<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penembakan Sadis Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Aqla, Ini Profilnya</title><description>Penembakan jurnalis Al-Jazeera Shireen Abu Aqla menyita banyak perhatian dunia internasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/13/18/2593682/penembakan-sadis-jurnalis-al-jazeera-shireen-abu-aqla-ini-profilnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/13/18/2593682/penembakan-sadis-jurnalis-al-jazeera-shireen-abu-aqla-ini-profilnya"/><item><title>Penembakan Sadis Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Aqla, Ini Profilnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/13/18/2593682/penembakan-sadis-jurnalis-al-jazeera-shireen-abu-aqla-ini-profilnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/13/18/2593682/penembakan-sadis-jurnalis-al-jazeera-shireen-abu-aqla-ini-profilnya</guid><pubDate>Jum'at 13 Mei 2022 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/13/18/2593682/penembakan-sadis-jurnalis-al-jazeera-shireen-abu-aqla-ini-profilnya-u6bb24EVM0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jurnalis Al Jazeera yang tewas ditembak Shireen Abu Aqla  (Foto: EPA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/13/18/2593682/penembakan-sadis-jurnalis-al-jazeera-shireen-abu-aqla-ini-profilnya-u6bb24EVM0.jpg</image><title>Jurnalis Al Jazeera yang tewas ditembak Shireen Abu Aqla  (Foto: EPA)</title></images><description>IRAN &amp;ndash; Penembakan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Aqla menyita banyak perhatian dunia internasional. Shireen, 51, diketahui tewas saat meliput serangan oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (11/5). Produsernya dilaporkan terluka. Al Jazeera mengatakan pasukan Israel &quot;sengaja&quot; menembaknya.
Lalu siapakah sosok Abu Aqla? Jurnalis senior ini lahir pada Januari 1971 di Yerusalem. Dia lulus dari Sekolah Menengah Rosary Sisters di permukiman Beit Hanina, Yerusalem.
Awalnya ia belajar arsitektur di Jordan University of Science and Technology. Ia kemudian memperoleh gelar Sarjana media dan jurnalisme dari Universitas Yarmouk di Yordania, dengan spesialisasi media cetak.
Baca juga:&amp;nbsp;Palestina Tolak Penyelidikan Kematian Wartawan Al Jazeera oleh Israel
Setelah lulus, Shireen bekerja di beberapa organisasi media di wilayah Palestina, termasuk jaringan radio Voice of Palestine dan Amman TV. Ia bergabung dengan Al-Jazeera pada 1997 - setahun setelah peluncurannya - dan menjadi salah satu koresponden lapangan pertama saluran televisi tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Buntut Penembakan Jurnalis Al Jazeera, Senjata Tentara Israel Disita untuk Penyelidikan
Shireen  menjadi terkenal selama 25 tahun terakhir setelah meliput banyak peristiwa dalam konflik Palestina-Israel. Ini termasuk pemberontakan Intifada Palestina pada 2000, dan penyerbuan Israel di Kamp Pengungsi Jenin dan kota Tol Karam pada  2002. Ia juga meliput operasi Israel dan serangan udara di Jalur Gaza selama beberapa tahun terakhir.Shireen juga merupakan reporter Arab pertama yang mendapat akses ke penjara Ashkelon, di dekat Gaza, pada 2005. Di sana, ia menemui para tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman penjara yang panjang oleh pengadilan Israel.
Shireen mengatakan bahwa kunjungannya ke penjara adalah pengalaman yang sangat berbekas baginya, setelah ia menyaksikan secara langsung kondisi warga Palestina di penjara-penjara Israel.
Dalam wawancara sebelumnya yang ia rekam dengan Al Jazeera, Shireen mengatakan bahwa pasukan Israel selalu menuduhnya meliput dari zona militer. Ia menambahkan bahwa ia selalu merasa menjadi sasaran dan tidak henti-hentinya berselisih dengan pasukan Israel dan pemukim bersenjata.
&quot;Saya memilih jurnalisme supaya dekat dengan masyarakat. Mungkin tidak mudah bagi saya untuk mengubah kenyataan, tapi setidaknya saya bisa mengangkat suara mereka kepada dunia. Saya Shireen Abu Aqla,&amp;rdquo; terangnya dalam video promosi yang disiarkan Al-Jazeera pada Oktober 2021, menandai ulang tahun ke-25 saluran tersebut.</description><content:encoded>IRAN &amp;ndash; Penembakan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Aqla menyita banyak perhatian dunia internasional. Shireen, 51, diketahui tewas saat meliput serangan oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (11/5). Produsernya dilaporkan terluka. Al Jazeera mengatakan pasukan Israel &quot;sengaja&quot; menembaknya.
Lalu siapakah sosok Abu Aqla? Jurnalis senior ini lahir pada Januari 1971 di Yerusalem. Dia lulus dari Sekolah Menengah Rosary Sisters di permukiman Beit Hanina, Yerusalem.
Awalnya ia belajar arsitektur di Jordan University of Science and Technology. Ia kemudian memperoleh gelar Sarjana media dan jurnalisme dari Universitas Yarmouk di Yordania, dengan spesialisasi media cetak.
Baca juga:&amp;nbsp;Palestina Tolak Penyelidikan Kematian Wartawan Al Jazeera oleh Israel
Setelah lulus, Shireen bekerja di beberapa organisasi media di wilayah Palestina, termasuk jaringan radio Voice of Palestine dan Amman TV. Ia bergabung dengan Al-Jazeera pada 1997 - setahun setelah peluncurannya - dan menjadi salah satu koresponden lapangan pertama saluran televisi tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Buntut Penembakan Jurnalis Al Jazeera, Senjata Tentara Israel Disita untuk Penyelidikan
Shireen  menjadi terkenal selama 25 tahun terakhir setelah meliput banyak peristiwa dalam konflik Palestina-Israel. Ini termasuk pemberontakan Intifada Palestina pada 2000, dan penyerbuan Israel di Kamp Pengungsi Jenin dan kota Tol Karam pada  2002. Ia juga meliput operasi Israel dan serangan udara di Jalur Gaza selama beberapa tahun terakhir.Shireen juga merupakan reporter Arab pertama yang mendapat akses ke penjara Ashkelon, di dekat Gaza, pada 2005. Di sana, ia menemui para tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman penjara yang panjang oleh pengadilan Israel.
Shireen mengatakan bahwa kunjungannya ke penjara adalah pengalaman yang sangat berbekas baginya, setelah ia menyaksikan secara langsung kondisi warga Palestina di penjara-penjara Israel.
Dalam wawancara sebelumnya yang ia rekam dengan Al Jazeera, Shireen mengatakan bahwa pasukan Israel selalu menuduhnya meliput dari zona militer. Ia menambahkan bahwa ia selalu merasa menjadi sasaran dan tidak henti-hentinya berselisih dengan pasukan Israel dan pemukim bersenjata.
&quot;Saya memilih jurnalisme supaya dekat dengan masyarakat. Mungkin tidak mudah bagi saya untuk mengubah kenyataan, tapi setidaknya saya bisa mengangkat suara mereka kepada dunia. Saya Shireen Abu Aqla,&amp;rdquo; terangnya dalam video promosi yang disiarkan Al-Jazeera pada Oktober 2021, menandai ulang tahun ke-25 saluran tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
