<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Ekor Buaya Teror Warga Desa, Petugas BKSDA Pasang Jeratan</title><description>Dilaporkan warga, buaya berjenis buaya sapit atau senyulong sebanyak 2 ekor dengan panjang 1 meteran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/11/340/2592092/2-ekor-buaya-teror-warga-desa-petugas-bksda-pasang-jeratan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/11/340/2592092/2-ekor-buaya-teror-warga-desa-petugas-bksda-pasang-jeratan"/><item><title>2 Ekor Buaya Teror Warga Desa, Petugas BKSDA Pasang Jeratan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/11/340/2592092/2-ekor-buaya-teror-warga-desa-petugas-bksda-pasang-jeratan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/11/340/2592092/2-ekor-buaya-teror-warga-desa-petugas-bksda-pasang-jeratan</guid><pubDate>Rabu 11 Mei 2022 06:19 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/340/2592092/2-ekor-buaya-teror-warga-desa-petugas-bksda-pasang-jeratan-66Q0D9G5QL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas BKSDA pasang jerat buaya (Foto : MPI/Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/340/2592092/2-ekor-buaya-teror-warga-desa-petugas-bksda-pasang-jeratan-66Q0D9G5QL.jpeg</image><title>Petugas BKSDA pasang jerat buaya (Foto : MPI/Istimewa)</title></images><description>KOTAWARINGIN TIMUR - Sebanyak dua ekor buaya dilaporkan warga sering terlihat di galian bekas tanah bahan pembuatan bata merah di Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng.

Hal ini membuat warga setempat resah dan seera melaporkan ke petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit pada Selasa, 10 Mei 2022.

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah menjelaskan, areal kemunculan buaya berdampingan dengan Sungai Batangkang anak Sungai Mentaya yang juga merupakan sungai pengaringan.

&quot;Dilaporkan warga, buaya berjenis buaya sapit atau senyulong sebanyak 2 ekor dengan panjang 1 meteran,&quot; kata Muri, Rabu 11 Mei 2022.

Menindaklanjuti ini pihak BKSDA dibantu personel Manggala Agni langsung mendatangi lokasi. Petugas juga memasang jerat buaya dengan umpan 2 ekor ikan.

BACA JUGA:Dikira Batu, Nelayan Tangkap Buaya 4 Meter di Tepi Pantai

&quot;Saya ditemani 2 anggota Manggala Agni, Tri Askoko dan Rahmad memasang jerat buaya. Disaksikan kepala desa dan ketua RT.&amp;rdquo;

Lokasi kemunculan buaya merupakan areal bekas galian tanah untuk bata merah dengan luas sekitar 50 x 50 meter dan kedalaman sekitar 4 meter. Sebagian areal sudah ditumbuhi rerumputan.</description><content:encoded>KOTAWARINGIN TIMUR - Sebanyak dua ekor buaya dilaporkan warga sering terlihat di galian bekas tanah bahan pembuatan bata merah di Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng.

Hal ini membuat warga setempat resah dan seera melaporkan ke petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit pada Selasa, 10 Mei 2022.

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah menjelaskan, areal kemunculan buaya berdampingan dengan Sungai Batangkang anak Sungai Mentaya yang juga merupakan sungai pengaringan.

&quot;Dilaporkan warga, buaya berjenis buaya sapit atau senyulong sebanyak 2 ekor dengan panjang 1 meteran,&quot; kata Muri, Rabu 11 Mei 2022.

Menindaklanjuti ini pihak BKSDA dibantu personel Manggala Agni langsung mendatangi lokasi. Petugas juga memasang jerat buaya dengan umpan 2 ekor ikan.

BACA JUGA:Dikira Batu, Nelayan Tangkap Buaya 4 Meter di Tepi Pantai

&quot;Saya ditemani 2 anggota Manggala Agni, Tri Askoko dan Rahmad memasang jerat buaya. Disaksikan kepala desa dan ketua RT.&amp;rdquo;

Lokasi kemunculan buaya merupakan areal bekas galian tanah untuk bata merah dengan luas sekitar 50 x 50 meter dan kedalaman sekitar 4 meter. Sebagian areal sudah ditumbuhi rerumputan.</content:encoded></item></channel></rss>
