<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO: Saat ini Dunia Lebih Rentan Ketimbang Sebelum Covid-19</title><description>Hal ini terkait dengan pandemi di masa depan, kurangnya kemajuan dalam regulasi kesehatan internasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/19/18/2596733/who-saat-ini-dunia-lebih-rentan-ketimbang-sebelum-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/19/18/2596733/who-saat-ini-dunia-lebih-rentan-ketimbang-sebelum-covid-19"/><item><title>WHO: Saat ini Dunia Lebih Rentan Ketimbang Sebelum Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/19/18/2596733/who-saat-ini-dunia-lebih-rentan-ketimbang-sebelum-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/19/18/2596733/who-saat-ini-dunia-lebih-rentan-ketimbang-sebelum-covid-19</guid><pubDate>Kamis 19 Mei 2022 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/19/18/2596733/who-saat-ini-dunia-lebih-rentan-ketimbang-sebelum-covid-19-iMWjjl0Bq2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pandemi Covid-19 di dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/19/18/2596733/who-saat-ini-dunia-lebih-rentan-ketimbang-sebelum-covid-19-iMWjjl0Bq2.jpg</image><title>Pandemi Covid-19 di dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terbaru, saat ini dunia berada di &amp;ldquo;tempat yang lebih buruk&amp;rdquo; daripada sebelum munculnya Covid-19. Hal ini terkait dengan pandemi di masa depan, kurangnya kemajuan dalam regulasi kesehatan internasional ditambah dengan kesengsaraan ekonomi mungkin.
Dalam penilaian yang diterbitkan minggu ini oleh Panel Independen WHO untuk Kesiapsiagaan dan Respons Pandemi mengklaim alat respons pandemi komunitas internasional masih tidak memadai.
&quot;Saat ini kami memiliki alat yang sama dan sistem yang sama yang ada pada Desember 2019 untuk menanggapi ancaman pandemi. Dan alat itu tidak cukup baik,&quot; terang mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark, yang ikut menulis laporan tersebut, kepada wartawan.
Baca juga:&amp;nbsp;WHO Khawatir Wabah Covid-19 di Korut Bisa Munculkan Virus Corona Varian Baru
&quot;Jika ada ancaman pandemi baru tahun ini, tahun depan, atau setidaknya setahun setelahnya, sebagian besar kita akan berada di tempat yang sama, mungkin lebih buruk, mengingat ruang fiskal yang ketat di banyak, jika bukan sebagian besar, negara saat ini,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;WHO Beri Peringatan Bahwa Covid-19 di Korea Utara Bisa Menyebar Sangat Cepat
Penulis mengklaim meskipun ada peningkatan dana, proses merumuskan rencana di seluruh dunia untuk menanggapi ancaman kesehatan bergerak terlalu lambat, dengan alasan bahwa para pemimpin perlu berjuang melawan memudarnya minat di negara-negara anggota.&quot;Hanya kepemimpinan politik tingkat tertinggi yang memiliki legitimasi untuk menyatukan berbagai sektor,&quot; kata rekan penulis dan mantan presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dalam pernyataan pers pada Rabu (18/5/2022).
Para penulis menyerukan pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mempercepat proses menyusun tanggapan pandemi global yang efektif.
Sementara itu, Majelis Kesehatan Dunia, forum pengambilan keputusan tahunan WHO, akan bersidang minggu depan di Jenewa untuk membahas beberapa masalah yang diangkat dalam laporan tersebut.
Diketahui, virus Covid-19 pertama yang diketahui terjadi di Wuhan, China pada 2019 dan dengan cepat menyebar ke hampir semua negara. Pedoman dan mandat kesehatan masyarakat seperti masker, jarak sosial dan vaksinasi mengakibatkan perpecahan politik dan memicu protes di beberapa negara.
Secara global, WHO telah mencatat 520 juta kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga Senin. Diperkirakan jumlah kematian global sekitar 6,27 juta.</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terbaru, saat ini dunia berada di &amp;ldquo;tempat yang lebih buruk&amp;rdquo; daripada sebelum munculnya Covid-19. Hal ini terkait dengan pandemi di masa depan, kurangnya kemajuan dalam regulasi kesehatan internasional ditambah dengan kesengsaraan ekonomi mungkin.
Dalam penilaian yang diterbitkan minggu ini oleh Panel Independen WHO untuk Kesiapsiagaan dan Respons Pandemi mengklaim alat respons pandemi komunitas internasional masih tidak memadai.
&quot;Saat ini kami memiliki alat yang sama dan sistem yang sama yang ada pada Desember 2019 untuk menanggapi ancaman pandemi. Dan alat itu tidak cukup baik,&quot; terang mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark, yang ikut menulis laporan tersebut, kepada wartawan.
Baca juga:&amp;nbsp;WHO Khawatir Wabah Covid-19 di Korut Bisa Munculkan Virus Corona Varian Baru
&quot;Jika ada ancaman pandemi baru tahun ini, tahun depan, atau setidaknya setahun setelahnya, sebagian besar kita akan berada di tempat yang sama, mungkin lebih buruk, mengingat ruang fiskal yang ketat di banyak, jika bukan sebagian besar, negara saat ini,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;WHO Beri Peringatan Bahwa Covid-19 di Korea Utara Bisa Menyebar Sangat Cepat
Penulis mengklaim meskipun ada peningkatan dana, proses merumuskan rencana di seluruh dunia untuk menanggapi ancaman kesehatan bergerak terlalu lambat, dengan alasan bahwa para pemimpin perlu berjuang melawan memudarnya minat di negara-negara anggota.&quot;Hanya kepemimpinan politik tingkat tertinggi yang memiliki legitimasi untuk menyatukan berbagai sektor,&quot; kata rekan penulis dan mantan presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dalam pernyataan pers pada Rabu (18/5/2022).
Para penulis menyerukan pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mempercepat proses menyusun tanggapan pandemi global yang efektif.
Sementara itu, Majelis Kesehatan Dunia, forum pengambilan keputusan tahunan WHO, akan bersidang minggu depan di Jenewa untuk membahas beberapa masalah yang diangkat dalam laporan tersebut.
Diketahui, virus Covid-19 pertama yang diketahui terjadi di Wuhan, China pada 2019 dan dengan cepat menyebar ke hampir semua negara. Pedoman dan mandat kesehatan masyarakat seperti masker, jarak sosial dan vaksinasi mengakibatkan perpecahan politik dan memicu protes di beberapa negara.
Secara global, WHO telah mencatat 520 juta kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga Senin. Diperkirakan jumlah kematian global sekitar 6,27 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
