<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korut Klaim 'Berhasil' Perangi Covid-19</title><description>Media Korut melaporkan ada lebih dari 2 juta kasus &quot;demam&quot; yang tercatat di negara itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/20/18/2597199/korut-klaim-berhasil-perangi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/05/20/18/2597199/korut-klaim-berhasil-perangi-covid-19"/><item><title>Korut Klaim 'Berhasil' Perangi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/05/20/18/2597199/korut-klaim-berhasil-perangi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/05/20/18/2597199/korut-klaim-berhasil-perangi-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 20 Mei 2022 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/20/18/2597199/korut-klaim-berhasil-perangi-covid-19-9LguA1Gi68.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/20/18/2597199/korut-klaim-berhasil-perangi-covid-19-9LguA1Gi68.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>SEOUL - Korea Utara mengatakan pada Jumat (19/5/2022) bahwa pihaknya mencapai &quot;hasil bagus&quot; dalam memerangi wabah Covid-19 yang pertama dialami negara tersebut.
Sementara itu, jumlah warga yang mengalami gejala demam telah melebihi dua juta orang.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kurang dari Seminggu, Satu Juta Orang di Korut Diduga Terinfeksi Covid-19

Negara yang terkucil itu melaporkan ada 263.370 orang lagi yang memperlihatkan gejala demam sehingga jumlah keseluruhan kasus demam hingga Kamis (18/5/2022) petang mencapai 2.24 juta, kata kantor berita pemerintah, KCNA.
KCNA juga melaporkan bahwa dua orang meninggal sehingga jumlah total kematian hingga Kamis petang tercatat 65 orang.
Korea Utara mengatakan bahwa, kendati ada peningkatan kasus, kegiatan pertanian terus berlangsung, pabrik-pabrik tetap beroperasi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;WHO Khawatir Wabah Covid-19 di Korut Bisa Munculkan Virus Corona Varian Baru

Pemerintah juga tetap berencana menggelar upacara pemakaman seorang mantan jenderal.
&quot;Walaupun ada situasi pencegahan epidemi darurat maksimum, produksi di sektor-sektor industri utama tetap berjalan normal dan proyek-proyek konstruksi skala besar terus digenjot,&quot; kata KCNA.
&quot;Hasil baik terus dilaporkan dalam perang yang sedang berlangsung melawan epidemi,&quot; kata KCNA, menambahkan.Peningkatan kasus dan kurangnya sumber daya medis serta vaksin di Korea Utara membuat badan hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan soal kemungkinan dampak yang &quot;menghancurkan&quot; bagi 25 juta penduduk negara itu.
Para petinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengkhawatirkan keadaan bahwa penyebaran Covid-19 yang tidak terawasi bisa meningkatkan keberadaan varian-varian baru yang lebih mematikan.
</description><content:encoded>SEOUL - Korea Utara mengatakan pada Jumat (19/5/2022) bahwa pihaknya mencapai &quot;hasil bagus&quot; dalam memerangi wabah Covid-19 yang pertama dialami negara tersebut.
Sementara itu, jumlah warga yang mengalami gejala demam telah melebihi dua juta orang.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kurang dari Seminggu, Satu Juta Orang di Korut Diduga Terinfeksi Covid-19

Negara yang terkucil itu melaporkan ada 263.370 orang lagi yang memperlihatkan gejala demam sehingga jumlah keseluruhan kasus demam hingga Kamis (18/5/2022) petang mencapai 2.24 juta, kata kantor berita pemerintah, KCNA.
KCNA juga melaporkan bahwa dua orang meninggal sehingga jumlah total kematian hingga Kamis petang tercatat 65 orang.
Korea Utara mengatakan bahwa, kendati ada peningkatan kasus, kegiatan pertanian terus berlangsung, pabrik-pabrik tetap beroperasi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;WHO Khawatir Wabah Covid-19 di Korut Bisa Munculkan Virus Corona Varian Baru

Pemerintah juga tetap berencana menggelar upacara pemakaman seorang mantan jenderal.
&quot;Walaupun ada situasi pencegahan epidemi darurat maksimum, produksi di sektor-sektor industri utama tetap berjalan normal dan proyek-proyek konstruksi skala besar terus digenjot,&quot; kata KCNA.
&quot;Hasil baik terus dilaporkan dalam perang yang sedang berlangsung melawan epidemi,&quot; kata KCNA, menambahkan.Peningkatan kasus dan kurangnya sumber daya medis serta vaksin di Korea Utara membuat badan hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan soal kemungkinan dampak yang &quot;menghancurkan&quot; bagi 25 juta penduduk negara itu.
Para petinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengkhawatirkan keadaan bahwa penyebaran Covid-19 yang tidak terawasi bisa meningkatkan keberadaan varian-varian baru yang lebih mematikan.
</content:encoded></item></channel></rss>
