<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lemhannas Ungkap Solusi Tangkal Ancaman Keamanan di IKN</title><description>Gubernur Lemhannas mengungkap kecenderungan risiko ancaman keamanan di IKN Nusantara.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593310/lemhannas-ungkap-solusi-tangkal-ancaman-keamanan-di-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593310/lemhannas-ungkap-solusi-tangkal-ancaman-keamanan-di-ikn"/><item><title>Lemhannas Ungkap Solusi Tangkal Ancaman Keamanan di IKN</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593310/lemhannas-ungkap-solusi-tangkal-ancaman-keamanan-di-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/12/337/2593310/lemhannas-ungkap-solusi-tangkal-ancaman-keamanan-di-ikn</guid><pubDate>Kamis 12 Mei 2022 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Inin Nastain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/12/337/2593310/lemhannas-ungkap-solusi-tangkal-ancaman-keamanan-di-ikn-VZogXL2Vxc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IKN (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/12/337/2593310/lemhannas-ungkap-solusi-tangkal-ancaman-keamanan-di-ikn-VZogXL2Vxc.jpg</image><title>IKN (Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan dinilai memiliki risiko besar terhadap pertahanan. Hal itu diungkap oleh Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto dalam webinar dengan tema 'IKN dalam dinamika keamanan regional dan refleksi identitas Global Indonesia,' Kamis (12/5/2022).

Dari hasil penelitian yang dilakukan rekan-rekannya, didapat data, ada kecenderungan labil terhadap perang yang melibatkan ibu kota negara. Melihat kondisi geografis Nusantara, ke depan sangat mungkin terjadi perang yang terjadi di ibu kota negara.

&quot;Kecenderungan perang ibukota itu terjadi di ibukota-ibukota yang letaknya sangat dekat dengan perbatasan-perbatasan darat-nya dan sangat dekat dengan pelabuhan. Semakin dekat dengan pelabuhan utama, semakin dekat dengan perbatasan maka kecenderungan perang ibukotanya semakin meningkat,&quot; kata Andi.

Jakarta, yang memiliki pelabuhan besar, dinilai memiliki kecenderungan terjadi perang di ibukota negara. Namun, lokasi Jakarta yang jauh dari perbatasan daratan dengan negara lain, membuat kemungkinan itu, cenderung menjauh.

&quot;Misal Jakarta kecenderungannya meningkat karena ada Tanjung Priok, tapi kecenderungannya kecil karena berbatasan daratnya jauh,&quot; jelas dia.

&quot;Kalau nanti di Nusantara, kecenderungan meningkatnya karena mendekati perbatasan darat, pelabuhan terdekatnya, yang terbesar, Makassar dan Morowali,&quot; lanjut dia.

Lebih jauh dijelaskan Andi, melihat topografi, ketika terjadi perang di ibukota negara, akan bersifat perang dirgantara. Hal itu lantaran kondisi sekitar Nusantara yang dinilai lebih memungkin adanya perang udara dibanding perang darat dan laut.

&quot;Dengan melihat topografi ini pertempuran pertama dan utama di ibukota Nusantara, sifatnya akan pertempuran dirgantara, pertempuran udara,&quot; beber dia.

Tantangan yang dihadapi, jelas dia, lokasi Nusantara sendiri berada di radius serangan rudal hipersonik dari negara-negara besar. Sementara sampai saat ini, belum ad negara yang mampu menghentikan rudal jenis itu.

&quot;Tantangan utama kita, kerawanan pertahanan Nusantaranya yang utama adala masuk ke radius rudal hipersonik negara-negara besar. Itu tantangan utama di gelar pertahanan Nusantara. Rudal hipersonik ini, bagi saya ancaman utama untuk gelar Nusantara,&quot; jelas dia.

&quot;Jangankan kita, negara seperti Amerika Serikat, NATO, maupun China, sampai saat ini tidak punya kemampuan untuk menangkal rudal itu,&quot; lanjut dia.

BACA JUGA:IKN Nusantara Bakal Punya 4 Jalan Tol Baru, Ini Daftarnya

Selain itu, Nusantara juga relatif memiliki jarak yang cukup dekat dengan Pangkalan-pangkalan militer negara besar. &quot;Terutama di Utara kita,&quot; jelas dia.



