak, Ini 6 Fakta yang Perlu Dicermati
Kendati demikian, Ariza tidak merinci data sebaran kasus tersebut. &quot;Nanti dicek datanya ke Dinkes,&quot; ucapnya.Politikus Gerindra itu menilai belum dibutuhkan pembentukan Satuan  Tugas (Satgas) guna menangani kasus Hepatitis Misterius. Ia menyebut  Dinkes DKI terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna  mengevaluasi.
&quot;Bentuknya belum sampai satgas. Nanti kan masalah ini kita akan  tunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat atau Kemenkes. Sekarang kami dari  Dinkes terus berkoordinasi rapat diskusi dialog terus monitoring  evaluasi bersama kementerian terkait yaitu Kemenkes,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
