<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditinggal Anak Jual Merpati, Ayah di Bantul Putuskan Gantung Diri di Rumah</title><description>Ks nekat gantung diri saat anaknya pergi ke pasar menjual merpati dan istrinya ke dusun lain untuk kulakan kelapa muda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/13/510/2593708/ditinggal-anak-jual-merpati-ayah-di-bantul-putuskan-gantung-diri-di-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/13/510/2593708/ditinggal-anak-jual-merpati-ayah-di-bantul-putuskan-gantung-diri-di-rumah"/><item><title>Ditinggal Anak Jual Merpati, Ayah di Bantul Putuskan Gantung Diri di Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/13/510/2593708/ditinggal-anak-jual-merpati-ayah-di-bantul-putuskan-gantung-diri-di-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/13/510/2593708/ditinggal-anak-jual-merpati-ayah-di-bantul-putuskan-gantung-diri-di-rumah</guid><pubDate>Jum'at 13 Mei 2022 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/13/510/2593708/ditinggal-anak-jual-merpati-ayah-di-bantul-putuskan-gantung-diri-di-rumah-4578CHLYsQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/13/510/2593708/ditinggal-anak-jual-merpati-ayah-di-bantul-putuskan-gantung-diri-di-rumah-4578CHLYsQ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Warga Grudo RT 04 Kalurahan Panjangrejo Kapanewon Pundong Bantul, Yogyakarta geger. Ks, lelaki berumur 57 tahun ini ditemukan tewas gantung diri di dalam rumah.

Ks nekat gantung diri saat anaknya pergi ke pasar menjual merpati dan istrinya ke dusun lain untuk kulakan kelapa muda.

Kanit Reskri Polsek Pundong, Ipda Heru Pracoyo menuturkan jasad Ks pertama kali ditemukan oleh anaknya, ADT (16). Jumat (13/5/2022) pagi, sekira pukul 08.30 WIB, ia baru saja pulang dari Pasar Pundong usai menjual merpati peliharaannya.

&quot;Saat masuk ke dalam rumah, ia kaget melihat orangtuanya sudah tergantung di kuda-kuda rumah menggunakan tali rafia,&quot; papar Heru, Jumat.

BACA JUGA:Depresi Akibat Sakit dan Ekonomi yang Terpuruk, Pria Ini Nekat Gantung Diri


Sontak hal ini membuatnya terkejut dan langsung lemas. Ia kemudian menghubungi ibunya dan juga berteriak meminta tolong. Seketika itu juga warga berdatangan untuk melihat peristiwa apa yang terjadi.

Selang beberapa saat kemudian, istri Ks tiba di rumah. Ia bersama-sama warga lantas memotong tali rafia yang mengikat leher Ks dan menurunkannya ke tempat  tidur yang ada di ruang tengah. Warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

&quot;Mendapat laporan, kami bersama petugas puskesmas langsung datang untuk melakukan pemeriksaan luar jasad Ks,&quot;terang dia.

Setelah Team Inafis dari Polres Bantul dan Team Medis dari Puskesmas Pundong datang di lokasi untuk melakukan Pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan dinyatakan Ks meninggal karena jeratan tali pada leher sewaktu gantung diri dan tidak diketemukan tanda tanda Kekerasan.

Selanjutnya Pihak Kepolisian menyerahkan jasad korban kepada Keluarganya untuk dilakukan pemakaman dan keluarga menerima atas kematian korban tersebut sebagai musibah. Jasad Ks langsung dimakamkan hari ini juga.

&quot;Berdasarkan keterangan keluarga dan para tetangga, Ks nekat gantung  diri mungkin karena sakit yang tak kunjung sembuh,&quot;paparnya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan polisi, gelagat hendak bunuh  diri sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelumnya. Karena hari  kamis (13/5/2022) malam sekira jam 19.15 WIB, anak Ks melihat sebuah  tali plastik warna kuning yang sudah terikat di kuda-kuda rumah.

Melihat itu sang anak lantas bertanya kepada Ks untuk apa namun tidak  menjawab. Anaknyapun tidak menaruh kecurigaan, dan pada hari Jum'at  pagi sekira jam 07.00 Wib, isteri Ks pamit untuk kulakan membeli kelapa  muda di Dusun Candi, Srihardono, Pundong, Bantul, untuk dijual kembali.

