<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekjen Liga Muslim Dunia Siap Dukung Agenda Internasional NU</title><description>Sekjen Liga Muslim Dunia berkomitmen siap mendukung agenda internasional NU.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593071/sekjen-liga-muslim-dunia-siap-dukung-agenda-internasional-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593071/sekjen-liga-muslim-dunia-siap-dukung-agenda-internasional-nu"/><item><title>Sekjen Liga Muslim Dunia Siap Dukung Agenda Internasional NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593071/sekjen-liga-muslim-dunia-siap-dukung-agenda-internasional-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593071/sekjen-liga-muslim-dunia-siap-dukung-agenda-internasional-nu</guid><pubDate>Kamis 12 Mei 2022 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/12/337/2593071/sekjen-liga-muslim-dunia-siap-dukung-agenda-internasional-nu-UNQa4zN9IJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kiri) dan Sekjen Liga Muslim Dunia Syeikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa. (nu.or.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/12/337/2593071/sekjen-liga-muslim-dunia-siap-dukung-agenda-internasional-nu-UNQa4zN9IJ.jpg</image><title>Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kiri) dan Sekjen Liga Muslim Dunia Syeikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa. (nu.or.id)</title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Jenderal Rabithah &amp;lsquo;Alam Islami (Liga Muslim Dunia), Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) ikut memegang hak milik atas Rabithah karena Rabithah dimaksudkan sebagai milik seluruh Dunia Islam. Karena itu, Rabithah siap mendukung dan membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan NU dalam pelaksanaan agenda-agenda internasionalnya.

&amp;ldquo;Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang pantas menjadi teladan bagi organisasi-organisasi Islam lainnya di seluruh dunia,&amp;rdquo; katanya, mengutip siaran pers PBNU yang diterima di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan pribadi bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf seusai penutupan &amp;ldquo;Forum tentang Nilai-nilai Bersama di Antara Para Pengikut Agama&amp;rdquo; di Riyadh, Rabu (11/5/2022) malam waktu setempat.

Di pihak lain, KH Yahya Cholil Staquf, mengakui agenda apa pun menyangkut dunia Islam akan sulit berjalan dengan baik apabila tidak melibatkan Kerajaan Saudi Arabia. Hal tersebut mengingat bahwa kerajaan itu memegang kedaulatan atas dua tempat suci, pusat peribadatan umat Islam di seluruh dunia.

BACA JUGA:Ketum PBNU di Konferensi Riyadh: Kita Harus Bangun Strategi Mentransformasikan Pola Pikir Umat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Karena itu, ia melanjutkan, dengan tekad NU untuk meningkatkan keterlibatannya dalam aktivisme internasional, kerjasama dengan Kerajaan Arab Saudi dan Rabithah &amp;lsquo;Alam Islami mutlak diperlukan. Syaikh Al Issa menyambut ajakan kerja sama itu dengan bersemangat karena yakin bahwa semua agenda NU dimaksudkan sebagai ikhtiar untuk membangun dan menebarkan kemaslahatan.

&amp;ldquo;Saya sudah berkeliling ke seluruh dunia dan bertemu banyak orang. Tidak pernah saya mendengar pembicaraan tentang NU dan Anda pribadi (menunjuk Ketua Umum PBNU), kecuali hal-hal baik dan pujian saja,&amp;rdquo; ujar Al Issa.

Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam langkah strategis menghadapi dinamika internasional yang rumit dewasa ini.

&amp;ldquo;Apa pun bentuk dukungan yang Anda butuhkan dalam upaya-upaya internasional Anda, jangan segan-segan menghubungi kami. Karena Rabithah &amp;lsquo;Alam Islami ini adalah milik Nahdlatul Ulama juga,&quot; tutur Al Issa.

</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Jenderal Rabithah &amp;lsquo;Alam Islami (Liga Muslim Dunia), Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) ikut memegang hak milik atas Rabithah karena Rabithah dimaksudkan sebagai milik seluruh Dunia Islam. Karena itu, Rabithah siap mendukung dan membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan NU dalam pelaksanaan agenda-agenda internasionalnya.

&amp;ldquo;Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang pantas menjadi teladan bagi organisasi-organisasi Islam lainnya di seluruh dunia,&amp;rdquo; katanya, mengutip siaran pers PBNU yang diterima di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan pribadi bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf seusai penutupan &amp;ldquo;Forum tentang Nilai-nilai Bersama di Antara Para Pengikut Agama&amp;rdquo; di Riyadh, Rabu (11/5/2022) malam waktu setempat.

Di pihak lain, KH Yahya Cholil Staquf, mengakui agenda apa pun menyangkut dunia Islam akan sulit berjalan dengan baik apabila tidak melibatkan Kerajaan Saudi Arabia. Hal tersebut mengingat bahwa kerajaan itu memegang kedaulatan atas dua tempat suci, pusat peribadatan umat Islam di seluruh dunia.

BACA JUGA:Ketum PBNU di Konferensi Riyadh: Kita Harus Bangun Strategi Mentransformasikan Pola Pikir Umat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Karena itu, ia melanjutkan, dengan tekad NU untuk meningkatkan keterlibatannya dalam aktivisme internasional, kerjasama dengan Kerajaan Arab Saudi dan Rabithah &amp;lsquo;Alam Islami mutlak diperlukan. Syaikh Al Issa menyambut ajakan kerja sama itu dengan bersemangat karena yakin bahwa semua agenda NU dimaksudkan sebagai ikhtiar untuk membangun dan menebarkan kemaslahatan.

&amp;ldquo;Saya sudah berkeliling ke seluruh dunia dan bertemu banyak orang. Tidak pernah saya mendengar pembicaraan tentang NU dan Anda pribadi (menunjuk Ketua Umum PBNU), kecuali hal-hal baik dan pujian saja,&amp;rdquo; ujar Al Issa.

Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam langkah strategis menghadapi dinamika internasional yang rumit dewasa ini.

&amp;ldquo;Apa pun bentuk dukungan yang Anda butuhkan dalam upaya-upaya internasional Anda, jangan segan-segan menghubungi kami. Karena Rabithah &amp;lsquo;Alam Islami ini adalah milik Nahdlatul Ulama juga,&quot; tutur Al Issa.

</content:encoded></item></channel></rss>
