<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejagung Periksa Eks Baranahan Kemhan Terkait Kasus Korupsi Satelit</title><description>Menurut Ketut, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593159/kejagung-periksa-eks-baranahan-kemhan-terkait-kasus-korupsi-satelit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593159/kejagung-periksa-eks-baranahan-kemhan-terkait-kasus-korupsi-satelit"/><item><title>Kejagung Periksa Eks Baranahan Kemhan Terkait Kasus Korupsi Satelit</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593159/kejagung-periksa-eks-baranahan-kemhan-terkait-kasus-korupsi-satelit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593159/kejagung-periksa-eks-baranahan-kemhan-terkait-kasus-korupsi-satelit</guid><pubDate>Kamis 12 Mei 2022 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/12/337/2593159/kejagung-periksa-eks-baranahan-kemhan-terkait-kasus-korupsi-satelit-oBlVuDffgO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/12/337/2593159/kejagung-periksa-eks-baranahan-kemhan-terkait-kasus-korupsi-satelit-oBlVuDffgO.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer, Tim Penyidik Koneksitas melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123&amp;deg; Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan Tahun 2012-2021.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengungkapkan bahwa, saksi yang diperiksa yakni, Laksamana Muda L selaku mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Baranahan Kemhan) periode 2015-2017.

&quot;Diperiksa terkait pengadaan ground segment oleh Navayo dan kontrak-kontrak bersama konsultan dalam pengadaan terkait Satelit Slot Orbit 123&amp;deg; Bujur Timur (BT),&quot; kata Ketut kepada awak media, Jakarta, Kamis (12/5/2022).

BACA JUGA:Kasus Satelit Kemenhan, Kejagung Periksa Dirut dan Komisaris PT DNK


Menurut Ketut, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan, proyek itu bermula  ketika pada 19 Januari 2015, Satelit Garuda l telah keluar orbit dari  Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur. Dengan demikian, terjadi kekosongan  pengelolaan oleh Indonesia.

Berdasarkan peraturan International Telecommunication Union (ITU),  kata Mahfud, negara yang telah mendapat hak pengelolaan akan diberi  waktu tiga tahun untuk mengisi kembali slot orbit. Jika tak dipenuhi,  hak pengelolaan slot orbit akan gugur secara otomatis dan bisa digunakan  negara lain.

Untuk mengisi kosongnya pengelolaan slot orbit itu, Kemkominfo  memenuhi permintaan Kemhan untuk mendapatkan hak pengelolaan. Hal itu  bertujuan untuk membangun Satelit Komunikasi Pertahanan (Satkomhan).</description><content:encoded>JAKARTA - Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer, Tim Penyidik Koneksitas melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123&amp;deg; Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan Tahun 2012-2021.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengungkapkan bahwa, saksi yang diperiksa yakni, Laksamana Muda L selaku mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Baranahan Kemhan) periode 2015-2017.

&quot;Diperiksa terkait pengadaan ground segment oleh Navayo dan kontrak-kontrak bersama konsultan dalam pengadaan terkait Satelit Slot Orbit 123&amp;deg; Bujur Timur (BT),&quot; kata Ketut kepada awak media, Jakarta, Kamis (12/5/2022).

BACA JUGA:Kasus Satelit Kemenhan, Kejagung Periksa Dirut dan Komisaris PT DNK


Menurut Ketut, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan, proyek itu bermula  ketika pada 19 Januari 2015, Satelit Garuda l telah keluar orbit dari  Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur. Dengan demikian, terjadi kekosongan  pengelolaan oleh Indonesia.

Berdasarkan peraturan International Telecommunication Union (ITU),  kata Mahfud, negara yang telah mendapat hak pengelolaan akan diberi  waktu tiga tahun untuk mengisi kembali slot orbit. Jika tak dipenuhi,  hak pengelolaan slot orbit akan gugur secara otomatis dan bisa digunakan  negara lain.

Untuk mengisi kosongnya pengelolaan slot orbit itu, Kemkominfo  memenuhi permintaan Kemhan untuk mendapatkan hak pengelolaan. Hal itu  bertujuan untuk membangun Satelit Komunikasi Pertahanan (Satkomhan).</content:encoded></item></channel></rss>