&quot;Istri Ks berpesan kepada anaknya ADT untuk menjaga korban yang  sedang sakit Jantung dan paru-paru kurang lebih 2 bulan belum  sembuh,&quot;ujar dia.

Namun selang beberapa saat, anak mereka juga pamit kepada korban  hendak menjual merpati di pasar Pundong sehingga rumah dalam keadaan  sepi. Setelah anaknya pulang dari pasar sekira jam 08.30 wib mendapati  ayahnya sudah menggantung diri.


</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Warga Grudo RT 04 Kalurahan Panjangrejo Kapanewon Pundong Bantul, Yogyakarta geger. Ks, lelaki berumur 57 tahun ini ditemukan tewas gantung diri di dalam rumah.

Ks nekat gantung diri saat anaknya pergi ke pasar menjual merpati dan istrinya ke dusun lain untuk kulakan kelapa muda.

Kanit Reskri Polsek Pundong, Ipda Heru Pracoyo menuturkan jasad Ks pertama kali ditemukan oleh anaknya, ADT (16). Jumat (13/5/2022) pagi, sekira pukul 08.30 WIB, ia baru saja pulang dari Pasar Pundong usai menjual merpati peliharaannya.

&quot;Saat masuk ke dalam rumah, ia kaget melihat orangtuanya sudah tergantung di kuda-kuda rumah menggunakan tali rafia,&quot; papar Heru, Jumat.

BACA JUGA:Depresi Akibat Sakit dan Ekonomi yang Terpuruk, Pria Ini Nekat Gantung Diri


Sontak hal ini membuatnya terkejut dan langsung lemas. Ia kemudian menghubungi ibunya dan juga berteriak meminta tolong. Seketika itu juga warga berdatangan untuk melihat peristiwa apa yang terjadi.

Selang beberapa saat kemudian, istri Ks tiba di rumah. Ia bersama-sama warga lantas memotong tali rafia yang mengikat leher Ks dan menurunkannya ke tempat  tidur yang ada di ruang tengah. Warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

&quot;Mendapat laporan, kami bersama petugas puskesmas langsung datang untuk melakukan pemeriksaan luar jasad Ks,&quot;terang dia.

Setelah Team Inafis dari Polres Bantul dan Team Medis dari Puskesmas Pundong datang di lokasi untuk melakukan Pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan dinyatakan Ks meninggal karena jeratan tali pada leher sewaktu gantung diri dan tidak diketemukan tanda tanda Kekerasan.

Selanjutnya Pihak Kepolisian menyerahkan jasad korban kepada Keluarganya untuk dilakukan pemakaman dan keluarga menerima atas kematian korban tersebut sebagai musibah. Jasad Ks langsung dimakamkan hari ini juga.

&quot;Berdasarkan keterangan keluarga dan para tetangga, Ks nekat gantung  diri mungkin karena sakit yang tak kunjung sembuh,&quot;paparnya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan polisi, gelagat hendak bunuh  diri sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelumnya. Karena hari  kamis (13/5/2022) malam sekira jam 19.15 WIB, anak Ks melihat sebuah  tali plastik warna kuning yang sudah terikat di kuda-kuda rumah.

Melihat itu sang anak lantas bertanya kepada Ks untuk apa namun tidak  menjawab. Anaknyapun tidak menaruh kecurigaan, dan pada hari Jum'at  pagi sekira jam 07.00 Wib, isteri Ks pamit untuk kulakan membeli kelapa  muda di Dusun Candi, Srihardono, Pundong, Bantul, untuk dijual kembali.

&quot;Istri Ks berpesan kepada anaknya ADT untuk menjaga korban yang  sedang sakit Jantung dan paru-paru kurang lebih 2 bulan belum  sembuh,&quot;ujar dia.

Namun selang beberapa saat, anak mereka juga pamit kepada korban  hendak menjual merpati di pasar Pundong sehingga rumah dalam keadaan  sepi. Setelah anaknya pulang dari pasar sekira jam 08.30 wib mendapati  ayahnya sudah menggantung diri.


</content:encoded></item></channel></rss>
