<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diprotes, Taliban Tetap Tegakkan Aturan Hijab</title><description>Peraturan Taliban itu telah mendapat kecaman internasional secara luas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/12/18/2592682/diprotes-taliban-tetap-tegakkan-aturan-hijab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/12/18/2592682/diprotes-taliban-tetap-tegakkan-aturan-hijab"/><item><title>Diprotes, Taliban Tetap Tegakkan Aturan Hijab</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/12/18/2592682/diprotes-taliban-tetap-tegakkan-aturan-hijab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/12/18/2592682/diprotes-taliban-tetap-tegakkan-aturan-hijab</guid><pubDate>Kamis 12 Mei 2022 02:04 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/11/18/2592682/diprotes-taliban-tetap-tegakkan-aturan-hijab-xyxkajDPdo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perempuan Afghanistan (Foto:AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/11/18/2592682/diprotes-taliban-tetap-tegakkan-aturan-hijab-xyxkajDPdo.jpg</image><title>Perempuan Afghanistan (Foto:AFP)</title></images><description>AFGHANISTAN - Dalam pertemuan pejabat provinsi dari Kementerian Taliban urusan Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan yang berlangsung selama tiga hari baru-baru ini, hanya peserta laki-laki yang hadir dalam acara tersebut. Namun, pertemuan dan keputusan mereka mengatur cara baru berpakaian untuk perempuan di Afghanistan.
Inaamullah Samangani, juru bicara Taliban, kepada VOA mengatakan para pejabat membahas &quot;bagaimana menegakkan keputusan tentang jilbab itu dengan lancar.&quot;
Berdasarkan perintah Taliban yang baru, semua perempuan dewasa diwajibkan menutupi seluruh tubuh dan wajah mereka, kecuali mata dan tangan.
&amp;ldquo;Emirat Islam tidak pernah memaksakan jenis jilbab tertentu pada perempuan Afghanistan tetapi meminta perempuan untuk terus mengenakan jenis jilbab apa pun yang umum di daerah mereka,&amp;rdquo; tambah Samangani.
Baca juga:&amp;nbsp;Taliban Wajibkan Perempuan Tutupi Wajah Mereka di Tempat Umum
Agen-agen dari kementerian itu, yang secara resmi disebut ombudsman agama, mengatakan penegakan kepatuhan tidak akan melibatkan kekerasan terhadap perempuan, tetapi akan mengakibatkan hukuman, termasuk tiga hari penjara untuk anggota laki-laki dari keluarga perempuan yang melanggar.
Baca juga:&amp;nbsp;Mantan Jenderal Angkatan Darat Afghanistan Bersumpah Perang Melawan Taliban
&amp;ldquo;Sebagian besar perempuan Afghanistan mengenakan jilbab, tetapi hanya sejumlah kecil perempuan di daerah perkotaan yang sekarang disarankan untuk melakukannya,&amp;rdquo; kata Samangani.Peraturan Taliban itu telah mendapat kecaman internasional secara luas.
&amp;ldquo;Saya khawatir dengan pengumuman Taliban hari ini bahwa perempuan harus menutupi wajah mereka di depan umum dan hanya meninggalkan rumah dalam keadaan darurat,&amp;rdquo; cuit Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ant&amp;oacute;nio Guterres pada 7 Mei.
Pada hari Selasa, sekelompok kecil perempuan di Kabul juga memprotes peraturan tersebut, dengan mengatakan bahwa laki-laki tidak boleh mendikte apa yang dikenakan perempuan.
Baca juga:&amp;nbsp;Kebijakan Baru Taliban Larang Perempuan Naik Pesawat Tanpa Mahram</description><content:encoded>AFGHANISTAN - Dalam pertemuan pejabat provinsi dari Kementerian Taliban urusan Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan yang berlangsung selama tiga hari baru-baru ini, hanya peserta laki-laki yang hadir dalam acara tersebut. Namun, pertemuan dan keputusan mereka mengatur cara baru berpakaian untuk perempuan di Afghanistan.
Inaamullah Samangani, juru bicara Taliban, kepada VOA mengatakan para pejabat membahas &quot;bagaimana menegakkan keputusan tentang jilbab itu dengan lancar.&quot;
Berdasarkan perintah Taliban yang baru, semua perempuan dewasa diwajibkan menutupi seluruh tubuh dan wajah mereka, kecuali mata dan tangan.
&amp;ldquo;Emirat Islam tidak pernah memaksakan jenis jilbab tertentu pada perempuan Afghanistan tetapi meminta perempuan untuk terus mengenakan jenis jilbab apa pun yang umum di daerah mereka,&amp;rdquo; tambah Samangani.
Baca juga:&amp;nbsp;Taliban Wajibkan Perempuan Tutupi Wajah Mereka di Tempat Umum
Agen-agen dari kementerian itu, yang secara resmi disebut ombudsman agama, mengatakan penegakan kepatuhan tidak akan melibatkan kekerasan terhadap perempuan, tetapi akan mengakibatkan hukuman, termasuk tiga hari penjara untuk anggota laki-laki dari keluarga perempuan yang melanggar.
Baca juga:&amp;nbsp;Mantan Jenderal Angkatan Darat Afghanistan Bersumpah Perang Melawan Taliban
&amp;ldquo;Sebagian besar perempuan Afghanistan mengenakan jilbab, tetapi hanya sejumlah kecil perempuan di daerah perkotaan yang sekarang disarankan untuk melakukannya,&amp;rdquo; kata Samangani.Peraturan Taliban itu telah mendapat kecaman internasional secara luas.
&amp;ldquo;Saya khawatir dengan pengumuman Taliban hari ini bahwa perempuan harus menutupi wajah mereka di depan umum dan hanya meninggalkan rumah dalam keadaan darurat,&amp;rdquo; cuit Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ant&amp;oacute;nio Guterres pada 7 Mei.
Pada hari Selasa, sekelompok kecil perempuan di Kabul juga memprotes peraturan tersebut, dengan mengatakan bahwa laki-laki tidak boleh mendikte apa yang dikenakan perempuan.
Baca juga:&amp;nbsp;Kebijakan Baru Taliban Larang Perempuan Naik Pesawat Tanpa Mahram</content:encoded></item></channel></rss>