Berikut matrik analisis terkait pemindahan IKN :

Tata Kelola
Visi Kota Dunia untuk Semua untuk mewujudkannya dibutuhkan sistem pertahanan kuat untuk menjaga dan melindungi IKN Nusantara

Risiko
- Memiliki kerentanan udara tinggi, masuk dalam cakupan rudal balistik negara besar serta mendekati pengelolaan ruang udara negara tetangga
- Memiliki perbatasan darat yang memudahkan negara tetangga memobilisasi pasukan menyerang Nusantara
- Kawasan pusat persaingan negara adidaya, mendekati pangkalan militer AS dan Tiongkok, serta persaingan visi arsitektur negara besar
- Mendekati jalur pelayanan global berkontur laut yang mendukung gelar kekuatan kapal selam

Respons
- Reorganisasi militer untuk mengakomodasi pemindahan IKN
- Mengubah paradigma pertahanan darat menjadi mobilitas strategis
- Memodernisasi alutsista, khususnya pertahanan udara
- Pengembangan sistem keamanan siber
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan dinilai memiliki risiko besar terhadap pertahanan. Hal itu diungkap oleh Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto dalam webinar dengan tema 'IKN dalam dinamika keamanan regional dan refleksi identitas Global Indonesia,' Kamis (12/5/2022).

Dari hasil penelitian yang dilakukan rekan-rekannya, didapat data, ada kecenderungan labil terhadap perang yang melibatkan ibu kota negara. Melihat kondisi geografis Nusantara, ke depan sangat mungkin terjadi perang yang terjadi di ibu kota negara.

&quot;Kecenderungan perang ibukota itu terjadi di ibukota-ibukota yang letaknya sangat dekat dengan perbatasan-perbatasan darat-nya dan sangat dekat dengan pelabuhan. Semakin dekat dengan pelabuhan utama, semakin dekat dengan perbatasan maka kecenderungan perang ibukotanya semakin meningkat,&quot; kata Andi.

Jakarta, yang memiliki pelabuhan besar, dinilai memiliki kecenderungan terjadi perang di ibukota negara. Namun, lokasi Jakarta yang jauh dari perbatasan daratan dengan negara lain, membuat kemungkinan itu, cenderung menjauh.

&quot;Misal Jakarta kecenderungannya meningkat karena ada Tanjung Priok, tapi kecenderungannya kecil karena berbatasan daratnya jauh,&quot; jelas dia.

&quot;Kalau nanti di Nusantara, kecenderungan meningkatnya karena mendekati perbatasan darat, pelabuhan terdekatnya, yang terbesar, Makassar dan Morowali,&quot; lanjut dia.

Lebih jauh dijelaskan Andi, melihat topografi, ketika terjadi perang di ibukota negara, akan bersifat perang dirgantara. Hal itu lantaran kondisi sekitar Nusantara yang dinilai lebih memungkin adanya perang udara dibanding perang darat dan laut.

&quot;Dengan melihat topografi ini pertempuran pertama dan utama di ibukota Nusantara, sifatnya akan pertempuran dirgantara, pertempuran udara,&quot; beber dia.

Tantangan yang dihadapi, jelas dia, lokasi Nusantara sendiri berada di radius serangan rudal hipersonik dari negara-negara besar. Sementara sampai saat ini, belum ad negara yang mampu menghentikan rudal jenis itu.

&quot;Tantangan utama kita, kerawanan pertahanan Nusantaranya yang utama adala masuk ke radius rudal hipersonik negara-negara besar. Itu tantangan utama di gelar pertahanan Nusantara. Rudal hipersonik ini, bagi saya ancaman utama untuk gelar Nusantara,&quot; jelas dia.

&quot;Jangankan kita, negara seperti Amerika Serikat, NATO, maupun China, sampai saat ini tidak punya kemampuan untuk menangkal rudal itu,&quot; lanjut dia.

BACA JUGA:IKN Nusantara Bakal Punya 4 Jalan Tol Baru, Ini Daftarnya

Selain itu, Nusantara juga relatif memiliki jarak yang cukup dekat dengan Pangkalan-pangkalan militer negara besar. &quot;Terutama di Utara kita,&quot; jelas dia.



Berikut matrik analisis terkait pemindahan IKN :

Tata Kelola
Visi Kota Dunia untuk Semua untuk mewujudkannya dibutuhkan sistem pertahanan kuat untuk menjaga dan melindungi IKN Nusantara

Risiko
- Memiliki kerentanan udara tinggi, masuk dalam cakupan rudal balistik negara besar serta mendekati pengelolaan ruang udara negara tetangga
- Memiliki perbatasan darat yang memudahkan negara tetangga memobilisasi pasukan menyerang Nusantara
- Kawasan pusat persaingan negara adidaya, mendekati pangkalan militer AS dan Tiongkok, serta persaingan visi arsitektur negara besar
- Mendekati jalur pelayanan global berkontur laut yang mendukung gelar kekuatan kapal selam

Respons
- Reorganisasi militer untuk mengakomodasi pemindahan IKN
- Mengubah paradigma pertahanan darat menjadi mobilitas strategis
- Memodernisasi alutsista, khususnya pertahanan udara
- Pengembangan sistem keamanan siber
</content:encoded></item></channel></rss>
