<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkait Kaos &quot;Warga NU Kultural Wajib Ber-PKB&quot;, PBNU Buka Suara</title><description>Tentu saja itu sebatas ide pribadi, sebagai bagian dari kampanye partai, dan tidak ada kewajiban bagi warga NU untuk memilih PKB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/16/337/2595037/terkait-kaos-warga-nu-kultural-wajib-ber-pkb-pbnu-buka-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/16/337/2595037/terkait-kaos-warga-nu-kultural-wajib-ber-pkb-pbnu-buka-suara"/><item><title>Terkait Kaos &quot;Warga NU Kultural Wajib Ber-PKB&quot;, PBNU Buka Suara</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/16/337/2595037/terkait-kaos-warga-nu-kultural-wajib-ber-pkb-pbnu-buka-suara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/16/337/2595037/terkait-kaos-warga-nu-kultural-wajib-ber-pkb-pbnu-buka-suara</guid><pubDate>Senin 16 Mei 2022 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/16/337/2595037/terkait-kaos-warga-nu-kultural-wajib-ber-pkb-pbnu-buka-suara-kmVugWbTwu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/16/337/2595037/terkait-kaos-warga-nu-kultural-wajib-ber-pkb-pbnu-buka-suara-kmVugWbTwu.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi buka suara terkait postingan akun Instagram, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, yang memamerkan desain kaos rancangan Kiai Imam Jazuli bertuliskan &quot;NU Kultural Wajib Ber-PKB, Struktural Sakarepmu!&quot;.

Menurut Ahmad Fahrur Rozi, Kiai Imam Jazuli adalah pendukung berat PKB. Kecintaan Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, itu terhadap PKB sempat dibagikan di media sosial dengan judul serupa menggunakan argumentasi sejarah.

&quot;Dia adik kelas saya mondok di lirboyo, saya juga dikirimi. Tentu saja itu sebatas ide pribadi, sebagai bagian dari kampanye partai, dan tidak ada kewajiban bagi warga NU untuk memilih PKB baik kuktural ataupun struktural,&quot; kata dia dalam pesan singkatnya kepada MNC Portal, Senin,(16/05/2022).

Pria yang disapa Gus Fahrur ini mengatakan semua orang boleh mengajak siapapun untuk memilih PKB. Dia mengatakan PKB pasti akan dipilih jika dirasa manfaat nya untuk seluruh masyarakat.

&quot;Silahkan saja PKB mengajak warga NU semaksimal mungkin. Kalau PKB memang bisa dirasakan bermanfaat nyata pasti dipilih oleh warga NU,&quot;ujarnya.

BACA JUGA:Survei: Partai Perindo Berpotensi Geser PKB di Senayan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun ia mengingatkan NU telah berdiri sebagai perkumpulan sejak tahun 1926 dan tidak menjadi bagian dari partai manapun.

&quot;Secara kelembagaan NU tetap pada khittah 1926, menjadi rumah besar untuk semua warganya dan tidak menjadi bagian dari partai manapun,&quot;tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi buka suara terkait postingan akun Instagram, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, yang memamerkan desain kaos rancangan Kiai Imam Jazuli bertuliskan &quot;NU Kultural Wajib Ber-PKB, Struktural Sakarepmu!&quot;.

Menurut Ahmad Fahrur Rozi, Kiai Imam Jazuli adalah pendukung berat PKB. Kecintaan Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, itu terhadap PKB sempat dibagikan di media sosial dengan judul serupa menggunakan argumentasi sejarah.

&quot;Dia adik kelas saya mondok di lirboyo, saya juga dikirimi. Tentu saja itu sebatas ide pribadi, sebagai bagian dari kampanye partai, dan tidak ada kewajiban bagi warga NU untuk memilih PKB baik kuktural ataupun struktural,&quot; kata dia dalam pesan singkatnya kepada MNC Portal, Senin,(16/05/2022).

Pria yang disapa Gus Fahrur ini mengatakan semua orang boleh mengajak siapapun untuk memilih PKB. Dia mengatakan PKB pasti akan dipilih jika dirasa manfaat nya untuk seluruh masyarakat.

&quot;Silahkan saja PKB mengajak warga NU semaksimal mungkin. Kalau PKB memang bisa dirasakan bermanfaat nyata pasti dipilih oleh warga NU,&quot;ujarnya.

BACA JUGA:Survei: Partai Perindo Berpotensi Geser PKB di Senayan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun ia mengingatkan NU telah berdiri sebagai perkumpulan sejak tahun 1926 dan tidak menjadi bagian dari partai manapun.

&quot;Secara kelembagaan NU tetap pada khittah 1926, menjadi rumah besar untuk semua warganya dan tidak menjadi bagian dari partai manapun,&quot;tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
