<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Negara ASEAN Setuju Adopsi Standar Protokol Kesehatan</title><description>Negara-negara di kawasan ASEAN setuju untuk mengdopsi standar protokol kesehatan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/16/337/2594714/negara-asean-setuju-adopsi-standar-protokol-kesehatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/16/337/2594714/negara-asean-setuju-adopsi-standar-protokol-kesehatan"/><item><title>Negara ASEAN Setuju Adopsi Standar Protokol Kesehatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/16/337/2594714/negara-asean-setuju-adopsi-standar-protokol-kesehatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/16/337/2594714/negara-asean-setuju-adopsi-standar-protokol-kesehatan</guid><pubDate>Senin 16 Mei 2022 02:35 WIB</pubDate><dc:creator>Mohamad Chusna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/16/337/2594714/negara-asean-setuju-adopsi-standar-protokol-kesehatan-7sk8tNvy8j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto : MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/16/337/2594714/negara-asean-setuju-adopsi-standar-protokol-kesehatan-7sk8tNvy8j.jpg</image><title>Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto : MNC Portal)</title></images><description>DENPASAR - Negara-negara ASEAN bersepakat mengadopsi standar protokol kesehatan. Hal itu diperlukan agar kawasan ini siap menghadapi dampak jika terjadi ancaman pandemi baru.

&quot;Persetujuan ASEAN untuk mengadopsi dan harmonisasi standar protokol kesehatan,&quot; kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai penutupan 15th Health Ministers Meeting and Related Meetings di Nusa Dua, Bali, Minggu (15/5/2022).

Dia menjelaskan, standar protokol kesehatan dibuat dengan basis teknologi yaitu kode QR dengan standar WHO. Dengan begitu, standar protokol kesehatan di kawasan ASEAN bisa saling terkoneksi.

Dengan standar itu, diharapkan negara Asean sudah siap kalau ada pandemi baru. &quot;Jadi nanti tidak ada lagi lockdown 100 persen. Terus orangnya sudah divaksin semua, tetap bisa begerak sehingga ekonomi tidak 100 persen berhenti,&quot; paparnya.

Dalam pertemuan selama lima hari itu, juga disetujui pendirian Asean Center for Public Health Emergency and Emerging Disease (ACPHEED). Pusat kedaruratan kesehatan masyarakat itu guna menghadapi potensi ancaman pandemi baru.

BACA JUGA:Menkes Se-ASEAN Sepakat Dirikan Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular

ACPHEED akan berkantor di tiga negara, yaitu Indonesia, Thailand dan Vietnam. Untuk sekretariat berada di Thailand.


&quot;Jadi center ini membina kapabilitas dan kapasitas seluruh negara Asean untuk mempersiapkan diri kalau ada potensi pandemi baru,&quot; terang Budi.

Pembiayaan ACPHEED bersumber dari negara anggota Asean. Selain itu ada negara mitra yang ikut berkontribusi. Jepang sudah mau memberi komitmen pembiayaan,&quot; ucap Budi.
</description><content:encoded>DENPASAR - Negara-negara ASEAN bersepakat mengadopsi standar protokol kesehatan. Hal itu diperlukan agar kawasan ini siap menghadapi dampak jika terjadi ancaman pandemi baru.

&quot;Persetujuan ASEAN untuk mengadopsi dan harmonisasi standar protokol kesehatan,&quot; kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai penutupan 15th Health Ministers Meeting and Related Meetings di Nusa Dua, Bali, Minggu (15/5/2022).

Dia menjelaskan, standar protokol kesehatan dibuat dengan basis teknologi yaitu kode QR dengan standar WHO. Dengan begitu, standar protokol kesehatan di kawasan ASEAN bisa saling terkoneksi.

Dengan standar itu, diharapkan negara Asean sudah siap kalau ada pandemi baru. &quot;Jadi nanti tidak ada lagi lockdown 100 persen. Terus orangnya sudah divaksin semua, tetap bisa begerak sehingga ekonomi tidak 100 persen berhenti,&quot; paparnya.

Dalam pertemuan selama lima hari itu, juga disetujui pendirian Asean Center for Public Health Emergency and Emerging Disease (ACPHEED). Pusat kedaruratan kesehatan masyarakat itu guna menghadapi potensi ancaman pandemi baru.

BACA JUGA:Menkes Se-ASEAN Sepakat Dirikan Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular

ACPHEED akan berkantor di tiga negara, yaitu Indonesia, Thailand dan Vietnam. Untuk sekretariat berada di Thailand.


&quot;Jadi center ini membina kapabilitas dan kapasitas seluruh negara Asean untuk mempersiapkan diri kalau ada potensi pandemi baru,&quot; terang Budi.

Pembiayaan ACPHEED bersumber dari negara anggota Asean. Selain itu ada negara mitra yang ikut berkontribusi. Jepang sudah mau memberi komitmen pembiayaan,&quot; ucap Budi.
</content:encoded></item></channel></rss>
